14 Jumadil-Akhir 1443  |  Senin 17 Januari 2022

basmalah.png

BERITA INTERNASIONAL

AS Akan Respon Pengusiran Diplomat oleh Rusia pada 1 September

AS Akan Respon Pengusiran Diplomat oleh Rusia pada 1 September


Fiqhislam.com - Amerika Serikat (AS) menyatakan, mereka akan memberikan respon atas keputusan Rusia "mengusir" ratusan diplomat AS yang bertugas di Rusia pada tanggal 1 September mendatang. Awal September adalah batas waktu yang diberikan Moskow kepada Washington untuk menarik diplomat mereka.

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson menyatakan, ia sudah menyampaikan hal ini kepada Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Keduanya bertemu di sela-sela forum regional ASEAN yang berlangsung kemarin.

"Saya mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Rusia, bahwa kami belum membuat keputusan tentang bagaimana kita menanggapi permintaan Rusia untuk menarik personil diplomatik AS," kata Tillerson, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (7/8).

"Saya mengajukan beberapa pertanyaan klarifikasi, hanya untuk menggambarkan pemikiran di balik catatan diplomatik yang kami terima. Tapi, saya katakan kepada mereka bahwa kami akan merespons pada tanggal 1 September," sambungnya.

Sebelumnya diwartakan, Presiden Vladimir Putin "mengusir" 755 diplomat AS dari Rusia sebagai balasan atas sanksi terbaru yang dijatuhkan pemerintah Presiden Donald Trump. Putin memperingatkan bahwa hubungan Washington dan Moskow bisa macet dalam waktu yang lama.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kemudian mengatakan, Washington akan memilih sendiri staf diplomatik mana di Rusia yang akan dipulangkan. Peskov menyatakan pengurangan ini juga berlaku bagi warga Rusia yang bekerja di kedubes AS.

"Warga Rusia yang bekerja untuk kedutaan Amerika bisa menjadi salah satu dari 755 staf yang harus keluar, begitu pula diplomat AS," kata Peskov beberapa waktu lalu. [yy/sindonews]

AS Akan Respon Pengusiran Diplomat oleh Rusia pada 1 September


Fiqhislam.com - Amerika Serikat (AS) menyatakan, mereka akan memberikan respon atas keputusan Rusia "mengusir" ratusan diplomat AS yang bertugas di Rusia pada tanggal 1 September mendatang. Awal September adalah batas waktu yang diberikan Moskow kepada Washington untuk menarik diplomat mereka.

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson menyatakan, ia sudah menyampaikan hal ini kepada Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Keduanya bertemu di sela-sela forum regional ASEAN yang berlangsung kemarin.

"Saya mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Rusia, bahwa kami belum membuat keputusan tentang bagaimana kita menanggapi permintaan Rusia untuk menarik personil diplomatik AS," kata Tillerson, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (7/8).

"Saya mengajukan beberapa pertanyaan klarifikasi, hanya untuk menggambarkan pemikiran di balik catatan diplomatik yang kami terima. Tapi, saya katakan kepada mereka bahwa kami akan merespons pada tanggal 1 September," sambungnya.

Sebelumnya diwartakan, Presiden Vladimir Putin "mengusir" 755 diplomat AS dari Rusia sebagai balasan atas sanksi terbaru yang dijatuhkan pemerintah Presiden Donald Trump. Putin memperingatkan bahwa hubungan Washington dan Moskow bisa macet dalam waktu yang lama.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kemudian mengatakan, Washington akan memilih sendiri staf diplomatik mana di Rusia yang akan dipulangkan. Peskov menyatakan pengurangan ini juga berlaku bagi warga Rusia yang bekerja di kedubes AS.

"Warga Rusia yang bekerja untuk kedutaan Amerika bisa menjadi salah satu dari 755 staf yang harus keluar, begitu pula diplomat AS," kata Peskov beberapa waktu lalu. [yy/sindonews]

AS pada Rusia: Campur Tangan Saat Pemilu Timbulkan Ketidakpercayaan

AS pada Rusia: Campur Tangan Saat Pemilu Timbulkan Ketidakpercayaan


AS pada Rusia: Campur Tangan Saat Pemilu Timbulkan Ketidakpercayaan


Fiqhislam.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson menyatakan, keputusan Rusia untuk turut campur tangan dalam pemilu AS telah menyebabkan krisis kepercayaan. Hal itu disampaikan Tillerson saat bertemu Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di sela-sela forum regional ASEAN di Manila, Filipina.

"Campur tangan Rusia dalam pemilu tentu merupakan kejadian serius. Kami membicarakan hal itu dalam diskusi yang kami miliki dengan Lavrov, kemarin," ucap Tillerson, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (7/8).

"Kami mencoba membantu mereka memahami betapa serius kejadian ini, dan betapa seriusnya hal itu merusak hubungan antara AS, warga AS, dan rakyat Rusia, bahwa ini telah menciptakan ketidakpercayaan yang serius, dan kita harus menemukan jalan untuk menyelesaikan hal tersebut," sambungnya.

Rusia sendiri sejatinya telah membantah tudingan turut campur dalam pemilu AS pada akhir tahun lalu. Bantahan tersebut bahkan langsung disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin saat bertemu Presiden AS Donal Trump di sela-sela pertemuan G-20 di Jerman beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Tillerson di kesempatan yang sama mengatakan, dia juga telah memperingatkan Lavrov bahwa Washington akan memutuskan dalam waktu dekat respon atas keputusan Kremlin untuk memerintahkan AS mengurangi staf diplomatik mereka di Rusia. [yy/sindonews]

 

Tags: Diplomat | Rusia