2 Jumadil-Awal 1443  |  Senin 06 Desember 2021

basmalah.png

Penembak Mati Dubes Rusia: Kami Mati di Aleppo, Anda Mati di Sini

Penembak Mati Dubes Rusia: Kami Mati di Aleppo, Anda Mati di Sini


Fiqhislam.com - Motif pembunuhan Duta Besar Rusia untuk Turki Andrey Karlov di Ankara oleh perwira polisi Turki—laporan lain menyebut mantan polisi—sebagai balas dendam atas aksi militer Rusia di Aleppo, Suriah, menguat. Tapi, Pemerintah Turki menepisnya.

Penembak mati Dubes Karlov, Mevlut Mert Altintas, 22, terang-terangan menyebut aksinya sebagai balas dendam atas nama warga Aleppo. Dalam rekaman video, terlihat Altintas memekikkan takbir yang diikuti klaim balas dandam atas nama Aleppo dalam bahasa Turki.

”Kami mati di Aleppo, Anda mati di sini,” teriak Atlintas, setelah menembak Dubes Karlov dari arah belakang, pada Senin malam. Ada sekitar lima tembakan yang diumbar Altintas ke tubuh Karlov.

Kementerian Luar Negeri Rusia, pada Selasa (20/12/2016), mengatakan tiga orang lainnya terluka dalam penembakan tersebut. Kementerian itu menyebut pembunuhan terhadap Dubes Karlov sebagai aksi terorisme.

Karlov, 62, sedang menyampaikan pidato di sebuah galeri seni di Ibu Kota Ankara ketika dia ditembak dari belakang dalam serangan yang terekam kamera. Dia kemudian ditembak lagi dari jarak dekat saat dia tebaring di lantai.

Masih menurut rekaman video, Atlintas meneriakkan Aleppo beberapa kali sebagai alasan pembunuhan yang dia lakukan.”Jangan lupa Aleppo, jangan lupa Suriah. Selama saudara-saudara kami tidak aman, Anda tidak akan menikmati keamanan,” katanya.

”Siapa pun yang memiliki andil dalam penindasan ini akan membayar untuk itu satu per satu. Hanya kematian yang akan membawa saya pergi dari sini.”

Pemerintah Turki menepis krisis Aleppo sebagai motif pembunuhan terhadap Dubes Rusia. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan percaya serangan ini sebagai provokasi untuk merusak normalisasi hubungan Turki dan Rusia.

”Saya yakin ini adalah serangan terhadap Turki, negara Turki dan orang-orang Turki, dan juga provokasi yang jelas terhadap hubungan Turki-Rusia. Saya yakin teman-teman kita Rusia juga melihat fakta ini,” imbuh Erdogan, seperti dikutip Anadolu. [yy/sindonews/VIDEO]

Penembak Mati Dubes Rusia: Kami Mati di Aleppo, Anda Mati di Sini


Fiqhislam.com - Motif pembunuhan Duta Besar Rusia untuk Turki Andrey Karlov di Ankara oleh perwira polisi Turki—laporan lain menyebut mantan polisi—sebagai balas dendam atas aksi militer Rusia di Aleppo, Suriah, menguat. Tapi, Pemerintah Turki menepisnya.

Penembak mati Dubes Karlov, Mevlut Mert Altintas, 22, terang-terangan menyebut aksinya sebagai balas dendam atas nama warga Aleppo. Dalam rekaman video, terlihat Altintas memekikkan takbir yang diikuti klaim balas dandam atas nama Aleppo dalam bahasa Turki.

”Kami mati di Aleppo, Anda mati di sini,” teriak Atlintas, setelah menembak Dubes Karlov dari arah belakang, pada Senin malam. Ada sekitar lima tembakan yang diumbar Altintas ke tubuh Karlov.

Kementerian Luar Negeri Rusia, pada Selasa (20/12/2016), mengatakan tiga orang lainnya terluka dalam penembakan tersebut. Kementerian itu menyebut pembunuhan terhadap Dubes Karlov sebagai aksi terorisme.

Karlov, 62, sedang menyampaikan pidato di sebuah galeri seni di Ibu Kota Ankara ketika dia ditembak dari belakang dalam serangan yang terekam kamera. Dia kemudian ditembak lagi dari jarak dekat saat dia tebaring di lantai.

Masih menurut rekaman video, Atlintas meneriakkan Aleppo beberapa kali sebagai alasan pembunuhan yang dia lakukan.”Jangan lupa Aleppo, jangan lupa Suriah. Selama saudara-saudara kami tidak aman, Anda tidak akan menikmati keamanan,” katanya.

”Siapa pun yang memiliki andil dalam penindasan ini akan membayar untuk itu satu per satu. Hanya kematian yang akan membawa saya pergi dari sini.”

Pemerintah Turki menepis krisis Aleppo sebagai motif pembunuhan terhadap Dubes Rusia. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan percaya serangan ini sebagai provokasi untuk merusak normalisasi hubungan Turki dan Rusia.

