20 Jumadil-Akhir 1443  |  Minggu 23 Januari 2022

basmalah.png
BERITA INTERNASIONAL

Pasukan Irak Klaim Sudah Menguasai Penuh Kota Mosul

Pasukan Irak Klaim Sudah Menguasai Penuh Kota Mosul


Fiqhislam.com - Pasukan keamanan Irak pada Sabtu terus mendesak sisa anggota ISIS ke dalam kantung kecil di Kota Tua di tepi Sungai Tigris, saat tentara merebut kembali daerah baru di sisi barat Mosul, kata militer Irak.

Polisi federal membebaskan Permukiman Bab At-Toub dan daerah komersial yang berdampingan, Souq As-Saghah, setelah bentrokan sengit dengan petempur garis keras di kota tua tersebut, kata Abdul-Amir Yarallah dari Komando Operasi Gabungan (JOC) dalam satu pernyataan singkat.

Divisi Lapis Baja Ke-9 Angkatan Darat membebaskan Daerah Daka-Baraka dan satu masjid dari petempur ISIS di bagian utara sisa daerah kantung yang dikuasai ISIS di sepanjang Sungai Tigris, kata Yarallah di dalam satu pernyataan.

Pada Sabtu (8/7) pagi, Juru Bicara JOC Brigadir Jenderal Yahya Rasoul mengatakan kepada wartawan pasukan Irak sepenuhnya menguasai Kota Tua tersebut, kendati bentrokan sporadis terjadi di beberapa kantung di berbagai bagian permukiman yang membentang di tepi Sungai Tigris.

Pertempuran di Kota Tua itu bertambah sengit saat pasukan Irak mendesak petempur garis keras ke dalam jalur darat di sepanjang tepi Sungai Tigris. Petempur yang putus-asa telah meningkatkan serangan bunuh diri dan melakukan perlawanan kuat yang memperlambat kemajuan tentara dalam beberapa hari belakangan.

Dan ada banyak bom pinggir jalan serta gedung yang dipasangi jebakaran, selain penembak gelap ISIS yang mengambil posisi di gedung dan lorong sempit di permukiman yang padat penghuni, tempat ribuan warga sipil masih hidup di bawah kekuasaan IS.

"Pasukan kami terus bergerak maju membebaskan bagian terakhir Kota Tua tersebut," kata Rasoul.

Satu sumber dari pasukan Dinas Kontra-Terorisme (CTS) mengatakan kepada Xinhua "hanya tersisa beberapa meter buat tentara untuk mencapai tepi barat Sungai Tigris dan kelompok Da'esh (IS) telah kehilangan banyak anggota selama hari itu".

Pasukan keamanan telah mengungsikan ratusan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak dari medan tempur, kata sumber tersebut. Ia mengatakan, "Apa yang memperpanjang bentrokan ialah upaya militer untuk menyelamatkan warga yang tak bersalah."

Dua hari sebelumnya, Koordinator Kemanusiaan PBB di Irak Lisa Grande mengatakan kepada wartawan bahwa sebanyak 20 ribu orang masih terjebak di daerah kantung yang dikuasai ISIS di Kota Tua Mosul.

"Perkiraan kami pada tahap ini ialah di daerah kantung terakhir Kota Tua, mungkin ada sebanyak 15.000 warga sipil, bahkan mungkin sebanyak 20 ribu orang," kata Grande.

Mosul, 400 kilometer di sebelah utara Ibu Kota Irak, Baghdad, dikuasai ISIS sejak Juni 2014, ketika pasukan pemerintah meninggalkan senjata mereka dan menyelamatkan diri, sehingga anggota ISIS bisa merebut banyak bagian Irak Utara dan Barat. [yy/republika]

Pasukan Irak Klaim Sudah Menguasai Penuh Kota Mosul


Fiqhislam.com - Pasukan keamanan Irak pada Sabtu terus mendesak sisa anggota ISIS ke dalam kantung kecil di Kota Tua di tepi Sungai Tigris, saat tentara merebut kembali daerah baru di sisi barat Mosul, kata militer Irak.

Polisi federal membebaskan Permukiman Bab At-Toub dan daerah komersial yang berdampingan, Souq As-Saghah, setelah bentrokan sengit dengan petempur garis keras di kota tua tersebut, kata Abdul-Amir Yarallah dari Komando Operasi Gabungan (JOC) dalam satu pernyataan singkat.

Divisi Lapis Baja Ke-9 Angkatan Darat membebaskan Daerah Daka-Baraka dan satu masjid dari petempur ISIS di bagian utara sisa daerah kantung yang dikuasai ISIS di sepanjang Sungai Tigris, kata Yarallah di dalam satu pernyataan.

