23 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 28 Nopember 2021

basmalah.png

Rusia Bantah Disebut Terlibat Upaya Pembunuhan PM Montenegro

Rusia Bantah Disebut Terlibat Upaya Pembunuhan PM Montenegro


Fiqhislam.com - Dua warga negara Rusia disebut menjadi dalang upaya pembunuhan Perdana Menteri (PM) Montenegro Mila Djukanovic. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Milivoje Katnic mengumumkan temuan tersebut pada Minggu 6 November 2016.

Pria berkepala plontos ini diduga hendak dibunuh karena ingin membawa Montenegro mendekat ke Amerika Serikat (AS) dan negara Barat lainnya. Mau tidak mau, Pemerintah Rusia dianggap terlibat dalam rencana pembunuhan tersebut. Namun, Kremlin –Istana Kepresidenan Rusia– membantah tuduhan itu.

“Kami tentu saja menolak segala kemungkinan keterlibatan resmi dalam merencanakan aksi ilegal,” ujar Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov saat menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan keterlibatan Rusia, seperti dimuat Reuters, Senin (7/11/2016).

Jaksa Milivoje Katnic menyebut pengatur serangan dari kelompok penjahat tersebut berkebangsaan Rusia. Tujuan utama mereka adalah menaikkan kelompok oposisi ke tampuk kekuasaan. Sayangnya, Katnic menolak menyebut partai oposisi mana yang hendak menggulingkan Djukanovic.

Mantan warga negara Republik Yugoslavia itu naik menjadi pemimpin tertinggi di Parlemen Montenegro setelah partainya memenangkan kursi terbanyak. Akan tetapi, secara individu Djukanovic mendapat tentangan dari sebagian besar anggota parlemen.

“Otoritas nasional mengungkap kelompok penjahat yang berusaha membunuh PM Djukanovic dibentuk dalam teritori Montenegro, Serbia, dan Rusia. Tugas utamanya adalah melakukan aksi terorisme,” ungkap Katnic.

Upaya pembunuhan tersebut terjadi pada 19 Oktober 2016. Seorang penembak jitu ditempatkan dari jauh untuk menembak mati Djukanovic. Upaya tersebut berhasil digagalkan dan sebanyak 20 orang sudah ditahan terkait upaya tersebut. Sebagian kini sudah dibebaskan, sementara polisi masih menahan 14 orang lainnya. [yy/okezone]

Tags: rusia | montenegro