30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Jerman Mulai Lakukan Penyelidikan Dugaan Spionase Turki

Jerman Mulai Lakukan Penyelidikan Dugaan Spionase Turki


Fiqhislam.com - Pemerintah Jerman mulai melakukan penyelidikan terhadap sebuah organisasi keagamaan Turki di negara itu. Hal itu terkait dengan tindakan spionase yang dilakukan oleh Turki yang pada awal pekan ini disebut terjadi. 

Kejaksaan Jerman melaporkan penyelidikan pertama dilakukan terhadap Halife Keskin. Ia adalah kepala departemen hubungan luar negeri dan otoritas keagamaan Turki yang dikenal dengan nama Diyanet. 

Keskin disebut menginstruksikan misi Turki untuk memata-matai kegiatan gerakan pendukung ulama negara itu yang berbasis di Amerika Serikat (AS) Fethullah Gulen, Hizmet. Diyanet meminta konsulat di 35 negara, di antaranya adalah Australia, Nigeria, Mauritania, dan Mongolia untuk melakukan hal itu. 

Kegiatan mata-mata itu diduga terjadi berdasarkan dokumen yang tersebar. Badan Intelijen Turki diduga melakukan aksi spionase sebagai tindak lanjut dari kudeta yang terjadi di negara itu pada Juli 2016 lalu. 

Gulen disebut sebagai pihak yang berada di balik kudeta gagal untuk menggulingkan Presiden Turki recep Tayyip Erdogan. Intelijen Turki bahkan disebut memberikan daftar nama 300 orang terhadap inetlijen Jerman yang diduga merupakan para pendukung ulama tersebut. 

Saat ini, tak hanya Jerman, namun Austria dan Swiss juga telah meluncurkan investigasi Turki melakukan kegiatan mata-mata ilegal di teritori mereka. Dari laporan yang ada, kedutaan Turki di empat benua telah menyerahkan laporan mengenai pendukung Gulen setelah menerima permintaan dari pemerintah pusat negara itu pada September 2016 lalu. [yy/republika]


Turki Sudah Menangkap 113 Ribu Pendukung Gulen


Turki Sudah Menangkap 113 Ribu Pendukung Gulen


Fiqhislam.com - Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu mengatakan sebanyak 113.600 orang telah ditangkap atas dugaan keterkaitan mereka dengan gerakan Gulen sejak upaya kudeta Juli 2016.

Seperti dilansir kantor berita Cina, Xinhua, Senin 3 April 2017, dari jumlah itu sebanyak 47.155 dipenjara.

Soylu mengatakan mereka yang ditahan terdiri atas 10.732 perwira polisi, 7.643 tentara, 168 jenderal, 2.575 hakim dan pengacara, 26.177 warga sipil dan 208 administratur lokal.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Turki sebanyak 23.861 tersangka dibebaskan sementara 863 orang lainnya masih buron.

Fethullah Gulen, tokoh agama Islam yang tinggal di Amerika Serikat, dituduh Pemerintah Turki mendalangi upaya kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016.

Pemerintah Turki mengumumkan keadaan darurat dan melancarkan operasi besar-besaran terhadap pendukung Gulen setelah upaya kudeta yang gagal tersebut. [yy/tempo]

 

Tags: gulen | erdogan | turki | jerman