Pada Sabtu (8/7) pagi, Juru Bicara JOC Brigadir Jenderal Yahya Rasoul mengatakan kepada wartawan pasukan Irak sepenuhnya menguasai Kota Tua tersebut, kendati bentrokan sporadis terjadi di beberapa kantung di berbagai bagian permukiman yang membentang di tepi Sungai Tigris.

Pertempuran di Kota Tua itu bertambah sengit saat pasukan Irak mendesak petempur garis keras ke dalam jalur darat di sepanjang tepi Sungai Tigris. Petempur yang putus-asa telah meningkatkan serangan bunuh diri dan melakukan perlawanan kuat yang memperlambat kemajuan tentara dalam beberapa hari belakangan.

Dan ada banyak bom pinggir jalan serta gedung yang dipasangi jebakaran, selain penembak gelap ISIS yang mengambil posisi di gedung dan lorong sempit di permukiman yang padat penghuni, tempat ribuan warga sipil masih hidup di bawah kekuasaan IS.

"Pasukan kami terus bergerak maju membebaskan bagian terakhir Kota Tua tersebut," kata Rasoul.

Satu sumber dari pasukan Dinas Kontra-Terorisme (CTS) mengatakan kepada Xinhua "hanya tersisa beberapa meter buat tentara untuk mencapai tepi barat Sungai Tigris dan kelompok Da'esh (IS) telah kehilangan banyak anggota selama hari itu".

Pasukan keamanan telah mengungsikan ratusan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak dari medan tempur, kata sumber tersebut. Ia mengatakan, "Apa yang memperpanjang bentrokan ialah upaya militer untuk menyelamatkan warga yang tak bersalah."

Dua hari sebelumnya, Koordinator Kemanusiaan PBB di Irak Lisa Grande mengatakan kepada wartawan bahwa sebanyak 20 ribu orang masih terjebak di daerah kantung yang dikuasai ISIS di Kota Tua Mosul.

"Perkiraan kami pada tahap ini ialah di daerah kantung terakhir Kota Tua, mungkin ada sebanyak 15.000 warga sipil, bahkan mungkin sebanyak 20 ribu orang," kata Grande.

Mosul, 400 kilometer di sebelah utara Ibu Kota Irak, Baghdad, dikuasai ISIS sejak Juni 2014, ketika pasukan pemerintah meninggalkan senjata mereka dan menyelamatkan diri, sehingga anggota ISIS bisa merebut banyak bagian Irak Utara dan Barat. [yy/republika]

Mosul Jatuh, Ini Taktik Putus Asa ISIS

Mosul Jatuh, Ini Taktik Putus Asa ISIS


Mosul Jatuh, Ini Taktik Putus Asa ISIS


Fiqhislam.com - Seorang pembesar militer AS dalam operasi merebut Mosul dari ISIS, Brigjen Robert Sofge, mengungkapkan para militan ISIS melancarkan taktik membaur dengan pengungsi.

Mereka mencukur janggut mereka dan ganti baju. Sedangkan yang lainnya berpura-pura mati tetapi begitu pasukan Irak mendekat, mereka langsung meledakkan rompi bom bunuh dirinya.

Para wanita mereka meledakkan diri di tengah kerumuman pengungsi, sambung sang jenderal.

"Mereka sebanyak mungkin menciptakan kerusakan sebisa mereka selama hari-hari terakhirnya," kata Sofge seperti dikutip AFP.

Pasukan khusus Irak, Dinas Kontra Terorisem (CTS), yang menjadi ujung tombak operasi ke Mosul, mengungkapkan bahwa para militan hanya bisa bertahan di area sepanjang 100-150 meter dan lebar 300 meter.

"Akhir pertempuran sudah dekat, saya bisa bilang dua hari lagi," kata komandan CTS Abdel Ghani al-Assadi.

Perang merebut Mosul mulai dilancarkan pada 17 Oktober 2016. Pertempuran berubah menyulitkan ketika pasukan Irak memasuki daerah-daerah sempit dan padat penduduk di sektor Kota Tua.

Di sini, ISIS menyebar ranjau dan bom. "Musuh menyebarkan IED (bom mobil) di segala penjuru, di segala sudut," kata Sofge.

Kemenangan terakhir di Mosul akan menandai tonggak heroistis dari pasukan keamanan Irak yang sempat ambruk ketika ISIS merajalela di Irfak pada 2014, demikian AFP. [yy/antaranews]

 

Tags: Mosul | ISIS