26 Rabiul-Akhir 1443  |  Rabu 01 Desember 2021

basmalah.png

Korsel Luncurkan "Unit Pemenggal" untuk Habisi Pemerintahan Kim Jong-un

Korsel Luncurkan "Unit Pemenggal" untuk Habisi Pemerintahan Kim Jong-un


Fiqhislam.com - Tentara Korea Selatan (Korsel) telah membentuk unit pasukan khusus yang ditujukan untuk menggulingkan Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong –un dalam situasi perang. Berdasarkan laporan surat kabar The Korea Times, pasukan bernama “unit pemenggal” itu beranggotakan sekira 1.000 orang tentara.

Pasukan khusus yang dibentuk dengan mencontoh pasukan khusus Amerika Serikat (AS), US Rangers, Delta Force, SEAL Team Six dan Green Berets itu diumumkan pada Jumat, 1 Desember. “Unit pemenggal” berada di bawah Komando Medan Perang Khusus Korsel.

Tujuan dari  "unit pemenggal " bukan membunuh Kim Jong-un dengan pemenggalan kepala atau cara lain. Nama resmi unit ini sebenarnya belum diputuskan. Berdasarkan keterangan seorang sumber militer Korsel, pembentukan pasukan khusus itu menunjukkan ketegasan Korsel untuk  menyingkirkan sejumlah pejabat penting pemerintah Korut dan menghancurkan fasilitas nuklir dan rudal mereka.

Militer Korsel rencananya meresmikan dan meluncurkan pasukan khusus tersebut pada 2019, tetapi situasi yang berkembang menyusul peluncuran rudal balistik Korut memaksa rencana itu dipercepat. Diwartakan RT, Senin (4/12/2017), “unit pemenggal” pertama kali disebutkan oleh Menteri Pertahanan Korsel, Song Yong-Moo pada September, setelah Korut melakukan uji coba nuklir keenamnya.

Unit pasukan khusus tersebut bukan satu-satunya taktik yang diumumkan militer Korsel untuk mempertahankan diri menghadapi ancaman Korut. Pada Jumat, angkatan udara Negeri Ginseng juga mengumumkan pembentukan unit intelijen, pengawasan, dan pengintaian yang lebih besar. Unit tersebut akan ditugaskan untuk memantau aktivitas Korut sepanjang waktu dan bekerja sama erat dengan AS.

Kabar mengenai peluncuran pasukan khusus Korsel tersebut muncul beberapa hari setelah Pyongyang meluncurkan rudal balistik antarbenua Hwasong-15. Rudal yang diluncurkan pada 29 November itu diklaim dapat menjangkau wilayah daratan AS.

Peluncuran rudal balistik tersebut mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk Korsel yang menyebut tindakan rezim Kim Jong-un sebagai provokasi sembrono yang meningkatkan ketegangan di kawasan. [yy/okezone]