22 Rabiul-Akhir 1443  |  Sabtu 27 Nopember 2021

basmalah.png

Ratusan Diplomat AS Diminta Tinggalkan Rusia

Ratusan Diplomat AS Diminta Tinggalkan Rusia


Fiqhislam.com - Ratusan diplomat dan staf perwakilan AS di Rusia diminta meninggalkan Rusia dalam waktu sebulan mendatang, sebagai protes atas sanksi ekonomi yang disahkan Parlemen AS.

Bloomberg.com mengabarkan Jumat (28/7/2017), permintaan itu dipasang dikeluarkan Pemerintah Moscow, setelah Senat AS menelurkan RUU sanksi ekonomi bagi Rusia. RUU yang disahkan sehari sebelumnya itu kini berada di meja Presiden Donald Trump untuk ditanda tangani.

"Kami tidak menutup mata pada sentimen Russophobia para anggota parlemen AS,'' kata Wakil Menlu Rusia Sergei Ryabkov. Lebih lanjut, pejabat tinggi Rusia mengancam Moscow akan melakukan balasan apabila AS mengambil langkah lanjutan.

Dalam laman resminya, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan akan mengurangi jumlah diplomat AS hingga 455 orang saja. "Sama jumlahnya dengan diplomat kita di AS," lanjut pernyataan tadi. "Sekarang ini, lebih banyak diplomat AS yang tinggal di Rusia daripada diplomat kami di AS," kata Vyacheslav Nikolov, seorang anggota parlemen senior Rusia. "AS harus memulangkan 30 orang diplomatnya lagi," sambungnya.

Juru Bicara Pemerintah Rusia, Dmitry Peskov mengungkapkan, Presiden Putin tidak mau menunggu reaksi Presiden Trump mengenai sanksi ekonomi itu. "Tampaknya keputusan Senat AS sudah hampir final dan berdampak besar," kata Dmitry Peskov.

Sementara itu, Konstantin Kosachyov, ketua Komite Urusan Internasional Rusia, menyatakan bahwa "Kami telah berupaya untuk menyelamatkan hubungan Rusia-AS dari kehancuran. Dan yang terjadi malah sebaliknya," kata Konstantin dalam akun Facebooknya.

Sementara itu, seorang pejabat Gedung Putih tak mau berkomentar, apakah Presiden Trump bakal menanda tangani RUU sanksi ekonomi terhadap Rusia yang kini berada di meja kerja. "Masih diteliti lagi," katanya seraya menegaskan, Presiden Trump telah menanda tangani sanksi ekonomi yang sama pada tiga negara lainnya.

Bila Trump tidak bersedia meneken RUU sanksi Rusia itu, maka orang nomor satu AS itu bakal terbongkar kedoknya bahwa ia memang cenderung membela Rusia. Sebaliknya bila RUU itu diteken, maka persahabatannya dengan Presiden Vladimir Putin yang selama ini dibangun, akan kandas. [yy/inilah]

Tags: Diplomat