30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Netanyahu Serukan PBB Bubarkan Badan Pengungsi Palestina

Netanyahu Serukan PBB Bubarkan Badan Pengungsi Palestina


Fiqhislam.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyerukan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menutup badan bantuan pengungsi Palestina. Netanyahu menyebut lembaga itu bertanggung jawab atas penghasutan terhadap negara Yahudi itu.

Seperti dilansir AFP, Senin (12/6/2017), Netanyahu menyatakan dirinya mengangkat isu itu saat Duta Besar AS untuk PBB, Nicky Haley, berkunjung ke Israel. Haley sendiri menuding PBB cenderung menentang Israel.

"Saya memberitahunya (Haley) pada saat itu, bahwa waktunya telah tiba untuk PBB mempertimbangkan keberlangsungan UNRWA," ucap Netanyahu seperti disampaikan kantor PM Israel, merujuk pada Badan Kesejahteraan dan Pemulihan PBB (UNRWA).

Disebutkan Netanyahu bahwa jutaan pengungsi di dunia ini ditangani oleh kantor Komisioner Tinggi Pengungsi PBB (UNHCR). Hanya pengungsi Palestina yang memiliki badan sendiri. "Dalam institusi UNRWA, terdapat penghasutan besar-besaran terhadap Israel," tuding Netanyahu dalam rapat mingguan kabinetnya.

Menurutnya, keberadaan UNRWA terkesan 'abadi' dan tidak menyelesaikan persoalan pengungsi Palestina. "Oleh karena itu, inilah saatnya untuk membubarkan UNRWA dan meleburkannya ke dalam bagian UNHCR," imbuh Netanyahu.

Menanggapi seruan itu, juru bicara UNRWA Chris Gunness menyatakan, masa depan badan pengungsi Palestina tidak bisa diputuskan secara sepihak. "UNRWA menerima mandat dari Sekjen PBB dan hanya Majelis Umum PBB, dengan suara mayoritas, yang bisa mengubah mandat kami," tuturnya kepada AFP.

UNRWA mengelola ratusan sekolah untuk pengungsi Palestina yang ada di Jalur Gaza, Tepi Barat, Yerusalem Timur, Libanon, Yordania dan Suriah. Lembaga itu juga menyalurkan bantuan kemanusiaan serta menyediakan pusat pelatihan guru, klinik kesehatan dan layanan sosial.

Israel selama ini memandang UNRWA cenderung melawannya dan menuding warga Palestina yang menjadi staf lembaga itu terlibat militansi. Pada 1 Februari lalu, Israel menuding kepala serikat staf UNRWA di Gaza aktif dalam kelompok Hamas, yang menguasai Gaza.

Sedangkan pada 1 Juni, UNRWA menemukan terowongan bawah tanah milik Hamas di bawah dua sekolahnya yang ada di kamp pengungsi Maghazi. Hamas menyangkal telah membangun terowongan itu. Israel telah mengirimkan nota protes kepada Dewan Keamanan PBB terkait temuan itu. [yy/news.detik]

 

Tags: Netanyahu | PBB | Palestina