2 Jumadil-Awal 1443  |  Senin 06 Desember 2021

basmalah.png

Perang Mosul akan Menyajikan Pertempuran Yang Amat Dahsyat || Pentagon: Tentara AS di Garis Belakang Operasi Mosul

Perang Mosul akan Menyajikan Pertempuran Yang Amat Dahsyat


Perang Mosul akan Menyajikan Pertempuran Yang Amat Dahsyat


Fiqhislam.com - Koalisi anti-teror pimpinan Amerika Serikat mengerahkan segala upaya untuk membebaskan Kota Mosul yang selama ini menjadi basis ISIS.

Namun, kelompok militan tersebut pun tak tinggal diam. Mereka mengaku siap mempertahankan jantung pertahanan terakhir mereka di Irak.

Setelah kalah di Falljujah di pertengahan tahun, ISIS hadir dengan perencanaan yang lebih matang.

Independent, Senin (17/10/2016) melaporkan, ISIS telah menyiapkan skuat bom bunuh diri guna menjegal langkah pasukan Irak yang didukung koalisi antiteror pimpinan Amerika Serikat membebaskan kota di Provinsi Niniweh tersebut.

Pertempuran ini digadang-gadang akan berlangsung hingga berbulan-bulan lamanya.

Selain pasukan bom bunuh diri, warga setempat melihat ISIS juga telah menebar ranjau darat di sepanjang jalan utama. Mereka juga menggali parit dan mengisinya dengan minyak yang mudah terbakar.

Warga lain menyebut, Mosul saat ini jadi kota penuh jebakan. ISIS katanya telah menyiapkan semua itu, menyembunyikan senjata-senjata mematikan mereka di bawah jembatan dan lubang di jalan-jalan utama.

Bulan lalu, Kementerian Pertahanan AS, Pentagon memperingatkan, militan yang juga menduduki Suriah tersebut kemungkinan besar akan memakai senjata kimia mereka, gas belerang, dalam perang kali ini.

Oleh karena itu, 50 ribu topeng antigas telah disediakan bagi pasukan militer gabungan Irak. Saat ini, ISIS telah membangun dinding semen anti-ledakan.

"Tembok tersebut juga sekaligus berfungsi mengarahkan penduduk Mosul masuk ke kawasan yang ditentukan ISIS guna menjadikan mereka tameng hidup," tulis Independent.

Di sisi lain, terowongan bawah tanah digali sebagai perisai yang melindungi kendaraan tempur, persenjataan militer dan para militannya.

Taktik semacam itu sering digunakan ISIS dalam pertempuran sebelum-sebelumnya di kota-kota kecil. Akan tetapi, Mosul akan menyajikan pertempuran terbesar. Jika mereka kalah di Mosul, otomatis pertahanan ISIS di kota-kota lain akan dengan mudah diruntuhkan. [yy/atjehcyber]

Perang Mosul akan Menyajikan Pertempuran Yang Amat Dahsyat


Perang Mosul akan Menyajikan Pertempuran Yang Amat Dahsyat


Fiqhislam.com - Koalisi anti-teror pimpinan Amerika Serikat mengerahkan segala upaya untuk membebaskan Kota Mosul yang selama ini menjadi basis ISIS.

Namun, kelompok militan tersebut pun tak tinggal diam. Mereka mengaku siap mempertahankan jantung pertahanan terakhir mereka di Irak.

Setelah kalah di Falljujah di pertengahan tahun, ISIS hadir dengan perencanaan yang lebih matang.

Independent, Senin (17/10/2016) melaporkan, ISIS telah menyiapkan skuat bom bunuh diri guna menjegal langkah pasukan Irak yang didukung koalisi antiteror pimpinan Amerika Serikat membebaskan kota di Provinsi Niniweh tersebut.

Pertempuran ini digadang-gadang akan berlangsung hingga berbulan-bulan lamanya.

