30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Irak Tolak Keterlibatan Turki di Mosul || Rusia: Koalisi AS Lakukan "Kejahatan Perang" di Irak

Irak Tolak Keterlibatan Turki di Mosul


Irak Tolak Keterlibatan Turki di Mosul


Fiqhislam.com - Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi pada Sabtu (22/10) menegaskan kembali penolakannya atas keterlibatan Turki dalam operasi yang sedang berlangsung untuk merebut Mosul dari tangan kelompok ISIS.

Abadi menegaskan bahwa keterlibatan Turki tidak diinginkan setelah bertemu dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Ashton Carter, yang tiba di Baghdad pada Sabtu untuk meninjau kemajuan operasi yang sudah berlangsung enam hari itu.

"Saya tahu bahwa Turki ingin berpartisipasi... Kami mengatakan kepada mereka 'terima kasih, ini sesuatu yang akan ditangani Irak dan Irak akan membebaskan Mosul'," kata Abadi sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

"Kami tidak ada masalah. Jika kami membutuhkan bantuan, kami akan memintanya dari Turki atau negara-negara lain di kawasan ini," katanya.

Carter mengunjungi anggota NATO Turki pada Jumat dan menyatakan dia bisa melihat peran bagi Turki dalam operasi Mosul.

Amerika Serikat merupakan pendukung utama Abadi dan operasi militer Irak untuk merebut kembali sejumlah besar wilayah yang jatuh ke tangan ISIS pada 2014.

Amerika Serikat memimpin koalisi 60 negara yang sudah melancarkan ribuan serangan udara yang menyasar ISIS, serta melatih ribuan pasukan Irak dan memberikan nasihat kepada mereka di lapangan.

Turki memiliki pangkalan di Irak utara dan sebenarnya sudah turun tangan di wilayah utara negara itu tapi Abadi didesak untuk secara resmi menolak kehadiran Ankara.

Kompenen utama dari pemerintah di Baghdad menuduh Ankara bersekongkol dengan kelompok ISIS yang pernah menguasai lebih dari sepertiga wilayah Irak. 

Pada 17 Oktober, Abadi mengumumkan awal serangan besar untuk merebut kembali Mosul, kota kedua Irak yang menjadi benteng pertahanan ISIS.

Operasi militer besar Irak itu sangat rumit, melibatkan sejumlah besar kelompok etnis dan agama di bagian utara Irak, banyak di antaranya mendapat dukungan dari Turki dan Iran.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan jelas sudah menyatakan bahwa dia ingin pasukannya berperan aktif dalam serangan Mosul. [yy/antaranews]

Irak Tolak Keterlibatan Turki di Mosul


Irak Tolak Keterlibatan Turki di Mosul


Fiqhislam.com - Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi pada Sabtu (22/10) menegaskan kembali penolakannya atas keterlibatan Turki dalam operasi yang sedang berlangsung untuk merebut Mosul dari tangan kelompok ISIS.

Abadi menegaskan bahwa keterlibatan Turki tidak diinginkan setelah bertemu dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Ashton Carter, yang tiba di Baghdad pada Sabtu untuk meninjau kemajuan operasi yang sudah berlangsung enam hari itu.

"Saya tahu bahwa Turki ingin berpartisipasi... Kami mengatakan kepada mereka 'terima kasih, ini sesuatu yang akan ditangani Irak dan Irak akan membebaskan Mosul'," kata Abadi sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

"Kami tidak ada masalah. Jika kami membutuhkan bantuan, kami akan memintanya dari Turki atau negara-negara lain di kawasan ini," katanya.

Carter mengunjungi anggota NATO Turki pada Jumat dan menyatakan dia bisa melihat peran bagi Turki dalam operasi Mosul.

Amerika Serikat merupakan pendukung utama Abadi dan operasi militer Irak untuk merebut kembali sejumlah besar wilayah yang jatuh ke tangan ISIS pada 2014.

Amerika Serikat memimpin koalisi 60 negara yang sudah melancarkan ribuan serangan udara yang menyasar ISIS, serta melatih ribuan pasukan Irak dan memberikan nasihat kepada mereka di lapangan.

Turki memiliki pangkalan di Irak utara dan sebenarnya sudah turun tangan di wilayah utara negara itu tapi Abadi didesak untuk secara resmi menolak kehadiran Ankara.

Kompenen utama dari pemerintah di Baghdad menuduh Ankara bersekongkol dengan kelompok ISIS yang pernah menguasai lebih dari sepertiga wilayah Irak. 

Pada 17 Oktober, Abadi mengumumkan awal serangan besar untuk merebut kembali Mosul, kota kedua Irak yang menjadi benteng pertahanan ISIS.

Operasi militer besar Irak itu sangat rumit, melibatkan sejumlah besar kelompok etnis dan agama di bagian utara Irak, banyak di antaranya mendapat dukungan dari Turki dan Iran.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan jelas sudah menyatakan bahwa dia ingin pasukannya berperan aktif dalam serangan Mosul. [yy/antaranews]

Rusia: Koalisi AS Lakukan

Rusia: Koalisi AS Lakukan "Kejahatan Perang" di Irak


Rusia: Koalisi AS Lakukan "Kejahatan Perang" di Irak


Fiqhislam.com - Kementerian Pertahanan Rusia menuduh koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) yang memerangi ekstremis di Irak melakukan kejahatan perang pada Sabtu (22/10), sehari setelah serangan udara menewaskan 15 perempuan di sebuah masjid di dekat Kota Kirkuk.

"Kami mengamati beberapa kali bahwa serangan-serangan mematikan ini... yang punya semua ciri kejahatan perang, praktis sudah menjadi rutinitas sehari-hari pesawat tempur koalisi internasional," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Igor Konashenkov dalam sebuah pernyataan.

"Sangat sering pernikahan, upacara pemakaman, rumah sakit, kantor polisi dan konvoi kemanusiaan menjadi sasaran koalisi," katanya sebagaimana dikutip kantor berita AFP.
   
Pernyataan itu muncul setelah Presiden Prancis Francois Hollande menuduh Rusia melakukan kejahatan perang di Suriah, tempat pesawat-pesawat tempurnya melancarkan serangan udara guna mendukung rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. [yy/antaranews]

 

Tags: mosul | koalisi as