30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Erdogan Sebut Hillary “Politisi Ingusan”

Erdogan Sebut Hillary “Politisi Ingusan”


Erdogan Sebut Hillary “Politisi Ingusan”


Fiqhislam.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Hillary Clinton setelah ia menyebut akan mempersenjatai pemberontak Kurdi di Suriah (PYD). Menurut Presiden Erdogan, komentar Hillary mencerminkan bahwa mantan ibu negara AS itu seorang “politikus ingusan”.

Rencana tersebut disampaikan Hillary pada Deabt Capres AS 2016 putaran kedua, Minggu 9 Oktober. Pada saat itu, Hillary ditanya bagaimana cara menangani konflik Suriah jika terpilih sebagai Presiden AS. Hillary menjawab, ia akan mempersenjatai pemberontak Kurdi.

“Clinton mengatakan, ‘Kita akan melanjutkan mendukung pemberontak Kurdi PYD dan YPG.’ Ini adalah pernyataan yang amat saya sayangkan,” ujar Presiden Erdogan dalam sebuah acara pemilihan hakim dan jaksa baru di Ankara sebagaimana dilansir Memo, Kamis (13/10/2016).

Meski demikian, Hillary tidak menyebut secara jelas pemberontak itu adalah PYD yaitu cabang Partai Pekerja Kurdi (PKK) di Suriah. Hingga kini, Erdogan sendiri masih berperang untuk menumpas perlawanan PKK yang dianggapnya pemberontak di Turki.

“Mempersenjatai pemberontak Kurdi seharusnya tidak dilakukan. Langkah tersebut tidak dapat diambil. Apakah kamu (Hillary) tidak menyadari kematian 600 ribu warga melalui orang-orang bersenjata yang kamu berikan? Di manakah Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (HAM)? Di manakah hukum? Di manakah pentingnya kehidupan manusia?” pangkasnya. [yy/atjehcyber]

Erdogan Sebut Hillary “Politisi Ingusan”


Erdogan Sebut Hillary “Politisi Ingusan”


Fiqhislam.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Hillary Clinton setelah ia menyebut akan mempersenjatai pemberontak Kurdi di Suriah (PYD). Menurut Presiden Erdogan, komentar Hillary mencerminkan bahwa mantan ibu negara AS itu seorang “politikus ingusan”.

Rencana tersebut disampaikan Hillary pada Deabt Capres AS 2016 putaran kedua, Minggu 9 Oktober. Pada saat itu, Hillary ditanya bagaimana cara menangani konflik Suriah jika terpilih sebagai Presiden AS. Hillary menjawab, ia akan mempersenjatai pemberontak Kurdi.

“Clinton mengatakan, ‘Kita akan melanjutkan mendukung pemberontak Kurdi PYD dan YPG.’ Ini adalah pernyataan yang amat saya sayangkan,” ujar Presiden Erdogan dalam sebuah acara pemilihan hakim dan jaksa baru di Ankara sebagaimana dilansir Memo, Kamis (13/10/2016).

Meski demikian, Hillary tidak menyebut secara jelas pemberontak itu adalah PYD yaitu cabang Partai Pekerja Kurdi (PKK) di Suriah. Hingga kini, Erdogan sendiri masih berperang untuk menumpas perlawanan PKK yang dianggapnya pemberontak di Turki.

“Mempersenjatai pemberontak Kurdi seharusnya tidak dilakukan. Langkah tersebut tidak dapat diambil. Apakah kamu (Hillary) tidak menyadari kematian 600 ribu warga melalui orang-orang bersenjata yang kamu berikan? Di manakah Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (HAM)? Di manakah hukum? Di manakah pentingnya kehidupan manusia?” pangkasnya. [yy/atjehcyber]

Trump bilang: Hillary Menang, ISIS Kuasai Amerika!

Trump bilang: Hillary Menang, ISIS Kuasai Amerika!


Trump bilang: Hillary Menang, ISIS Kuasai Amerika!


Fiqhislam.com - Calon Presiden Amerika Serika (AS) dari partai Republik Donald Trump menyebut, jika Hillary Clinton menang dalam pemilihan Presiden AS, maka hal itu akan membawa bencana bagi Amerika. Salah satunya adalah ISIS akan menguasai AS jika istri Bill Clinton itu menang dalam pilpres.

Berbicara dalam kampanye di Florida, Trump mengatakan, jika Hillary akhirnya terpilih menjadi Presiden AS, maka ISIS akan dapat dengan mudah menduduki AS, dan bahkan dunia. Karena, menurutnya Hillary bukanlah sosok yang kuat.

"Mereka (ISIS) tidak hanya akan mengambil alih bagian dari dunia. Mereka akan mengambil alih negara ini, mereka akan mengambil alih sebagian dari dunia," kata Trump, seperti dilansir alaraby pada Kamis (13/10).

Pernyataan Trump tersebut mendapat respon beragam dari warga AS. Namun, mayoritas dari mereka melemparkan komentar bernada kecaman dan sarkas, atau meledek terhadap pernyataan yang dibuat penguasaha asal New York tersebut.

"Trump mengatakan ISIS akan menguasai Amerika jika dia kalah. KIta setidaknya memiliki dua juta laki-laki dan wanita pemberani di militer kita yang mengatakan sebaliknya," cuit pengguna twitter dengan akun Tea Pain. [yy/atjehcyber]

 

Tags: erdogan