5 Jumadil-Awal 1443  |  Kamis 09 Desember 2021

basmalah.png

Sarkozy Dituduh Terima Dana dari Gaddafi

Sarkozy Dituduh Terima Dana dari Gaddafi


Fiqhislam.com - Hubungan Nicolas Sarkozy dengan Moamar Gaddafi kembali menjadi sorotan pada Selasa (15/11), setelah seorang pengusaha mengaku mengirimkan tiga koper berisi uang tunai dari pemimpin Libya untuk kampanye Sarkozy saat pertama mengikuti pemilihan presiden Prancis.

Dalam sebuah wawancara dengan situs berita investigasi Mediapart, pengusaha Prancis-Lebanon Ziad Takieddine mengatakan dia melakukan tiga perjalanan dari Tripoli ke Paris pada akhir 2006 dan awal 2007 dengan membawa uang tunai untuk kampanye Sarkozy.

Setiap kali membawa koper berisi antara 1,5 juta hingga dua juta euro (sekitar Rp21,5 miliar hingga Rp28,7 miliar) dalam pecahan uang kertas 200 dan 500 euro, kata Takieddine dalam wawancara video, menambahkan bahwa kepala intelijen militer Gaddafi, Abdallah Senussi, memberi dia uang itu.

Sarkozy, yang berniat mencalonkan diri lagi dalam pemilihan presiden tahun depan, selama bertahun-tahun diterpa tuduhan bahwa dia menerima jutaan uang dari Gaddafi saat dia sukses memenangkan pemilihan umum pada 2007.

Saat interogasi dalam kasus terpisah, Takieddine menuduh Sarkozy sangat bergantung kepada Gaddafi secara finansial pada 2006-2007, tapi dia sebelumnya tidak pernah mengklaim sebagai kurir uang tersebut.

Tuduhan terhadap Sarkozy pertama kali mencuat pada Maret 2011, ketika pemimpin Prancis itu mengampanyekan intervensi militer pimpinan NATO yang membantu menggulingkan Gaddafi.

"Sarkozy pertama harus mengembalikan uang yang diambilnya dari Libya untuk membiayai kampanye pemilihan umumnya," tuntut anak lelaki Gaddafi, Seif al-Islam, yang saat ini dipenjara di Libya.

Setahun kemudian, saat Sarkozy berkampanye untuk masa jabatan kedua, Mediapart menerbitkan satu dokumen yang ditandatangani oleh mantan bos intelijen Libya, Musa Kusa, mengacu pada kesepakatan dukungan dana 50 juta euro (sekitar Rp719 miliar) dari Tripoli.

Sarkozy, yang kalah dalam pemilihan umum 2012, membantah keras tuduhan itu, mengklaim dokumen tersebut palsu.

Video kesaksian Takieddine muncul lima hari sebelum Sarkozy berhadapan dengan mantan perdana menteri Alain Juppe dan saingan lainnya dalam pemilihan primer untuk memilih calon dari sayap kanan Prancis dalam pemilihan presiden tahun depan.

Putaran pertama pemilihan primer dua tahap tersebut berlangsung pada Minggu menurut warta kantor berita AFP. [yy/antaranews]

Sarkozy Dituduh Terima Dana dari Gaddafi


Fiqhislam.com - Hubungan Nicolas Sarkozy dengan Moamar Gaddafi kembali menjadi sorotan pada Selasa (15/11), setelah seorang pengusaha mengaku mengirimkan tiga koper berisi uang tunai dari pemimpin Libya untuk kampanye Sarkozy saat pertama mengikuti pemilihan presiden Prancis.

Dalam sebuah wawancara dengan situs berita investigasi Mediapart, pengusaha Prancis-Lebanon Ziad Takieddine mengatakan dia melakukan tiga perjalanan dari Tripoli ke Paris pada akhir 2006 dan awal 2007 dengan membawa uang tunai untuk kampanye Sarkozy.

