30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Saudi Bongkar Rencana ISIS Serang Kementerian Pertahanan

Saudi Bongkar Rencana ISIS Serang Kementerian Pertahanan


Fiqhislam.com - Arab Saudi membongkar jaringan ISIS di ibu kota Riyadh. Anggota ISIS itu dikabarkan berencana melancarkan serangan bunuh diri terhadap kementerian pertahanan.

"Dua gerilyawan tewas dan lima lagi ditangkap dalam serangan di tiga tempat pada Rabu," kata sumber resmi dari pihak keamanan negara itu dalam pernyataan di saluran televisi pemerintah, Kamis (9/6)

Sejumlah serangan bom dan penembakan mematikan dilancarkan gerilyawan terhadap pasukan keamanan dan masyarakat muslim Syiah di Arab Saudi. ISIS selama beberapa tahun belakangan mengecam pemimpin kerajaan sekutu Barat dan penghasil terbesar minyak dunia itu.

Kelompok ekstrem ini menuduh kerajaan tersebut menyimpang dari hukum Islam dan membela kepentingan Amerika Serikat, yang adalah musuh mereka.

Dalam penggerebekan, seorang pelaku bom bunuh diri di Distrik al-Rimal, Riyadh timur,  meledakkan rompi peledaknya. Ia meledakkan diri setelah pasukan keamanan mengepung sebuah rumah yang digunakan untuk membuat rompi bunuh diri dan meracik bahan peledak.

"Seorang gerilyawan lain tewas oleh pasukan keamanan setelah bersembunyi dengan membawa senjata api di sebuah apartemen di distrik al-Namar," kata sumber.

Serangan ketiga terjadi di sebuah kandang kuda di al-Ghanamia, Riyadh selatan. Menurut pernyataan itu, tempat tersebut telah digunakan sebagai sebuah markas utama.

Televisi pemerintah setempat melaporkan dalam gambar video ketika pasukan keamanan menyita senjata api dan bahan pembuat bom, dengan latar mobil yang terbakar dan sebuah bangunan yang rusak, tempat seorang gerilyawan meledakkan dirinya. Para tersangka tidak diketahui jatidirinya.

Pasukan keamanan menutup beberapa daerah di Riyadh pada Rabu, dan video yang dibagikan secara berjaringan memperlihatkan segumpal asap membumbung naik dari sebuah lokasi.

Rencana untuk menyerang kementerian pertahanan terungkap pada bulan lalu, diduga melibatkan dua warga Yaman dan dua warga Saudi. Sumber keamanan Saudi mengatakan bahwa salah satu dari tersangka ditahan itu adalah anggota gerakan bersenjata Houthi, yang terlibat perang di Yaman. [yy/republika]

Saudi Bongkar Rencana ISIS Serang Kementerian Pertahanan


Fiqhislam.com - Arab Saudi membongkar jaringan ISIS di ibu kota Riyadh. Anggota ISIS itu dikabarkan berencana melancarkan serangan bunuh diri terhadap kementerian pertahanan.

"Dua gerilyawan tewas dan lima lagi ditangkap dalam serangan di tiga tempat pada Rabu," kata sumber resmi dari pihak keamanan negara itu dalam pernyataan di saluran televisi pemerintah, Kamis (9/6)

Sejumlah serangan bom dan penembakan mematikan dilancarkan gerilyawan terhadap pasukan keamanan dan masyarakat muslim Syiah di Arab Saudi. ISIS selama beberapa tahun belakangan mengecam pemimpin kerajaan sekutu Barat dan penghasil terbesar minyak dunia itu.

Kelompok ekstrem ini menuduh kerajaan tersebut menyimpang dari hukum Islam dan membela kepentingan Amerika Serikat, yang adalah musuh mereka.

Dalam penggerebekan, seorang pelaku bom bunuh diri di Distrik al-Rimal, Riyadh timur,  meledakkan rompi peledaknya. Ia meledakkan diri setelah pasukan keamanan mengepung sebuah rumah yang digunakan untuk membuat rompi bunuh diri dan meracik bahan peledak.

"Seorang gerilyawan lain tewas oleh pasukan keamanan setelah bersembunyi dengan membawa senjata api di sebuah apartemen di distrik al-Namar," kata sumber.

Serangan ketiga terjadi di sebuah kandang kuda di al-Ghanamia, Riyadh selatan. Menurut pernyataan itu, tempat tersebut telah digunakan sebagai sebuah markas utama.

Televisi pemerintah setempat melaporkan dalam gambar video ketika pasukan keamanan menyita senjata api dan bahan pembuat bom, dengan latar mobil yang terbakar dan sebuah bangunan yang rusak, tempat seorang gerilyawan meledakkan dirinya. Para tersangka tidak diketahui jatidirinya.

