2 Jumadil-Awal 1443  |  Senin 06 Desember 2021

basmalah.png

Bom Kabul Sebabkan 80 Tewas dan 340 Luka-luka

Bom Kabul Sebabkan 80 Tewas dan 340 Luka-luka


Fiqhislam.com - Sebuah bom mobil mengguncang distrik bisnis Kabul, Afghanistan, Rabu (31/5) pagi waktu setempat. Hingga saat ini, ledakan bom telah menyebabkan 80 tewas dan 340 lainnya luka-luka.

Dilaporkan laman The Independent, pejabat setempat mengatakan, bom mobil di Kabul meledak ketika jam sibuk warga. Sebagai salah satu sentra bisnis di Afghanistan, aktivitas Kabul di pagi hari memang sudah cukup padat.

Hal tersebut menyebabkan ledakan bom memakan cukup banyak korban jiwa. "Jumlah korban dalam ledakan besar yang mengguncang Kabul telah meningkat menjadi 80 tewas dan 340 lainnya luka-luka," ungkap Kementerian Kesehatan Publik Afghanistan dalam sebuah pernyataan.

Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan di Kabul. Kendati demikian, sejumlah pihak menduga serangan mematikan tersebut dilakukan oleh militan Taliban atau ISIS.

Dalam setahun terakhir, Afghanistan telah melihat meningkatkan kasus kekerasan yang disebabkan oleh milisi Taliban dan ISIS. Mereka kerap menyerukan serangan terhadap warga sipil. Bahkan memasuki Ramadan, para anggota milisi tidak berhenti melakukan serangan bom.

Kendati salah satu kelompok ekstremis, yakni Taliban, telah kehilangan kontrol atas Afghanistan karena invasi Amerika Serikat pada 2001, namun sebagian besar tentara internasional mengundurkan diri pada 2014. Hal tersebut membuat Taliban kembali membangun basis kekuatan. Saat ini, walaupun tidak menguasai kota, Taliban menguasai 40 persen daerah Afghanistan. [yy/republika]

Bom Kabul Sebabkan 80 Tewas dan 340 Luka-luka


Fiqhislam.com - Sebuah bom mobil mengguncang distrik bisnis Kabul, Afghanistan, Rabu (31/5) pagi waktu setempat. Hingga saat ini, ledakan bom telah menyebabkan 80 tewas dan 340 lainnya luka-luka.

Dilaporkan laman The Independent, pejabat setempat mengatakan, bom mobil di Kabul meledak ketika jam sibuk warga. Sebagai salah satu sentra bisnis di Afghanistan, aktivitas Kabul di pagi hari memang sudah cukup padat.

Hal tersebut menyebabkan ledakan bom memakan cukup banyak korban jiwa. "Jumlah korban dalam ledakan besar yang mengguncang Kabul telah meningkat menjadi 80 tewas dan 340 lainnya luka-luka," ungkap Kementerian Kesehatan Publik Afghanistan dalam sebuah pernyataan.

Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan di Kabul. Kendati demikian, sejumlah pihak menduga serangan mematikan tersebut dilakukan oleh militan Taliban atau ISIS.

Dalam setahun terakhir, Afghanistan telah melihat meningkatkan kasus kekerasan yang disebabkan oleh milisi Taliban dan ISIS. Mereka kerap menyerukan serangan terhadap warga sipil. Bahkan memasuki Ramadan, para anggota milisi tidak berhenti melakukan serangan bom.

Kendati salah satu kelompok ekstremis, yakni Taliban, telah kehilangan kontrol atas Afghanistan karena invasi Amerika Serikat pada 2001, namun sebagian besar tentara internasional mengundurkan diri pada 2014. Hal tersebut membuat Taliban kembali membangun basis kekuatan. Saat ini, walaupun tidak menguasai kota, Taliban menguasai 40 persen daerah Afghanistan. [yy/republika]

Indonesia Kutuk Serangan Bom Kabul

Indonesia Kutuk Serangan Bom Kabul


Indonesia Kutuk Serangan Bom Kabul


Fiqhislam.com - Indonesia mengutuk keras serangan bom yang terjadi di Kabul, Afghanistan, Rabu (31/5) pagi waktu setempat. Seperti diketahui, bom Kabul telah menyebabkan sekitar 90 orang tewas dan 380 lainnya luka-luka.

"Indonesia mengutuk serangan bom yang terjadi di dekat kompleks diplomatik di Kabul, Afghanistan, yang menurut informasi otoritas setempat telah mengakibatkan 90 orang meninggal dan 380 lainnya luka-luka," kata Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia dalam pernyataan resminya yang diterbitkan pada Rabu (31/5).

Indonesia juga menyampaikan belasungkawa untuk para korban yang terdampak serangan bom tersebut. "Indonesia menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan mendoakan kesembuhan bagi para korban luka," ucap Kemenlu dalam rilisnya.

Menurut Kemenlu, lokasi bom Kabul terletak hanya sekitar dua kilometer dari gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Sesuai dari laporan KBRI Kabul, tidak ada informasi terkait warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam serangan bom tersebut.

KBRI Kabul terus berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk mendapatkan perkembangan informasi terakhir. Sebab berdasarkan catatan KBRI Kabul, terdapat 26 WNI di daerah tersebut.

Selain itu, KBRI Kabul juga terus menjalin komunikasi dengan WNI yang berada di sana. KBRI Kabul mengimbau mereka agar menghindari wilayah-wilayah rawan, meningkatkan kewaspadaan, serta memantau terus perkembangan terkini terkait insiden bom Kabul.

Bagi warga negara Indonesia yang memerlukan informasi dapat menghubungi nomor hotline KBRI Kabul di + 93797333444 dan +93202201066. [yy/republika]

 

Tags: Kabul | Afghanistan