Setiap kali membawa koper berisi antara 1,5 juta hingga dua juta euro (sekitar Rp21,5 miliar hingga Rp28,7 miliar) dalam pecahan uang kertas 200 dan 500 euro, kata Takieddine dalam wawancara video, menambahkan bahwa kepala intelijen militer Gaddafi, Abdallah Senussi, memberi dia uang itu.

Sarkozy, yang berniat mencalonkan diri lagi dalam pemilihan presiden tahun depan, selama bertahun-tahun diterpa tuduhan bahwa dia menerima jutaan uang dari Gaddafi saat dia sukses memenangkan pemilihan umum pada 2007.

Saat interogasi dalam kasus terpisah, Takieddine menuduh Sarkozy sangat bergantung kepada Gaddafi secara finansial pada 2006-2007, tapi dia sebelumnya tidak pernah mengklaim sebagai kurir uang tersebut.

Tuduhan terhadap Sarkozy pertama kali mencuat pada Maret 2011, ketika pemimpin Prancis itu mengampanyekan intervensi militer pimpinan NATO yang membantu menggulingkan Gaddafi.

"Sarkozy pertama harus mengembalikan uang yang diambilnya dari Libya untuk membiayai kampanye pemilihan umumnya," tuntut anak lelaki Gaddafi, Seif al-Islam, yang saat ini dipenjara di Libya.

Setahun kemudian, saat Sarkozy berkampanye untuk masa jabatan kedua, Mediapart menerbitkan satu dokumen yang ditandatangani oleh mantan bos intelijen Libya, Musa Kusa, mengacu pada kesepakatan dukungan dana 50 juta euro (sekitar Rp719 miliar) dari Tripoli.

Sarkozy, yang kalah dalam pemilihan umum 2012, membantah keras tuduhan itu, mengklaim dokumen tersebut palsu.

Video kesaksian Takieddine muncul lima hari sebelum Sarkozy berhadapan dengan mantan perdana menteri Alain Juppe dan saingan lainnya dalam pemilihan primer untuk memilih calon dari sayap kanan Prancis dalam pemilihan presiden tahun depan.

Putaran pertama pemilihan primer dua tahap tersebut berlangsung pada Minggu menurut warta kantor berita AFP. [yy/antaranews]

Tak Cuma Presidennya, Dua Menteri Prancis juga Disadap AS

Tak Cuma Presidennya, Dua Menteri Prancis juga Disadap AS


Tak Cuma Presidennya, Dua Menteri Prancis juga Disadap AS


Fiqhislam.com - Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) telah menyadap komunikasi dua menteri keuangan Prancis dan mengumpulkan informasi mengenai kontrak-kontrak ekspor, perdagangan dan pembicaraan anggaran belanja Prancis, bunyi dokumen yang dibocorkan WikiLeaks seperti dikutip Reuters.

WikiLeaks mengungkapkan para menteri yang dibidik ini adalah Francois Baroin dan Pierre Moscovici, yang menjabat menteri keuangan dari 2011 sampai  2014.

Beberapa hari lalu muncul laporan AS juga menyadap tiga presiden Prancis dari 2006 sampai 2012.

WikiLeaks mengatakan salah satu dokumen berwaktu tahun 2002 dan 2012, menyebutkan NSA telah meminta dinas intelijen Australia, Inggris, Kanada, dan Selandia Baru untuk mengumpulkan informasi mengenai kontrak ekspor Prancis senilai 200 juta dolar AS dalam sektor telekomunikasi, listrik, energi nuklir, transportasi dan kesehatan.

Satu dokumen bocor lainnya memperlihatkan percakapan telepon antara Moscovici yang kini bekerja di Uni Eropa dengan seorang senator sosialis, yang tengah membahas buruknya perekonomian Prancis dan anggaran belanja negara itu. [yy/antaranews]

 

Tags: sarkozy | Gaddafi