Selain pasukan bom bunuh diri, warga setempat melihat ISIS juga telah menebar ranjau darat di sepanjang jalan utama. Mereka juga menggali parit dan mengisinya dengan minyak yang mudah terbakar.

Warga lain menyebut, Mosul saat ini jadi kota penuh jebakan. ISIS katanya telah menyiapkan semua itu, menyembunyikan senjata-senjata mematikan mereka di bawah jembatan dan lubang di jalan-jalan utama.

Bulan lalu, Kementerian Pertahanan AS, Pentagon memperingatkan, militan yang juga menduduki Suriah tersebut kemungkinan besar akan memakai senjata kimia mereka, gas belerang, dalam perang kali ini.

Oleh karena itu, 50 ribu topeng antigas telah disediakan bagi pasukan militer gabungan Irak. Saat ini, ISIS telah membangun dinding semen anti-ledakan.

"Tembok tersebut juga sekaligus berfungsi mengarahkan penduduk Mosul masuk ke kawasan yang ditentukan ISIS guna menjadikan mereka tameng hidup," tulis Independent.

Di sisi lain, terowongan bawah tanah digali sebagai perisai yang melindungi kendaraan tempur, persenjataan militer dan para militannya.

Taktik semacam itu sering digunakan ISIS dalam pertempuran sebelum-sebelumnya di kota-kota kecil. Akan tetapi, Mosul akan menyajikan pertempuran terbesar. Jika mereka kalah di Mosul, otomatis pertahanan ISIS di kota-kota lain akan dengan mudah diruntuhkan. [yy/atjehcyber]

Pentagon: Tentara AS di Garis Belakang Operasi Mosul

Pentagon: Tentara AS di Garis Belakang Operasi Mosul


Pentagon: Tentara AS di Garis Belakang Operasi Mosul


Fiqhislam.com - Pentagon menyatakan tentara Amerika Serikat berada di belakang garis depan dalam operasi ke Mosul.

Tentara-tentara Amerika Serikat ini bertindak sebagai penasihat militer untuk pasukan Irak yang hendak merebut kembali kota itu dari genggaman Islamic State (ISIS).

"Tentara Amerika kembali memainkan peran penasihat, peran yang memungkinkan untuk pasukan Irak. Kebanyakan tentara Amerika di Irak tidak berada di dekat garis depan," kata juru bicara Pentagon Peter Cook.

Cook juga mengatakan tentara Amerika hanya mengemban misi penasihat dan dukungan logistik.

"Peran pasukan Amerika Serikat hari ini tidak jauh berbeda dari sebelumnya," kata Cook seperti dikutip Reuters. [yy/atjehcyber]

Pertahankan Mosul, ISIS Diduga Bakal Gunakan Senjata Kimia

Pertahankan Mosul, ISIS Diduga Bakal Gunakan Senjata Kimia


Pertahankan Mosul, ISIS Diduga Bakal Gunakan Senjata Kimia


Fiqhislam.com - Amerika Serikat (AS) mengeluarkan peringatan bahwa militan ISIS akan menggunakan senjata kimia dalam perjuangannya mempertahankan Mosul. Para pejabat militer telah mulai menguji fragmen roket yang kemungkinan menggunakan bahan kimia setelah ISIS menggunakan gas mustard dalam sejumlah serangan beberapa bulan terakhir.

Sejumlah foto yang beredar menunjukkan para tentara menggunakan masker gas seolah mempersiapkan diri untuk kemungkinan ISIS menggunakan senjata kimia.

"Mengingat perilaku tercela ISIS dan dengan mencolok mengabaikan standar dan norma-norma internasional, menggunakan cara ini tidak mengherankan," kata seorang pejabat AS seperti dikutip dari Express, Rabu (19/10/2016).

