14 Jumadil-Akhir 1443  |  Senin 17 Januari 2022

basmalah.png

BERITA INTERNASIONAL

Putin dan Trump Siap Hancurkan ISIS

Putin dan Trump Siap Hancurkan ISIS


Fiqhislam.com - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika terpilih Donald Trump akan melakukan kerjasama untuk mengatasi masalah terorisme internasional dan ekstrimisme. Mereka akan melakukan berbagai cara untuk mengatasi hal itu.

Kerjasama antara Rusia dan Amerika akan dilakukan berdasarkan saling menghormati satu sama lain. Selain itu kedua pihak tak akan ikut campur dengan masalah internalnya masing-masing. 

Baik Putin maupun Trump berbicara satu sama lain untuk pertama kalinya melalui saluran telepon. Mereka akan melanjutkan pembicaraan di telepon dengan bertemu dan bertatap muka secara langsung.

Seperti dilansir Express, Selasa (15/11), Rusia selama ini mendukung pemerintahan Bashar Assad melawan kelompok oposisi di Suriah. Di Suriah saat ini ISIS juga masih bercokol terutama di Kota Raqqa yang dinobatkan menjadi ibukota ISIS. Rusia ikut berperang melawan ISIS di Suriah hingga saat ini.

Selama kampanye pemilihan presiden, Trump berkali-kali mengungkapkan keinginannya untuk bekerjasama dengan Putin menghancurkan ISIS. Rupanya keinginan Trump akan segera terwujud begitu menduduki Gedung Putih menggantikan Obama.

Tim transisi Trump mengatakan, presiden terpilih Trump ingin memiliki hubungan yang kuat dan lama dengan Rusia dan rakyat Rusia. "Selama berbicara di telepon keduanya berbicara mengenai ancaman dan tantangan yang dihadapi Amerika dan Rusia, juga isu ekonomi dan sejarah hubungan Amerika-Rusia sejak 200 tahun lalu." [yy/republika]

Putin dan Trump Siap Hancurkan ISIS


Fiqhislam.com - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika terpilih Donald Trump akan melakukan kerjasama untuk mengatasi masalah terorisme internasional dan ekstrimisme. Mereka akan melakukan berbagai cara untuk mengatasi hal itu.

Kerjasama antara Rusia dan Amerika akan dilakukan berdasarkan saling menghormati satu sama lain. Selain itu kedua pihak tak akan ikut campur dengan masalah internalnya masing-masing. 

Baik Putin maupun Trump berbicara satu sama lain untuk pertama kalinya melalui saluran telepon. Mereka akan melanjutkan pembicaraan di telepon dengan bertemu dan bertatap muka secara langsung.

Seperti dilansir Express, Selasa (15/11), Rusia selama ini mendukung pemerintahan Bashar Assad melawan kelompok oposisi di Suriah. Di Suriah saat ini ISIS juga masih bercokol terutama di Kota Raqqa yang dinobatkan menjadi ibukota ISIS. Rusia ikut berperang melawan ISIS di Suriah hingga saat ini.

Selama kampanye pemilihan presiden, Trump berkali-kali mengungkapkan keinginannya untuk bekerjasama dengan Putin menghancurkan ISIS. Rupanya keinginan Trump akan segera terwujud begitu menduduki Gedung Putih menggantikan Obama.

Tim transisi Trump mengatakan, presiden terpilih Trump ingin memiliki hubungan yang kuat dan lama dengan Rusia dan rakyat Rusia. "Selama berbicara di telepon keduanya berbicara mengenai ancaman dan tantangan yang dihadapi Amerika dan Rusia, juga isu ekonomi dan sejarah hubungan Amerika-Rusia sejak 200 tahun lalu." [yy/republika]

Pujian Putin kepada Trump

Pujian Putin kepada Trump


Pujian Putin kepada Trump


Fiqhislam.com - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump akhirnya berbicara satu sama lain untuk pertama kalinya. Keduanya sepakat bekerjasama untuk mengatasi konflik di Suriah.

Selama ini Trump dikenal sering melontarkan pujian kepada pemimpin Rusia tersebut. Namun sesungguhnya Putin yang terkenal dingin juga pernah melontarkan pujian kepada Trump.

Putin memuji Trump dengan mengatakan,  Trump adalah seorang flamboyan dan laki-laki yang sangat berbakat. "Tak diragukan lagi kalau ia merupakan seorang pemimpin absolut yang mampu memenangkan pemilihan presiden di Amerika," katanya seperti dilansir the Telegraph, Selasa, (15/11).

Trump, kata Putin, ingin memiliki hubungan yang lebih baik dan lebih dalam dengan Rusia. "Mengapa kita tak menyambut keinginan Trump? Tentu saja kami akan menyambut keinginannya dengan senang hati."

Putin juga mengirimkan telegram kepada Trump yang isinya memberikan selamat atas kemenangan Trump dalam pemilihan presiden di Amerika. Ia berharap kerja sama antara Rusia-Amerika bisa ditingkatkan dan mulai mengakhiri krisis hubungan Rusia-Amerika selama ini.

Trump mengakui, usai berbicara melalui telepon dengan Putin ia ingin membangun hubungan yang kuat dan langgeng dengan Rusia. Pandangannya terhadap Rusia memang berbeda dengan para pemimpin Amerika sebelumnya. [yy/republika]

Assad Harap Trump Jadi Sekutu Lawan Teroris

Assad Harap Trump Jadi Sekutu Lawan Teroris


Assad Harap Trump Jadi Sekutu Lawan Teroris


Fiqhislam.com - Presiden Suriah, Bashar al-Assad berharap presiden AS terpilih Donald Trump akan jadi sekutu anti-terorismenya. Meski demikian, Assad akan tetap hati-hati menilai miliarder tersebut.

Seperti dilansir BBC, Selasa (15/11), Assad mengatakan Trump bisa jadi sekutu netral jika kampanyenya dijalankan. Namun ia tak yakin apakah Trump akan menjalankan janji kampanyenya atau tidak.

"Kita tidak tahu apa yang akan dia lakukan, tapi jika ia akan memerangi terorisme, tentu kami akan jadi sekutu, sekutu natural dengan Rusia, Iran dan negara lain," kata Assad pada televisi Portugal RTP.

Menurutnya, janji Trump untuk memerangi ISIS cukup menjanjikan. "Tapi apa bisa ia lakukan?," kata Assad.

Kebijakan AS saat ini adalah memerangi ISIS sambil mendukung oposisi moderat untuk melakukan perlawanan terhadap Assad. Assad menganggap mereka teroris.

Trump tidak menunjukkan sikapnya terhadap pemerintah Suriah. Namun jika melawan Suriah, ia juga harus melawan Rusia. Padahal Trump menjanjikan hubungan mesra dengan Presiden Vladimir Putin.

Media AS, termasuk New York Times telah mengindikasikan Trump akan mengakhiri bantuan untuk pemberontak Assad. "Karena kita tahu siapa orang-orang itu," kata Trump satu waktu.

Pada Senin, pejabat tinggi Republik, John McCain mengkritik keras rencana Trump untuk mengubah haluan kebijakan terhadap Rusia. Ia mengatakan itu akan jadi pembantaian bagi rakyat Suriah.

Dalam wawancara dengan televisi Portugal, Assad mengecam kebijakan AS itu. "Mereka pikir mereka polisi dunia, mereka hakim dunia, padahal mereka bukan," kata Assad. [yy/republika]

 

Tags: putin | trump | assad | suriah | aleppo