30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Badan Pengawas Temukan Gas Sarin di Suriah

Badan Pengawas Temukan Gas Sarin di Suriah


Fiqhislam.com - Kepala badan pengawas senjata global mengatakan pada Rabu (16/04) bahwa hasil pemeriksaan mengenai dugaan serangan kimia di Suriah menunjukkan adanya penggunaan gas sarin atau zat serupa di sana.

Sampel dari 10 korban serangan 4 April di Khan Sheikhun yang diperiksa di empat laboratorium "menunjukkan paparan sarin atau zat serupa sarin," kata Ahmet Uzumcu, ketua Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (Prohibition of Chemical Weapons/OPCW).

Serangan yang diduga menggunakan bahan kimia di kota yang dikuasai pemberontak di Provinsi Idlib merenggut sedikitnya 87 korban jiwa, termasuk banyak anak-anak, dan gambar korban jiwa dan korban luka memicu kegeraman dunia.

Sampel diambil dari tiga orang yang tewas dalam serangan tersebut dan dianalisis di dua laboratorium yang ditunjuk OPCW, kata Uzumcu kepada delegasi untuk dewan eksekutif OPCW pada Rabu sebagaimana tertulis dalam pernyataan badan pengawas itu.

Satu set sampel biomedis lain dari tujuh orang yang dirawat di rumah sakit juga dianalisis di dua laboratorium lainnya.

"Rincian lebih lanjut dari analisis laboratorium akan menyusul kemudian, namun hasil analisis yang sudah diperoleh tidak terbantahkan," kata Uzumcu dalam pertemuan badan eksekutif OPCW yang dilanjutkan Rabu di kantor pusatnya di Den Haag.

Misi pencari fakta yang dibentuk OPCW siap untuk dikirim ke kota tersebut "jika situasi keamanan memungkinkan", katanya, menambahkan bahwa tim itu terus melakukan wawancara dan mengumpulkan sampel.

Dewan Eksekutif akan bertemu kembali Kamis untuk melakukan pemungutan suara mengenai rancangan keputusan yang sedang dibahas menurut warta kantor berita AFP. [yy/antaranews]

Badan Pengawas Temukan Gas Sarin di Suriah


Fiqhislam.com - Kepala badan pengawas senjata global mengatakan pada Rabu (16/04) bahwa hasil pemeriksaan mengenai dugaan serangan kimia di Suriah menunjukkan adanya penggunaan gas sarin atau zat serupa di sana.

Sampel dari 10 korban serangan 4 April di Khan Sheikhun yang diperiksa di empat laboratorium "menunjukkan paparan sarin atau zat serupa sarin," kata Ahmet Uzumcu, ketua Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (Prohibition of Chemical Weapons/OPCW).

Serangan yang diduga menggunakan bahan kimia di kota yang dikuasai pemberontak di Provinsi Idlib merenggut sedikitnya 87 korban jiwa, termasuk banyak anak-anak, dan gambar korban jiwa dan korban luka memicu kegeraman dunia.

Sampel diambil dari tiga orang yang tewas dalam serangan tersebut dan dianalisis di dua laboratorium yang ditunjuk OPCW, kata Uzumcu kepada delegasi untuk dewan eksekutif OPCW pada Rabu sebagaimana tertulis dalam pernyataan badan pengawas itu.

Satu set sampel biomedis lain dari tujuh orang yang dirawat di rumah sakit juga dianalisis di dua laboratorium lainnya.

"Rincian lebih lanjut dari analisis laboratorium akan menyusul kemudian, namun hasil analisis yang sudah diperoleh tidak terbantahkan," kata Uzumcu dalam pertemuan badan eksekutif OPCW yang dilanjutkan Rabu di kantor pusatnya di Den Haag.

Misi pencari fakta yang dibentuk OPCW siap untuk dikirim ke kota tersebut "jika situasi keamanan memungkinkan", katanya, menambahkan bahwa tim itu terus melakukan wawancara dan mengumpulkan sampel.

