25 Syawal 1443  |  Jumat 27 Mei 2022

basmalah.png

Jurnalis yang Investigasi Panama Papers Tewas Dibom


Fiqhislam.com - Daphne Caruana Galizia, jurnalis yang melakukan investigasi soal Panama Papers khususnya terkait korupsi di Malta, tewas dalam ledakan bom mobil tak jauh dari kediamannya pada Senin, 16 Oktober 2017 di Malta. Mobil Peugeot 108 miliknya tersebut meledak pada saat Galizia sedang berada di dalam.

Ledakan itu menyebabkan mobil sang jurnalis hancur dan terpencar menjadi beberapa bagian. Galizia juga dikenal sebagai blogger yang mengkhususkan tulisannya pada kasus-kasus korupsi. Oleh laman Politico, dia disebut sebagai "wanita Wikileaks".

Tulisan terbarunya adalah soal kasus yang menjerat Perdana Menteri Malta, Joseph Muscat dan dua orang pejabat yang merupakan tangan kanan si PM terkait perusahaan minyak lepas pantai dan pemerintah Azerbaijan.

Hingga saat ini belum ada pihak yang ditahan maupun kelompok yang disebut bertanggung jawab atas ledakan mobil yang menewaskan Galizia itu sebagaimana dikutip dari laman the Guardian.

Sementara Presiden Malta menyampaikan komentar resmi soal pengeboman mobil tersebut. "Pada saat seperti ini perlu setiap pihak tenang dan tidak saling menuduh satu dengan lainnya. Mari kita tunjukkan solidaritas," kata Presiden Malta, Marie-Louise Coleiro Preca.

Menurut media lokal, Galizia 15 hari lalu melaporkan kepada polisi soal ancaman pembunuhan yang dia terima. Terakhir, dia mempublikasikan tulisan di blog-nya pada pukul 02.35 sementara ledakan tersebut terjadi sekitar lewat pukul 03.00 waktu setempat.

Selama 2 tahun terakhir, tulisan Galizia difokuskan pada pengungkapan kasus Panama Papers yang diketahui berisi 11,5 m dokumen yang bocor dari web internal kantor hukum Mossack Fonseca. Bocoran data itu didapatkan oleh koran Jerman  Süddeutsche Zeitung dan kemudian dibagikan kepada mitra-mitra medianya yang tergabung dalam International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) Washington termasuk the Guardian.

Diketahui bahwa putra Daphne Galizia yaitu Matthew Caruana Galizia juga bekerja sebagai jurnalis sekaligus programer untuk ICIJ. [yy/viva]