25 Rabiul-Akhir 1443  |  Selasa 30 Nopember 2021

basmalah.png

Kelompok Militan Houthi Klaim Mantan Presiden Yaman Tewas

Kelompok Militan Houthi Klaim Mantan Presiden Yaman Tewas


Fiqhislam.com - Stasiun radio di Yaman yang dimiliki oleh Houthi mengatakan bahwa sekutu perang yang kini menjadi musuh mereka, mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, telah terbunuh saat pertempuran menghancurkan ibu kota Sanaa. Namun belum ada konfirmasi lebih lanjut.

Rekaman yang belum diverifikasi yang diedarkan oleh pengguna media sosial Yaman memperlihatkan sesosok jasad yang menyerupai Saleh. Anggota milisi bersenjata membentangkan selimut lalu menutup jasad itu dan berteriak, "Terpujilah Tuhan!" dan "hai Ali Affash!", julukan untuk Ali.

Stasiun radio tersebut mengatakan bahwa stasiun TV resmi Houthi akan segera menyiarkan rekaman yang memperlihatkan jasad Saleh.

Namun pihak Saleh membantah bahwa pemimpin mereka telah terbunuh dan mengatakan bahwa dia masih memimpin pasukan dalam pertempuran sengit di Sanaa yang telah menewaskan sedikitnya 125 orang dan melukai 238 lainnya dalam enam hari, menurut Komite Palang Merah Internasional. Keberadaannya tidak diketahui dan dia tidak tampil di depan umum sejak laporan kematiannya muncul.

Sebelumnya, pasukan Houthi meledakkan rumah Saleh di Sanaa dan mendapat serangan udara pesawat tempur Arab Saudi, kata penduduk.

Serangan udara yang dipimpin Saudi, yang didukung oleh senjata dan intelijen AS dan negara barat lainnya, telah membunuh ratusan warga sipil namun gagal menjamin Presiden Yaman yang diakui secara internasional, Abdul Rabbu Mansour Hadi, dapat leluasa berkuasa tanpa ada serangan.

Kaum loyalis Saleh telah kehilangan tempat tinggal pada hari keenam perang kota yang berat dengan milisi Houthi yang bersekutu dengan Iran di mana korban tewas meningkat dengan cepat di Sanaa.

"Kami mendukung rumah sakit utama di Sanaa yang sangat membutuhkan peralatan perang," kata juru bicara palang merah international Iolanda Jaquemet di Jenewa.

"Kami juga menyumbangkan kantong jenazah ke rumah sakit dan berharap bisa menyumbangkan bahan bakar ke rumah sakit utama karena mereka bergantung pada generator," tambahnya.

Warga Sanaa melaporkan pertempuran sengit berlangsung pada malam dan pagi. Banyak keluarga yang berlindung dengan meringkuk di rumah mereka saat ledakan mengguncang kota tersebut. Serangan udara tersebut bertujuan untuk menyerang Houthi. [yy/okezone]

Tags: Houthi | Yaman