Pasukan keamanan menutup beberapa daerah di Riyadh pada Rabu, dan video yang dibagikan secara berjaringan memperlihatkan segumpal asap membumbung naik dari sebuah lokasi.

Rencana untuk menyerang kementerian pertahanan terungkap pada bulan lalu, diduga melibatkan dua warga Yaman dan dua warga Saudi. Sumber keamanan Saudi mengatakan bahwa salah satu dari tersangka ditahan itu adalah anggota gerakan bersenjata Houthi, yang terlibat perang di Yaman. [yy/republika]

Beli Paket Sistem Anti-Rudal THAAD dari AS, Arab Saudi Bayar Rp202,5 Triliun

Beli Paket Sistem Anti-Rudal THAAD dari AS, Arab Saudi Bayar Rp202,5 Triliun


Beli Paket Sistem Anti-Rudal THAAD dari AS, Arab Saudi Bayar Rp202,5 Triliun


Fiqhislam.com - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) telah menyetujui penjualan paket sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) ke Arab Saudi. Harga penjualannya mencapai sekitar USD15 miliar atau Rp202,5 triliun.

“Penjualan yang diusulkan akan mendukung kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Amerika Serikat dengan memperbaiki keamanan sebuah negara yang bersahabat dan tidak akan mengubah keseimbadangan militer sar di wilayah tersebut,” kata Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan Pentagon dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters, Sabtu (7/10/2017).

Kontraktor utama sistem senjata THAAD AS adalah Lockheed Martin Co (LMT.N) dan Raytheon Co (RTN.N).

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan, penjualan tersebut merupakan bagian dari megakesepakatan penjualan senjata senilai USD110 miliar dengan Arab Saudi yang diumumkan Presiden Trump ketika lawatan perdananya ke Riyadh pada bulan Mei lalu.

“Penjualan THAAD akan melanjutkan keamanan nasional dan kepentingan kebijakan luar negeri AS dan mendukung keamanan jangka panjang Arab Saudi dan kawasan Teluk dalam menghadapi ancaman regional, Iran dan lainnya,” kata pejabat tersebut yang berbicara dalam kondisi anonim. [yy/okezone]

Arab Saudi Sepakat Beli Sistem Pertahanan S-400 Milik Rusia

Arab Saudi Sepakat Beli Sistem Pertahanan S-400 Milik Rusia


Arab Saudi Sepakat Beli Sistem Pertahanan S-400 Milik Rusia


Fiqhislam.com - Kunjungan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al Saud, ke Moskow ditandai dengan kesepakatan pembelian sistem pertahanan S-400 yang dikembangkan Rusia. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh stasiun televisi milik Pemerintah Arab Saudi, al Arabiya.

Industri Militer Arab Saudi (SAMI) mengatakan, kedua negara juga menandatangani dokumen nota kesepahaman (MoU) terkait kerjasama pertahanan. Rusia setuju untuk membantu Kerajaan Arab Saudi dalam upaya mengembangkan industri militer dalam negeri.

Diwartakan Reuters, Jumat (6/10/2017), MoU tersebut meliputi kontrak ekspor persenjataan oleh perusahaan Rosoboronexport. Perusahaan milik Pemerintah Rusia untuk menandatangani kontrak untuk penyediaan S-400, sistem Kornet-EM, TOS-1A, AGS-30, dan senapan Kalashnikov AK-103.

Dalam pernyataannya, SAMI mengatakan bahwa pengadaan persenjataan tersebut didasarkan pada jaminan dari pihak Rusia untuk mentransfer teknologi dan melokalisasi manufaktur serta pemeliharaan sistem persenjataan di Kerajaan Arab Saudi. Namun, tidak disebutkan pasti berapa lama kontrak pengadaan senjata tersebut berlaku.

Dilansir TASS, dokumen MoU itu ditandatangani oleh CEO Rosoboronexport Alexander Mikheyev dan Ketua Dewan Direksi Industri Militer Saudi Ahmad al Khateeb. Kesepakatan-kesepakatan lainnya juga terjalin selama kunjungan Raja Salman bin Abdulaziz ke Rusia pada 5-8 Oktober.

Sebagai informasi, sistem S-400 Triumf (SA-21 Glower) adalah sistem pertahanan anti-pesawat dan anti-rudal paling mutakhir yang dikembangkan Rusia. Sistem tersebut mampu mencegat semua tipe persenjataan udara modern, tak terkecuali pesawat tempur generasi terbaru. S-400 juga mampu menghalau segala jenis rudal balistik dan jelajah dengan radius mencapai 250 mil.

Senjata dahsyat tersebut diproduksi oleh Almaz-Antey, perusahaan pertahanan ternama Rusia. S-400 mulai dikembangkan pada 1990-an dan pertama kali diuji coba pada 1999 di Astrakhan. Pengembangan sempat molor sehingga militer Rusia baru menggunakannya pada 2007. [yy/okezone]

 

Tags: Saudi | ISIS