”Saya yakin ini adalah serangan terhadap Turki, negara Turki dan orang-orang Turki, dan juga provokasi yang jelas terhadap hubungan Turki-Rusia. Saya yakin teman-teman kita Rusia juga melihat fakta ini,” imbuh Erdogan, seperti dikutip Anadolu. [yy/sindonews/VIDEO]

Fakta Penting tentang Polisi Turki Penembak Mati Dubes Rusia

Fakta Penting tentang Polisi Turki Penembak Mati Dubes Rusia


Fakta Penting tentang Polisi Turki Penembak Mati Dubes Rusia


Fiqhislam.com - Mevlut Mert Altintas, 22 tahun, menembak mati Duta Besar Rusia untuk Turki, Andrey G. Karlov. Beberapa saat kemudian, Altintas tewas ditembak aparat keamanan Turki karena menolak menyerahkan diri. Berikut ini beberapa fakta tentang Altintas, yang dikutip dari sejumlah media.

1. Altintas merupakan anggota pasukan khusus kepolisian Turki. Saat menembak mati Karlov, ia sedang bebas tugas.

2. Ia lahir di Kota Soke, Provinsi Aydin, Turki, 22 tahun lalu. Altintas masuk kepolisian Izmir Police School dan lulus pada 2014. Ia adalah anggota pasukan khusus kepolisian Ankara.

3. Altintas menembak Karlov dari arah belakang saat Karlov memberikan pidato pembukaan pameran foto bertajuk “Russia as seen by Turks di Contemporary Arts Gallery” di Distrik Cankaya, Ankara, pada Senin malam, 19 Desember 2017.

4. Sejumlah awak media yang meliput acara pembukaan pameran foto mengira Altintas adalah pengawal pribadi Karlov.

5. Menurut kesaksian jurnalis Hurriyet Daily, Hasim Kilic, Altintas mengeluarkan tembakan pertama kali arah atas lalu ke arah Duta Besar Karlov.

6. Sambil menembak, Altintas berteriak “Allahu akbar” diiringi kata “Jangan lupakan Aleppo, jangan lupakan Suriah.” Ia berbahasa Arab dengan mengutip kata-kata yang pernah disampaikan pemimpin Al-Qaeda, Osama bin Laden: “Anda tidak akan memiliki rasa aman, bahkan di dalam mimpi-mimpimu, selama kami hidup seperti itu dalam kenyataan yang terjadi di negara kami.”

7. Setelah menembak Duta Besar Karlov, Altintas membolehkan para pengunjung keluar. Tiga orang terluka dalam penembakan Altintas.

8. Saksi mata menjelaskan, pintu masuk galeri menggunakan metal detektor, namun tidak ada peningkatan keamanan saat Duta Besar Lavror tiba dalam acara itu.

9. Ibu dan saudara perempuan Altintas dibawa ke ruang tahanan polisi. Teman sekamar Altintas juga ditahan.

10. Belum diketahui motif dan dalang dari penembakan yang dilakukan Altintas. Media pemerintah Anandolu menyatakan Altantis bukan anggota teroris, melainkan sosok netral. [yy/tempo/VIDEO]

Putin Marah dan Ancam Balaskan Kematian Dubes Rusia

Putin Marah dan Ancam Balaskan Kematian Dubes Rusia


Putin Marah dan Ancam Balaskan Kematian Dubes Rusia


Fiqhislam.com - Presiden Rusia Vladimir Putin marah setelah Duta Besar Rusia untuk Turki Andrey Karlov ditembak mati di Ankara. Putin mengancam akan membalaskan kematian diplomatnya itu.

Dubes Karlov ditembak mati saat pidato pembukaan pameran seni di Ankara, Senin malam. Pelakunya adalah Mevlut Bertemu Altintas, 22 perwira polisi nonaktif Turki. Pelaku mengklaim aksinya sebagai balas dendam atas aksi militer Rusia di Aleppo, Suriah.

“Pembunuhan ini jelas merupakan provokasi yang bertujuan merusak perbaikan dan normalisasi hubungan Rusia-Turki, serta merusak proses perdamaian di Suriah yang dipromosikan oleh Rusia, Turki, Iran dan negara-negara lain yang tertarik dalam menyelesaikan konflik di Suriah,” kata Putin.

Menurutnya, respons terhadap serangan terhadap Moskow adalah meningkatkan perang melawan terorisme. Putin lantas mengancam akan membalaskan kematian diplomatnya itu. ”Para pembunuh akan merasakannya,” ucap Putin yang menduga, pembunuhan diplomatnya terencana.

“Dia (Karlov) tewas saat menjalankan tugasnya. Kita harus tahu siapa mengorganisir pembunuhan ini dan memberi perintah kepada pembunuh,” lanjut Putin, seperti dikutip IB Times.

Tim investigasi Rusia telah terbang ke Ankara yang dijadwalkan tiba hari ini (20/12/2016). Merekaakan mengambil bagian dalam penyelidikan kasus pembunuhan ini bersama tim dari Turki.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, juga sudah mengeluarkan pernyataan serupa, yakni pembunuhan itu sebagai upaya untuk menghancurkan normalisasi hubungan kedua negara. ”Saya yakin ini adalah serangan terhadap Turki, negara Turki dan orang-orang Turki, dan juga provokasi yang jelas untuk hubungan Turki-Rusia,” kata Erdogan.

”Saya yakin teman-teman kita Rusia juga melihat fakta ini,” imbuh Erdogan. Dia dan Putin telah melakukan kontak telepon tak lama setelah pembunuhan terhadap Dubes Karlov. Sementara itu, pengamana telah diperketat untuk misi diplomatik Rusia di luar negeri. [yy/sindonew/VIDEO]

 

Tags: aleppo | dubes