Meski begitu, Washington tidak percaya jika ISIS telah berhasil mengembangkan senjata kimia mematikan. Sebaliknya, AS menyatakan bahwa senjata konvensional adalah ancaman terbesar bagi pasukan Irak dan Kurdi karena mereka berusaha untuk merebut kembali kota Mosul.

Dalam dua hari terakhir, Mosu yang menjadi kubu terakhir ISIS di Irak telah dibombardir. Kelompok ekstrimis itu sendiri telah kehilangan lebih dari 75 mil persegi wilayahnya sejak serangan dimulai. Diperkirakan 1 juta warga sipil masih berada di Mosul, kota yang dikuasai ISIS sejak dua tahun lalu.

Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi dikatakan terjebak di kota yang telah terkepung ini. Keberadaan al-Baghdadi dan pembuat bom ISIS Fawzi Ali Nouimeh akan membuat anggota ISIS akan bertempur sampai mati untuk melindungi kota.

Pemimpin Organisasi Internasional untuk Migrasi Irak, Thomas Weiss mengatakan, ia berharap ISIS tidak menggunakan warga Mosul sebagai tamenng manusia. "Kami juga takut, dan telah ada beberapa bukti bahwa ISIS mungkin menggunakan senjata kimia kepada anak-anak, orang tua, orang cacat, akan sangat rentan," katanya. [yy/sindonews]

PBB Khawatirkan Nasib 1,5 Juta Penduduk Mosul

PBB Khawatirkan Nasib 1,5 Juta Penduduk Mosul


PBB Khawatirkan Nasib 1,5 Juta Penduduk Mosul


Fiqhislam.com - Operasi untuk merebut kembali kota Mosul, Irak dari tangan Islamic State ISIS, telah dimulai. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sangat mengkhawatirkan akan risiko yang dihadapi jutaan warga sipil seiring berlangsungnya operasi tersebut.

"Saya sangat prihatin akan keselamatan hingga 1,5 juta orang yang tinggal di Mosul, yang mungkin terdampak oleh operasi militer untuk merebut kembali kota itu dari ISIL (nama lain ISIS)," ujar Wakil Sekjen PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Bantuan Darurat, Stephen O'Brien seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (17/10/2016).

Pejabat PBB tersebut mengingatkan, keluarga-keluarga sangat berisiko terjebak dalam baku tembak ataupun menjadi target para penembak jitu.

"Tergantung dari intensitas dan besarnya pertempuran, sebanyak satu juta orang mungkin terpaksa meninggalkan rumah-rumah mereka dalam skenario terburuk," ujar O'Brien dalam statemen PBB.

Dikatakannya, anak-anak dan para lanjut usia menghadapi risiko tertinggi.

"Puluhan ribu anak-anak perempuan, anak laki-laki, kaum wanita dan kaum pria mungkin terkepung atau dijadikan tameng manusia. Ribuan orang mungkin akan diusir paksa atau terjebak di antara medan-medan tempur," imbuh pejabat PBB tersebut.

Kota Mosul di Irak utara adalah kota tempat pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi mengumumkan secara terbuka mengenai pembentukan kekhalifahan yang mencakup Irak dan Suriah pada Juni 2014 lalu.

Dengan dukungan Iran dan koalisi pimpinan Amerika Serikat, pasukan Irak telah berhasil merebut kembali wilayah-wilayah yang pernah jatuh ke tangan ISIS. Mosul merupakan markas besar terakhir ISIS di Irak.

Menurut Menteri Pertahanan Amerika Serikat Ash Carter, operasi tersebut merupakan kunci untuk mengalahkan kelompok ISIS. "Ini momen menentukan dalam kampanye memberikan kekalahan abadi bagi ISIL," ujar Carter dalam sebuah statemen.

"Kami yakin mitra-mitra Irak kami akan menang melawan musuh bersama kami dan membebaskan Mosul dan seluruh Irak dari kebencian dan kekejaman ISIL," tandasnya. [yy/atjehcyber]

 

Tags: mosul | isis