30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Putin Marah, Perintahkan Warga Rusia di Luar Negeri Pulang || Desak ICC Selidiki Kejahatan Rusia di Suriah

Putin Marah, Perintahkan Warga Rusia di Luar Negeri Pulang


Putin Marah, Perintahkan Warga Rusia di Luar Negeri Pulang


Fiqhislam.com - Rusia memerintahkan semua pejabatnya memulangkan anggota keluarga yang saat ini berada di luar negeri. Perintah ini dipicu ketegangan antara Rusia dan negara-negara Barat yang semakin panas sehingga berpotensi pecahnya perang global. 

Seorang pejabat top Rusia mengutip perintah Presiden Vladimir Putin agar seluruh pejabat Rusia membawa pulang orang-orang tercinta mereka secepatnya.


Peringatan ini muncul setelah Putin membatalkan rencananya berkunjung ke Prancis untuk meresmikan pusat spiritual di Gereja Ortodoks Rusia di dekat Menara Eiffel. Putin marah setelah Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan pasukan Suriah melakukan kejahatan perang di Aleppo dengan dukungan pasukan udara Rusia. 

Sebelumnya, di Dewan Keamanan PBB, Prancis, sekutu Amerika Serikat, mengajukan draf resolusi untuk menghukum Rusia sebagai penjahat perang di Suriah. Mengutip Daily Mail, 12 Oktober 2016, Rusia memerintahkan semua pejabat dan staf pada semua level untuk mengeluarkan anak-anak mereka dari sekolah-sekolah asing secepatnya. 

Belum ada penjelasan resmi tentang alasan Putin memerintahkan warga Rusia di luar negeri pulang. Namun, menurut analis politik Rusia, Stanislav Belkovsky, perintah itu bermakna sebagai langkah untuk persiapan perang besar. "Ini semua sebagai langkah mempersiapkan para elite untuk perang besar," kata Belkovsky kepada Daily Star

Hubungan Rusia dan Amerika Serikat saat ini mengalami titik terburuk sejak Perang Dingin setelah keduanya melibatkan diri dalam konflik bersenjata di Rusia. Dalam perang di Suriah, Rusia mendukung pasukan pemerintah Suriah dan Amerika Serikat mendukung pemberontak anti-Presiden Suriah Bashar al-Assad. 

Mantan Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev mengingatkan dunia saat ini dalam titik berbahaya, dipicu permusuhan Rusia dan Amerika Serikat dalam perang di Suriah. [yy/tempo]

Putin Marah, Perintahkan Warga Rusia di Luar Negeri Pulang


Putin Marah, Perintahkan Warga Rusia di Luar Negeri Pulang


Fiqhislam.com - Rusia memerintahkan semua pejabatnya memulangkan anggota keluarga yang saat ini berada di luar negeri. Perintah ini dipicu ketegangan antara Rusia dan negara-negara Barat yang semakin panas sehingga berpotensi pecahnya perang global. 

Seorang pejabat top Rusia mengutip perintah Presiden Vladimir Putin agar seluruh pejabat Rusia membawa pulang orang-orang tercinta mereka secepatnya.


Peringatan ini muncul setelah Putin membatalkan rencananya berkunjung ke Prancis untuk meresmikan pusat spiritual di Gereja Ortodoks Rusia di dekat Menara Eiffel. Putin marah setelah Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan pasukan Suriah melakukan kejahatan perang di Aleppo dengan dukungan pasukan udara Rusia. 

Sebelumnya, di Dewan Keamanan PBB, Prancis, sekutu Amerika Serikat, mengajukan draf resolusi untuk menghukum Rusia sebagai penjahat perang di Suriah. Mengutip Daily Mail, 12 Oktober 2016, Rusia memerintahkan semua pejabat dan staf pada semua level untuk mengeluarkan anak-anak mereka dari sekolah-sekolah asing secepatnya. 

Belum ada penjelasan resmi tentang alasan Putin memerintahkan warga Rusia di luar negeri pulang. Namun, menurut analis politik Rusia, Stanislav Belkovsky, perintah itu bermakna sebagai langkah untuk persiapan perang besar. "Ini semua sebagai langkah mempersiapkan para elite untuk perang besar," kata Belkovsky kepada Daily Star

Hubungan Rusia dan Amerika Serikat saat ini mengalami titik terburuk sejak Perang Dingin setelah keduanya melibatkan diri dalam konflik bersenjata di Rusia. Dalam perang di Suriah, Rusia mendukung pasukan pemerintah Suriah dan Amerika Serikat mendukung pemberontak anti-Presiden Suriah Bashar al-Assad. 

Mantan Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev mengingatkan dunia saat ini dalam titik berbahaya, dipicu permusuhan Rusia dan Amerika Serikat dalam perang di Suriah. [yy/tempo]

Negara Barat Desak ICC Selidiki Kejahatan Rusia di Suriah

Negara Barat Desak ICC Selidiki Kejahatan Rusia di Suriah


Negara Barat Desak ICC Selidiki Kejahatan Rusia di Suriah


Fiqhislam.com - Prancis mendesak Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC) supaya menggelar investigasi dugaan kejahatan perang yang dilakukan pasukan Suriah dan Rusia di Aleppo timur.

Hari ini, Menteri Luar Negeri Prancis mengimbau Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC) agar menyelidiki Rusia atas kemungkinan kejahatan perang di Suriah.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault mengatakan kepada Radio France-Inter hari Senin (10/10/2016) bahwa Prancis bermaksud menghubungi jaksa internasional ICC untuk mengetahui bagaimana caranya agar penyelidikan diluncurkan, tulis Voice of America.

“Pemboman ini, dan telah sayakan sampaikan hal ini di Moskow, adalah kejahatan perang,” ujar Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault kepada Radio France Inter setelah sebuah draft resolusi mengenai Suriah kepada Dewan Keamanan PBB diveto oleh Rusia.

Sebelum ini, dalam upaya mencapai gencatan senjata September lalu, pesawat tempur-pesawat tempur Rusia dan Suriah justru melancarkan serangan besar-besaran ke bagian wilayah Aleppo yang dikuasai kelompok pembebasan.

Ayrault mengatakan Prancis tidak setuju dengan pemboman Aleppo oleh Rusia dan lebih berkomitmen untuk menyelamatkan penduduk di sana.

Dia mengatakan penyelidikan akan didasarkan pada peran Moskow dalam serangan udara di bagian timur kota itu yang dikuasai kelompok pembebasan.

Rusia hari Sabtu memblokir resolusi Dewan Keamanan PBB yang diusulkan oleh Prancis dan Spanyol untuk mengakhiri permusuhan.

Sementara itu, Negara-negara Barat juga semakin serius mendalami dugaan kejahatan perang Rusia di Suriah.

Pada hari Jumat, Menteri Luar Negeri AS John Kerry menyerukan penyelidikan kejahatan perang terkait serangan udara Rusia dan Suriah di Suriah. Rusia telah menolaknya dengan marah. [yy/hidayatullah]

 

Tags: rusia | amerika | nato | icc