2 Jumadil-Awal 1443  |  Senin 06 Desember 2021

basmalah.png

Turki Serang Basis Milisi Kurdi Terkait Bom Istanbul

Turki Serang Basis Milisi Kurdi Terkait Bom Istanbul


Fiqhislam.com - Pesawat-pesawat tempur Turki melakukan serangan udara terhadap objek yang dimiliki Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Irak utara, Ahad malam (11/12) dan menghancurkan markas militan serta posisi dan tempat penyimpanan senapan di sekitarnya.

Militer setempat mengatakan serangan yang disebut menargetkan wilayah Zap di Irak. Serangan terjadi beberapa jam setelah satu cabang PKK mengaku bertanggung jawab atas dua pengeboman Sabtu malam (10/12) yang menewaskan 38 orang dan melukai 155 lainnya di luar sebuah stadion sepak bola Istanbul.

Kelompok milisi PKK, yang telah berperang selama pemberontakan tiga dasawarsa di wilayah mayoritas Kurdi di sebelah tenggara Turki, berbasis di pegunungan Irak utara dan telah secara teratur menjadi target pesawat tempur Turki sejak gencatan senjata selama dua tahun akhirnya "hancur" pada Juli tahun lalu.

Lebih dari 40 ribu orang telah tewas dalam konflik tersebut, termasuk beberapa ribu yang tewas sejak pertempuran dimulai kembali pada tahun lalu. Hal tersebut mengembalikan pertempuran ke tingkat yang tidak terlihat lagi sejak dekade 1990-an.

Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa menuduh PKK sebagai salah satu organisasi teroris. [yy/republika]

Turki Serang Basis Milisi Kurdi Terkait Bom Istanbul


Fiqhislam.com - Pesawat-pesawat tempur Turki melakukan serangan udara terhadap objek yang dimiliki Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Irak utara, Ahad malam (11/12) dan menghancurkan markas militan serta posisi dan tempat penyimpanan senapan di sekitarnya.

Militer setempat mengatakan serangan yang disebut menargetkan wilayah Zap di Irak. Serangan terjadi beberapa jam setelah satu cabang PKK mengaku bertanggung jawab atas dua pengeboman Sabtu malam (10/12) yang menewaskan 38 orang dan melukai 155 lainnya di luar sebuah stadion sepak bola Istanbul.

Kelompok milisi PKK, yang telah berperang selama pemberontakan tiga dasawarsa di wilayah mayoritas Kurdi di sebelah tenggara Turki, berbasis di pegunungan Irak utara dan telah secara teratur menjadi target pesawat tempur Turki sejak gencatan senjata selama dua tahun akhirnya "hancur" pada Juli tahun lalu.

Lebih dari 40 ribu orang telah tewas dalam konflik tersebut, termasuk beberapa ribu yang tewas sejak pertempuran dimulai kembali pada tahun lalu. Hal tersebut mengembalikan pertempuran ke tingkat yang tidak terlihat lagi sejak dekade 1990-an.

Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa menuduh PKK sebagai salah satu organisasi teroris. [yy/republika]

Korban Bom Istanbul 44 Orang

Korban Bom Istanbul 44 Orang


Dua Bom Meledak di Turki, 29 Orang Tewas


Fiqhislam.com - Jumlah korban tewas serangan bom kembar pada malam hari di Istanbul, Sabtu, meningkat menjadi 44 orang, kata Menteri Kesehatan Turki Recep Akdag seperti dikutip kantor berita pemerintah Anadolu dan media lain, Senin (12/12).

Sebelumnya, polisi mengabarkan korban jiwa mencapai 36 orang. Salah satu cabang pegaris keras Partai Buruh Kurdistan (PKK) menyatakan bertanggung jawab atas serangan bom di stadion sepak bola Istanbul.

Kejadian itu dikabarkan menewaskan 150 orang. Sebelumnya, korban jiwa diberitakan mencapai 38 orang dan 155 terluka akibat dua serangan bom di Istanbul, kata Menteri Dalam Negeri Turki Sleyman Soylu dalam jumpa pers pada Ahad seperti dikutip CNN.

Salah kelompok pecahan PKK, Elang Kemerdekaan Kurdi (TAK) menyatakan dalam lamannya, warga Turki bukan sasaran serangan. Sebagian besar korban adalah anggota kepolisian, diikuti warga dan beberapa jasad lain yang belum dapat dikenali.

"Mereka harus tahu pelaku serangan ini tidak akan lepas dari jeratan hukum," kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat mengunjungi korban di rumah sakit sebagaimana dikutip New York Times.

Pascakejadian itu, pemerintah mengumumkan satu hari berkabung nasional pada Ahad. [yy/republika]

Militan Kurdi Mengaku Bertanggung Jawab Atas Bom di Istanbul

Militan Kurdi Mengaku Bertanggung Jawab Atas Bom di Istanbul


Militan Kurdi Mengaku Bertanggung Jawab Atas Bom di Istanbul


Fiqhislam.com - Kementerian Luar Negeri melalui Direktur Perlindungan WNI-BHI, Lalu Muhammad Iqbal memastikan tidak ada WNI yang menjadi korban dalam peristiwa ledakan bom di luar Stadion Olahraga Besiktas Vodafone Istanbul, Turki. "Hingga saat ini tidak diperoleh informasi mengenai adanya WNI yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut," tutur Iqbal dalam pesan singkat yang diterima Antara di Yogyakarta, Ahad sore (11/12).

Dia menjelaskan, berdasarkan data Kemenlu RI diketahui terdapat sekitar 2.700 WNI yang tinggal di Istanbul dan sekitarnya. Kemenlu juga mengimbau kepada WNI untuk menghindari tempat-tempat keramaian jika tidak ada keperluan mendesak.

Pada 10 Desember pukul 10.20 waktu setempat, telah terjadi dua ledakan bom yang berlangsung satu jam setelah berakhirnya pertandingan di stadion tersebut. Informasi sementara menyebutkan, ledakan terjadi akibat bom mobil yang menyasar polisi anti huru hara dan sejauh ini diperkirakan sedikitnya 29 orang meninggal dunia serta melukai 166 orang lainnya.

Atas kejadian tersebut, Kemenlu RI juga membuka nomor pengaduan pada Hotline Perlindungan WNI dengan nomor +62812-9007-0027, serta nomor telepon KJRI +90-531-453-0351dengan nama kontak saudara Dandy dan +90-531-983-1534 dengan nama kontak saudari Humaidah.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu mengatakan, salah satu ledakan terjadi di luar stadion, sementara pembom bunuh diri diduga menyerang di taman Macka yang lokasinya berdekatan.

Sebelumnya, dia mengatakan, bahwa indikasi awal menunjukkan bom mobil yang menarget sebuah bus polisi bertanggung jawab untuk salah satu ledakan. Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab. IS, kelompok Kurdi dan kelompok kiri jauh telah melakukan serangan bom di Turki sebelumnya. Anggota NATO adalah bagian dari koalisi pimpinan AS untuk melawan ISIS di Suriah, dan memerangi pemberontakan oleh milisi Kurdi di tenggaranya. [yy/republika]

 

Tags: Istanbul | turki