30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Mahathir Mohammad Bantah Hina Suku Bugis

Mahathir Mohammad Bantah Hina Suku Bugis


Fiqhislam.com - Mantan perdana menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad membantah menghina keseluruhan keturunan Suku Bugis dalam ucapannya ketika perhimpunan anti-Kleptokrasi Sabtu lalu. Sebagaimana dilansir MalaysiaKini, Sabtu (21/10) berbicara di hadapan 2.000 pendukungnya di Alor Setar Jumat (20/10) malam, Mahathir berkata pernyataan yang dibuatnya hanya merujuk kepada 'perampok yang mencuri uang rakyat'.

"Saya tak hina orang Bugis, orang Bugis ada yang baik, tapi perampok pun ada juga. Salahkah bilang begitu. Apakah orang Bugis tidak berkata kalangan orang Bugis tak ada perampok, ada," kata Mahathir dalam ucapan di majelis rapat umum di Dataran Stargate di Alor Setar itu pula.

Mahathir yang juga Pengurus Pakatan Harapan saat Himpunan Sayangi Malaysia, Hapuskan Kleptokrasi di Padang Timur, Sabtu lalu, dilaporkan menyebut Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak, mungkin berasal dari 'lanun Bugis' yang sesat ke Malaysia dan memintanya balik ke Bugis. Pernyataan Mahathir itu, membuat Persatuan Perpaduan Rumpun Bugis Melayu Malaysia (PPRBMM) protes di hadapan Yayasan Kepemimpinan Perdana 18 oktober lalu.

Mereka mendesak Mahathir meminta maaf dan menarik kembali pernyataannya yang mengatakan Bugis sebagai 'lanun'. "Tetapi, orang itu demo pada hari Deepavali. Hari itu kantor saya tutup," katanya pula. [yy/republika]

Mahathir Mohammad Bantah Hina Suku Bugis


Fiqhislam.com - Mantan perdana menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad membantah menghina keseluruhan keturunan Suku Bugis dalam ucapannya ketika perhimpunan anti-Kleptokrasi Sabtu lalu. Sebagaimana dilansir MalaysiaKini, Sabtu (21/10) berbicara di hadapan 2.000 pendukungnya di Alor Setar Jumat (20/10) malam, Mahathir berkata pernyataan yang dibuatnya hanya merujuk kepada 'perampok yang mencuri uang rakyat'.

"Saya tak hina orang Bugis, orang Bugis ada yang baik, tapi perampok pun ada juga. Salahkah bilang begitu. Apakah orang Bugis tidak berkata kalangan orang Bugis tak ada perampok, ada," kata Mahathir dalam ucapan di majelis rapat umum di Dataran Stargate di Alor Setar itu pula.

Mahathir yang juga Pengurus Pakatan Harapan saat Himpunan Sayangi Malaysia, Hapuskan Kleptokrasi di Padang Timur, Sabtu lalu, dilaporkan menyebut Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak, mungkin berasal dari 'lanun Bugis' yang sesat ke Malaysia dan memintanya balik ke Bugis. Pernyataan Mahathir itu, membuat Persatuan Perpaduan Rumpun Bugis Melayu Malaysia (PPRBMM) protes di hadapan Yayasan Kepemimpinan Perdana 18 oktober lalu.

Mereka mendesak Mahathir meminta maaf dan menarik kembali pernyataannya yang mengatakan Bugis sebagai 'lanun'. "Tetapi, orang itu demo pada hari Deepavali. Hari itu kantor saya tutup," katanya pula. [yy/republika]

Ratusan Warga Bugis Demo di Rumah Mahathir Mohamad

Ratusan Warga Bugis Demo di Rumah Mahathir Mohamad


Ratusan Warga Bugis Demo di Rumah Mahathir Mohamad


Fiqhislam.com - Lebih dari 200 anggota Persatuan Perpaduan Rumpun Bugis Melayu Malaysia (PRBM) melakukan unjuk rasa ke rumah mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Mahathir Mohamad di Yayasan Kepemimpinan Perdana, Putrajaya, Rabu (18/10). Mereka memprotes pidato Mahathir tentang suku Bugis.

Wakil Presiden PRBM Tasman Matto, dalam pernyataannya ke media mengatakan pidato Mahathir Mohamad yang menyebut Bugis sebagai lanun, menyakitkan hati dan menyedihkan bagi seluruh masyarakat Bugis di Malaysia yang berjumlah sekitar satu juta orang.

Tasman mengatakan unjuk rasa mewakili masyarakat Bugis dari sejumlah negara bagian tersebut untuk membuat bantahan dan menuntut supaya Mahathir Mohamad menarik kembali pernyataannya.

Dalam acara yang digelar oleh Himpunan Rakyat Sayangi Malaysia pada Sabtu, 14 Oktober 2017 malam Mahathir Mohamad menyebutkan keturunan Bugis sebagai orang lanun atau perampok. Pernyataan tersebut diungkapkan Mahathir untuk menyinggung lawan politiknya Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak.

"Mungkin kerana (karena) dia berasal dari lanun Bugis. Entah macam mana dia sesat sampai ke Malaysia. Pergi baliklah ke Bugis," kata Mahathir.

Tasman mengatakan sebagai negarawan dan bekas pemimpin negara, Mahathir tidak sepatutnya mengeluarkan pernyataan demikian. "Soal ras jangan kita bangkitkan kalau mau Malaysia terus maju, keamanan perlu kita jaga. Soal politik itu adalah ideologi masing-masing, tidak perlu kita campuradukkan. Jangan khianati keamanan ini," katanya.

Dia mengatakan pernyataan tersebut tidak hanya menyinggung masyarakat Bugis di negara ini, tetapi juga negara lain seperti di Indonesia. Sebelumnya, Persatuan Bugis Johor juga membuat laporan ke polisi supaya mengambil tindakan terhadap ucapan Tun Dr Mahathir Mohamad yang dinilai menghina dan rasialis.

Ketua Persatuan Bugis Johor, Datuk Awang Mohamad mengatakan penyebutan Bugis itu lanun melukai masyarakat Bugis di Malaysia dan Nusantara. [yy/republika]