16 Jumadil-Akhir 1443  |  Rabu 19 Januari 2022

basmalah.png

BERITA INTERNASIONAL

Berbagai Skenario Rute Pelarian al Baghdadi ke Suriah

Berbagai Skenario Rute Pelarian al Baghdadi ke Suriah


Fiqhislam.com - Para pemimpin ISIS diperkirakan sudah melarikan diri dari Mosul, Irak, untuk menghindari diri dari serangan pasukan koalisi. Pemimpin ISIS Abu Bakar al Baghdadi termasuk sosok yang dikabarkan telah pergi dari Mosul.

Baghdadi diperkirakan melarikan diri dari Kota Mosul melalui distrik Al Ba'aj, Hadar, dan Taal Afer. Ini merupakan jalan terpendek menuju Kota Raqqa di Suriah.

Namun Baghdadi juga bisa melarikan diri dari Mosul lewat distrik Taal Afar, Al Qahtaniya, Al Hasakah kemudian menyeberang ke perbatasan Suriah menuju Kota Raqqa di mana banyak sekutu ISIS. Perjalanan ini sejauh 506 kilometer (km) dengan waktu tujuh sampai delapan jam perjalanan.

Baghdadi juga bisa menempuh jalur selatan melalui distrik Al Ba'aj, Al Hadar, Al Haditha, Al Qaim, Al Mayadin, Deir ez Zor menuju Raqqa. Jarak tempuhnya 702 km dengan waktu sembilan jam perjalanan.

Seperti dilansir Alarabiya, Kamis, (20/10), ia  juga bisa melalui Al Ba'aj menuju utara ke Sinjar yang langsung mengarah ke Raqqa, Suriah. Jarak tempuhnya enam jam, 36 menit.

Dari Al Ba'aj, Baghdadi juga bisa menuju ke Al Qaim, Al Bukamel, Deir ez Zor kemudian ke Raqqa. Jarak tempuhnya 605 km selama delapan jam dan 43 menit dengan mobil.

Pelarian Baghdadi ke Suriah tak hanya terbatas menuju Raqqa. Ia juga bisa menuju Al Hasakah dan  Deir ez Zor sebab keduanya termasuk sekutu kuat ISIS.

Perlu diketahui Al Ba'aj, Hatra, dan Tal Afaar merupakan wilayah di bawah kekuasaan Irak yang langsung terhubung ke perbatasan Suriah. Perbatasan ini bisa dilalui melalui perjalanan darat dari Irak bagian utara hingga Al Qaim. Perbatasan utara Suriah sangat luas melebar hingga 450 km yang terdiri dari area padang pasir yang susah dikontrol. [yy/republika]

Berbagai Skenario Rute Pelarian al Baghdadi ke Suriah


Fiqhislam.com - Para pemimpin ISIS diperkirakan sudah melarikan diri dari Mosul, Irak, untuk menghindari diri dari serangan pasukan koalisi. Pemimpin ISIS Abu Bakar al Baghdadi termasuk sosok yang dikabarkan telah pergi dari Mosul.

Baghdadi diperkirakan melarikan diri dari Kota Mosul melalui distrik Al Ba'aj, Hadar, dan Taal Afer. Ini merupakan jalan terpendek menuju Kota Raqqa di Suriah.

Namun Baghdadi juga bisa melarikan diri dari Mosul lewat distrik Taal Afar, Al Qahtaniya, Al Hasakah kemudian menyeberang ke perbatasan Suriah menuju Kota Raqqa di mana banyak sekutu ISIS. Perjalanan ini sejauh 506 kilometer (km) dengan waktu tujuh sampai delapan jam perjalanan.

Baghdadi juga bisa menempuh jalur selatan melalui distrik Al Ba'aj, Al Hadar, Al Haditha, Al Qaim, Al Mayadin, Deir ez Zor menuju Raqqa. Jarak tempuhnya 702 km dengan waktu sembilan jam perjalanan.

Seperti dilansir Alarabiya, Kamis, (20/10), ia  juga bisa melalui Al Ba'aj menuju utara ke Sinjar yang langsung mengarah ke Raqqa, Suriah. Jarak tempuhnya enam jam, 36 menit.

Dari Al Ba'aj, Baghdadi juga bisa menuju ke Al Qaim, Al Bukamel, Deir ez Zor kemudian ke Raqqa. Jarak tempuhnya 605 km selama delapan jam dan 43 menit dengan mobil.

Pelarian Baghdadi ke Suriah tak hanya terbatas menuju Raqqa. Ia juga bisa menuju Al Hasakah dan  Deir ez Zor sebab keduanya termasuk sekutu kuat ISIS.

