22 Rabiul-Akhir 1443  |  Sabtu 27 Nopember 2021

basmalah.png

Dibidik ICC, Duterte Tidak Mau Disalahkan

Dibidik ICC, Duterte Tidak Mau Disalahkan


Fiqhislam.com - Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mulai menyoroti perang melawan narkoba di Filipina yang korbannya dilaporkan sudah mencapai 3 ribu orang. Kepala Jaksa ICC Fatou Bensouda memperingatkan siapa pun yang terlibat dalam pembunuhan di luar hukum dalam perang narkoba itu harus bertanggung jawab.

Namun, Presiden Filipina Rodridgo Duterte yang mengobarkan perang melawan narkoba mulai “cuci tangan”. Dia menolak disalahkan atas kematian ribuan orang itu.

”Sekarang mereka mengatakan sudah ada 3.000 orang yang tewas. Tiga ribu? Siapa yang membunuh mereka? Saya tidak tahu, tapi mengapa mereka menunjuk ke arah saya, menyalahkan saya untuk kematian mereka?,” kata Duterte dalam pidato di Basco, di mana dia mengunjungi para korban bencana angin topan baru-baru ini.

Duterte menyangkal jika korban tewas dalam perang melawan narkoba sudah mencapai 3.000 orang. ”Sekarang, orang-orang macam apa yang tewas? Apakah mereka dari pemerintah? Tidak, belum 3.000 (orang), kita bahkan belum mencapai sejauh itu. Ini baru permulaan,” ujar Duterte, seperti dikutip Philstar, Sabtu (15/10/2016).

Polisi Filipina selama ini berdalih hanya membunuh tersangka narkoba yang menolak atau melawan saat ditangkap. 

Duterte menambahkan, para pembela hak asasi manusia harus melihat situasi dan membandingkan kematian dalam perang melawan narkoba itu dengan para korban pemerkosaan dan kejahatan brutal lainnya yang dilakukan oleh individu pecandu narkoba.

Menurut Duterte, peredaran narkoba di Filipina sudah seperti skala industri dengan nilai miliaran peso. Dia bertekad untuk menghancurkannya. [yy/sindonews]

 

Tags: duterte | narkoba | icc