2 Jumadil-Awal 1443  |  Senin 06 Desember 2021

basmalah.png

Rusia Sebut AS Ubah Basis Militernya untuk Latih Teroris

Rusia Sebut AS Ubah Basis Militernya untuk Latih Teroris


Fiqhislam.com - Amerika Serikat (AS) telah menjadi tuan rumah kamp pelatihan untuk kelompok militan di Suriah, termasuk mantan pejuang ISIS yang melarikan diri dari Raqqa. Hal itu diungkapkan oleh kepala Staf Umum Rusia, Valery Gerasimov, mengutip data yang diperoleh dari pengawasan udara.

Gerasimov mengatakan pasukan AS secara efektif telah mengubah basis militer mereka di dekat kota al-Tanf di tenggara Suriah menjadi sebuah kamp pelatihan teroris.

"Menurut data satelit dan data surveilans lainnya, regu teroris ditempatkan di sana. Mereka berlatih secara efektif di sana," kata Gerasimov seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (27/12/2017).

Jenderal tersebut juga mengatakan bahwa AS telah menggunakan sebuah kamp pengungsi di timur laut Suriah, di luar kota Al-Shaddadah di provinsi Al-Hasakah, sebagai kamp pelatihan untuk sisa-sisa kelompok ISIS, termasuk yang dievakuasi dari Raqqa, dan militan lainnya.

"Ini basisnya ISIS. Mereka mengubah warna mereka, mengambil nama yang berbeda Tentara Suriah Baru dan lainnya. Mereka ditugaskan untuk mengacaukan situasi," jelas Gerasimov.

Lebih jauh Gerisimov mengungkapkan bahwa sekitar 400 gerilyawan yang meninggalkan Al-Shaddadah untuk Al-Tanf, melancarkan serangan terhadap pasukan Suriah dari tepi timur Sungai Efrat, setelah pasukan ISIS utama disalurkan ke sana.

Basis Al-Tanf terletak 55 km dari zona penyangga anti konflik.

Menurut Gerasimov, saat ini, ada sekitar 750 gerilyawan di Al-Shaddadah dan 350 di Al-Tanf di perbatasan Suriah-Yordania. Ia mengatakan militer Rusia telah menyaksikan pelatihan di markas Al-Tanf untuk beberapa lama.

"Yang paling penting adalah bahwa kita telah melihat militan maju dari sana selama beberapa bulan. Ketika kontrol (pasukan Suriah) longgar, sebanyak 350 gerilyawan meninggalkan daerah tersebut," ungkap Gerasimov, mencatat bahwa kota terdekat Al-Qaryatayn berada di bawah ancaman direbut militan jika pasukan Rusia tidak menghalau serangan tersebut.

"Kami mengambil tindakan tepat waktu mereka telah mengalami kekalahan, kekuatan ini hancur. Ada tawanan dari kamp-kamp ini. Jelas bahwa pelatihan sedang berlangsung di kamp-kamp tersebut," tambahnya.

Ini bukan pertama kalinya Rusia menunjukan kepada Washington bahwa militan bersembunyi di dalam zona penyangga setelah melakukan serangan terhadap pasukan Suriah. Pada bulan Oktober, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov menyebut basis "lubang hitam" seluas 100 km yang dibuat dengan bantuan AS di perbatasan Suriah.

"Alih-alih Angkatan Darat Suriah Baru, kelompok ISIS mobile, seperti boneka jack in the box, melakukan sabotase dan serangan teroris terhadap tentara Suriah dan warga sipil dari sana," katanya.

Ia mencatat bahwa untuk sementara dalih pembuatan basis itu adalah kebutuhan untuk melakukan operasi terhadap ISIS. Namun tidak ada informasi yang tersedia untuk hal ini selama enam bulan pertama keberadaannya. [yy/sindonews]

 

Tags: Rusia | Amerika