Perlu diketahui Al Ba'aj, Hatra, dan Tal Afaar merupakan wilayah di bawah kekuasaan Irak yang langsung terhubung ke perbatasan Suriah. Perbatasan ini bisa dilalui melalui perjalanan darat dari Irak bagian utara hingga Al Qaim. Perbatasan utara Suriah sangat luas melebar hingga 450 km yang terdiri dari area padang pasir yang susah dikontrol. [yy/republika]

Mosul Diserang, ISIS Serbu Kirkuk

Mosul Diserang, ISIS Serbu Kirkuk


Mosul Diserang, ISIS Serbu Kirkuk


Fiqhislam.com - Kelompok bersenjata yang diduga kuat sebagai militan ISIS menyerang beberapa gedung dan pembangkit listrik di kota kaya minyak, Kirkuk, pada Jumat 21 Oktober dini hari. Pasukan keamanan mengatakan sedikitnya delapan orang tewas akibat serangan ini dan para pelaku penyerangan masih bertahan di masjid dan hotel.

Korban tewas terdiri dari enam anggota pasukan keamanan dan dua warga Iran petugas pemeliharaan pembangkit listrik yang terletak di luar kota. Sedangkan di pihak lawan, delapan militan dilaporkan tewas, baik karena meledakkan diri maupun akibat baku tembak dengan pasukan keamanan.

Reuters, Jumat (21/20/2016) mengabarkan pasukan Kurdi telah berhasil merebut kembali semua gedung yang sebelumnya dikuasai para militan, kecuali hotel dan masjid. Pertempuran antara kedua belah pihak masih terus berlangsung sampai saat ini.

Kelompok teror ISIS mengklaim sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan ini melalui pernyataan online-nya. Pihak berwenang mengatakan fasilitas produksi minyak di Kirkuk tidak menjadi sasaran serangan. Suplai tenaga listrik di kota juga terus berjalan tanpa gangguan.

Kota Kirkuk berada di bawah kendali pasukan Peshmerga Kurdi sejak 2014. Kendali kota didapat setelah pasukan Irak menarik diri dari wilayah itu melarikan diri dari kepungan ISIS yang datang melalui wilayah barat dan utara Irak.

Serangan ini hanya berselang empat hari setelah pasukan keamanan Irak dan sekutunya memulai serangan besar-besaran terhadap kota penting Mosul. Kota terbesar kedua di Irak itu adalah kota pertahanan terakhir ISIS di Negeri 1001 Malam. [yy/okezone]

ISIS Minta Anggotanya Lakukan Bom Bunuh Diri di Eropa

ISIS Minta Anggotanya Lakukan Bom Bunuh Diri di Eropa


ISIS Minta Anggotanya Lakukan Bom Bunuh Diri di Eropa


Fiqhislam.com - Mantan anggota ISIS, Rachid (27 tahun), dulu seorang mekanik di Belgia sebelum pergi ke Suriah bergabung dengan ISIS untuk menjatuhkan Bashar al Assad. Kini, ia meninggalkan ISIS dan melarikan diri ke Turki karena tak sanggup melihat kebrutalan yang dilakukan ISIS.

Rachid mengatakan, saat ISIS pertama kali menyerang Irak dan merebut kendaraan militer lapis baja milik tentara Irak, ini merupakan kesuksesan besar. Dengan memiliki kendaraan militer lapis baja memungkin ISIS bergerak cepat.

"Namun, saat Amerika menjatuhkan bom lewat serangan udara, maka mobil lapis baja, kendaraan militer lapis baja yang direbut ISIS berakhir ringsek dan rusak parah. Kalau tentara ISIS berada di sekitar kendaraan militer lapis baja, mereka malah semakin mudah jadi sasaran serangan udara Amerika," kata pria keturunan Maroko tersebut seperti dilansir Independent, Jumat, (21/10).

Sekarang, terang Rachid, ISIS mulai terdesak di Mosul karena dikepung tentara Irak maupun tentara koalisi yang dipimpin Amerika. "Makanya sekarang mereka putus asa dan merasa Mosul sudah tak bisa dipertahankan lagi, jadi para pemimpin ISIS meminta anggotanya untuk pindah ke Eropa dan melakukan serangan bunuh diri di Eropa."
 
Saat ini, ISIS masih memiliki pembuat bom dan pelaku bom bunuh diri. Serangan dengan bom mobil memang efektif menghancurkan tentara Irak.

Namun, kalau Amerika dan Rusia melakukan serangan udara, mereka belum mendekati tentara Irak sudah mati dulu karena terkena bom. Akibatnya, pertempuran ISIS jadi tak efektif.

Inilah yang membuat para pemimpin ISIS mencari alternatif lain. Yakni mengirimkan anggota ISIS ke seluruh penjuru Eropa dan melakukan serangan bom bunuh diri di negara-negara di Eropa.

Eropa menjadi sasaran pertempuran ISIS. Apalagi, sekarang Belgia telah menjadi sarang teroris dengan banyaknya anggota ISIS yang kembali dari Suriah.

Anggota ISIS sudah merencanakan berbagai serangan ke Eropa dan Amerika. Mereka hanya perlu berbaiat ke Baghdadi tanpa harus mendapatkan instruksi dari Raqqa, Suriah untuk mendapatkan restu melakukan pengeboman di Eropa maupun Amerika. [yy/republika]

 

Tags: Baghdadi | mosul