2 Jumadil-Awal 1443  |  Senin 06 Desember 2021

basmalah.png

Erdogan: Turki akan Bersihkan Perbatasan Suriah dari Kurdi

Erdogan: Turki akan Bersihkan Perbatasan Suriah dari Kurdi


Fiqhislam.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada Ahad (28/1) waktu setempat Turki akan membersihkan seluruh perbatasan Suriah. Ini merupakan sebuah tanda serangan Turki terhadap kelompok YPG Kurdi Suriah di wilayah Afrin utara dapat diperpanjang lebih lanjut.

Sejak serangan dari pasukan Turki di Afrin dimulai sembilan hari lalu, ketegangan meningkat antara Turki dan Amerika Serikat (AS) yang telah mendukung YPG di bagian lain Suriah dalam perang melawan ISIS. "Langkah demi langkah kami akan membersihkan seluruh perbatasan kita," kata Erdogan dalam pidatonya, setelah tentara mengatakan telah merebut Jabel Bursaya, sebuah bukit yang menurut media Turki berada dalam posisi kritis beberapa hari ini.

Serangan itu telah menghabiskan waktu lebih dari sepekan bagaimana pun, Turki dan sekutu kelompok pemberontak Suriah hanya melakukan kemajuan sederhana yang berjuang melawan musuh yang mengakar di medan perbukitan. Pasukan Demokratik Suriah yang didukung AS merupakan aliansi milisi di mana YPG adalah yang terkuat, mengatakan pada Ahad sebelumnya ada pertempuran sengit di wilayah tersebut.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan Turki dan kelompok pemberontaknya telah mengambil alih bukit yang menghadap kota utama Azaz di Suriah, yang juga mereka pegang. Observatorium mengatakan serangan udara Turki telah menewaskan tiga orang dalam satu keluarga pada Ahad dini hari waktu setempat di Afrin. Dilaporkan pula pengeboman Turki juga merusak sebuah kuil kuno. [yy/republika]

Erdogan: Turki akan Bersihkan Perbatasan Suriah dari Kurdi


Fiqhislam.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada Ahad (28/1) waktu setempat Turki akan membersihkan seluruh perbatasan Suriah. Ini merupakan sebuah tanda serangan Turki terhadap kelompok YPG Kurdi Suriah di wilayah Afrin utara dapat diperpanjang lebih lanjut.

Sejak serangan dari pasukan Turki di Afrin dimulai sembilan hari lalu, ketegangan meningkat antara Turki dan Amerika Serikat (AS) yang telah mendukung YPG di bagian lain Suriah dalam perang melawan ISIS. "Langkah demi langkah kami akan membersihkan seluruh perbatasan kita," kata Erdogan dalam pidatonya, setelah tentara mengatakan telah merebut Jabel Bursaya, sebuah bukit yang menurut media Turki berada dalam posisi kritis beberapa hari ini.

Serangan itu telah menghabiskan waktu lebih dari sepekan bagaimana pun, Turki dan sekutu kelompok pemberontak Suriah hanya melakukan kemajuan sederhana yang berjuang melawan musuh yang mengakar di medan perbukitan. Pasukan Demokratik Suriah yang didukung AS merupakan aliansi milisi di mana YPG adalah yang terkuat, mengatakan pada Ahad sebelumnya ada pertempuran sengit di wilayah tersebut.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan Turki dan kelompok pemberontaknya telah mengambil alih bukit yang menghadap kota utama Azaz di Suriah, yang juga mereka pegang. Observatorium mengatakan serangan udara Turki telah menewaskan tiga orang dalam satu keluarga pada Ahad dini hari waktu setempat di Afrin. Dilaporkan pula pengeboman Turki juga merusak sebuah kuil kuno. [yy/republika]

Pasukan Kurdi akan Lawan Balik Turki

Pasukan Kurdi akan Lawan Balik Turki


Pasukan Kurdi akan Lawan Balik Turki


Fiqhislam.com - Pasukan Kurdi di Suriah seakan tak mau menyerah pascaserangan pasukan militer Turki. Pasukan Kurdi dilaporkan sedang menyiapkan bala bantuan untuk bergabung dalam pertempuran dari pangkalan mereka di timur laut Suriah. Mereka memiliki ribuan pasukan yang sampai saat ini sedang melawan ISIS.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan telah terjadi serangan balik dari pasukan Kurdi pada Senin malam di Desa Shenkal dan Adamaly.

Sejauh ini pasukan Turki telah mencaplok beberapa desa yang dekat dengan perbatasan dalam tiga hari pertempuran. Adapun total desa di Afrin mecapai 350 desa. Jumlah populasi sekitar 200 ribu jiwa.  Banyak di antaranya akan menjadi pengungsi jika anggota milisi Turki dan Arab mengambil alih kendali. Turki mengharapkan kemenangan lebih cepat di Afrin, Suriah.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan tidak akan mundur dari Afrin. Operasi militer yang diberi nama 'Operation Olive Branch,' itu akan tetap berlanjut.

Turki membutuhkan kemenangan cepat karena secara diplomasi terisolasi dan ada tekanan internasional untuk menghentikan serangan.

Erdogan mengaku telah memiliki pendukung. "Kami telah membahas serangan Afrin dengan teman-trman Rusia kami, kami memilih memiliki kesepakatan dengan mereka," ujarnya dalam pidatonya di Ankara, Turki, dikutip Independent, Selasa (23/1).

Prancis telah meminta sebuah pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB untuk membahas pertempuran di Afrin dan bagian lain di Suriah. Sedangkan Inggris mengatakan akan mencari untuk mencegah meningkatnya eskalasi (bentrokan). [yy/republika]

 

Tags: Kurdi | Turki | Erdogan