Dewan Eksekutif akan bertemu kembali Kamis untuk melakukan pemungutan suara mengenai rancangan keputusan yang sedang dibahas menurut warta kantor berita AFP. [yy/antaranews]

Menhan AS: Tak Diragukan, Suriah Masih Simpan Senjata Kimia

Menhan AS: Tak Diragukan, Suriah Masih Simpan Senjata Kimia


Menhan AS: Tak Diragukan, Suriah Masih Simpan Senjata Kimia


Fiqhislam.com - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Jim Mattis menyebut, pihaknya sangat yakin Suriah sampai saat ini masih menyimpan senjata kimia. Menurutnya, itu adalah pelanggaran terhadap kesepakatan yang dibuat Suriah dengan dunia internasional.

Mattis, yang berbicara saat melakukan kunjungan ke Israel menuturkan, pernyataan Suriah mengenai mereka telah memusnahkan semua senjata kimia adalah sebuah kebohongan. Dia menuturkan, bukan hanya AS, tapi banyak negara masih sangat yakin Suriah masih menyimpan banyak senjata kimia.

"Tidak ada keraguan di benak masyarakat internasional, bahwa Suriah telah mempertahankan senjata kimia yang melanggar kesepakatan, dan pernyataan mereka mengenai telah menyingkirkan semuanya. Tidak ada keraguan lagi mengenai hal itu," ucap Mattis, seperti dilansir Reuters pada Jumat (21/4).

Sementara itu, Ketika ditanya mengenai kabar militer Suriah telah memindahkan semua pesawat tempur mereka ke pangkalan Rusia di Latakia, Mattis hanya mengatakan, pihaknya memang telah mendapatkan informasi Suriah telah memindahkan semua pesawat mereka.

"Mereka telah memindahkan pesawat mereka, tidak diragukan lagi, mereka telah memindahkan pesawat mereka dalam beberapa hari ini," ungkapnya, tampa memberikan rincian lebih lanjut. [yy/sindonews]

Takut Diserang AS, Suriah Pindahkan Jet-jet Tempur ke Pangkalan Rusia

Takut Diserang AS, Suriah Pindahkan Jet-jet Tempur ke Pangkalan Rusia


Takut Diserang AS, Suriah Pindahkan Jet-jet Tempur ke Pangkalan Rusia


Fiqhislam.com - Rezim Suriah memindahkan sebagian besar pesawat jet tempurnya ke sebuah pangkalan udara Rusia di Khmeimim. Menurut pejabat pertahanan Amerika Serikat (AS), Suriah takut jet-jet tempurnya kembali jadi target serangan rudal Pentagon.

Menurut laporan CNN semalam (20/4/2017), pihak berwenang Suriah sebagian pesawat jet tempur ada yang dipindahkan ke sebuah pangkalan udara di Bandara Internasional Bassel Al-Assad, di Latakia, yang juga berdekatan dengan pangkalan udara Khmeimim.

Pemindahan aset tempur rezim Suriah ini terjadi tak lama setelah AS menembakkan sekitar 59 rudal jelajah Tomahawk pada 7 April lalu dengan target pangkalan udara Shayrat, Homs. Pangkalan itu diyakini AS sebagai lokasi dimulainya serangan senjata kimia di Khan Sheikhoun, Idlib.

Serangan AS pada saat itu telah menghancurkan enam jet tempur Suriah dan menewaskan beberapa orang. Namun, versi kepala Pentagon James Mattis, 20 persen dari pesawat tempur Suriah hancur akibat serangan rudal AS.

Khmeimim merupakan pangkalan udara Suriah, namun telah dioperasikan secara eksklusif oleh pasukan Rusia sejak Moskow melakukan intervensi dalam perang sipil Suriah untuk menolong rezim Presiden Bashar al-Assad.

Pemerintah Suriah dan Rusia belum berkomentar atas laporan pemindahan jet-jet tempur rezim Damaskus itu. Pangkalan udara Rusia di Khmeimim jadi lokasi perlindungan yang diandalkan karena dilengkapi sistem rudal pertahanan S-400.

Pihak Pentagon juga belum memberikan keterangan resmi atas laporan pejabatnya. [yy/sindonews]