30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Obama: Trump Lakukan Penghinaan karena Merasa tidak Aman

Obama: Trump Lakukan Penghinaan karena Merasa tidak Aman


Obama: Trump Lakukan Penghinaan karena Merasa tidak Aman


Fiqhislam.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengatakan Donald Trump kerap melakukan penghinaan kepada lawan-lawan politiknya karena merasa tidak aman. Tindakan itu juga dilakukan oleh calon presiden dari Partai Republik tersebut agar terlihat percaya diri.

Pernyataan Obama terkait dengan komentar miliarder tersebut yang terlihat melecehkan perempuan. Komentar itu dirilis dari rekaman audio pada 2005 lalu.

"Trump tidak hanya merendahkan perempuan, tapi kerap minoritas, imgran, dan orang dari agama tertentu, bahkan orang cacat. Saya rasa ini cukup jelas tindakan yang menganggu ini karena ia merasa tidak aman," ujar Obama, dilansir The Telegraph, Senin (10/10).

Selain Obama, Banyak orang, termasuk petinggi Partai Republik yang mengecam Trump. Bahkan, mereka menyatakan tak akan mendukung calon presiden itu dalam pemilihan November mendatang.  Namun, Trump menekankan  tidak akan pernah mundur dari pemilihan presiden. Ia juga mengatakan banyak pendukung yang tetap setia terhadapnya.

"Saya pikir banyak orang yang meremehkan betapa setia pendukung saya," jelas Trump. [yy/republika]

Obama: Trump Lakukan Penghinaan karena Merasa tidak Aman


Obama: Trump Lakukan Penghinaan karena Merasa tidak Aman


Fiqhislam.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengatakan Donald Trump kerap melakukan penghinaan kepada lawan-lawan politiknya karena merasa tidak aman. Tindakan itu juga dilakukan oleh calon presiden dari Partai Republik tersebut agar terlihat percaya diri.

Pernyataan Obama terkait dengan komentar miliarder tersebut yang terlihat melecehkan perempuan. Komentar itu dirilis dari rekaman audio pada 2005 lalu.

"Trump tidak hanya merendahkan perempuan, tapi kerap minoritas, imgran, dan orang dari agama tertentu, bahkan orang cacat. Saya rasa ini cukup jelas tindakan yang menganggu ini karena ia merasa tidak aman," ujar Obama, dilansir The Telegraph, Senin (10/10).

Selain Obama, Banyak orang, termasuk petinggi Partai Republik yang mengecam Trump. Bahkan, mereka menyatakan tak akan mendukung calon presiden itu dalam pemilihan November mendatang.  Namun, Trump menekankan  tidak akan pernah mundur dari pemilihan presiden. Ia juga mengatakan banyak pendukung yang tetap setia terhadapnya.

"Saya pikir banyak orang yang meremehkan betapa setia pendukung saya," jelas Trump. [yy/republika]

Trump Sebut Bill Clinton Lakukan Tindakan Lebih Buruk

Trump Sebut Bill Clinton Lakukan Tindakan Lebih Buruk


Trump Sebut Bill Clinton Lakukan Tindakan Lebih Buruk


Fiqhislam.com - Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Donald Trump meminta maaf atas pembicaraannya mengenai perempuan yang terekam pada 2005 lalu. Ia membantah pernah memegang seorang kaum hawa tanpa izin.

Sebaliknya, ia menuding Bill Clinton yang justru kerap melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan. Trump mengatakan suami calon presiden AS dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, itu melakukan tindakan yang jauh lebih buruk dari dirinya.

"Ia (Bill) telah melakukan penyalahgunaan terhadap perempuan. Ini jauh lebih berat dibandingkan dengan komentar yang saya mungkin pernah saya ucapkan," ujar Trump dalam debat capres kedua yang berlangsung di St Louis, Missouri, Ahad (9/10).

Miliarder itu mengaku merasa malu dengan komentar yang pernah diucapkan dirinya pada 2005 lalu. Namun, ia mengatakan hal itu merupakan bagian dari pembicaraan yang hanya dilakukannya di sebuah ruang loker.

Sementara itu, Hillary menanggapi Trump dengan tatapan dingin. Ia tidak langsung berkomentar mengenai tuduhan rivalnya itu mengenai perselingkuhan suaminya, ataupun mengatakan serangan balasan.

Namun, ia berkomentar mengenai rekaman Trump yang terdengar melecehkan perempuan memperlihatkan sosok calon presiden itu sebenarnya. Hillary mengatakan saingannya itu tidak cocok menjadi pemimpin di Negeri Paman Sam dengan berbagai tindakan kontroversial yang dikeluarkannya.

"Apa yang dia pikir tentang perempuan adalah sama dengan apa yang akan ia lakukan terhadap perempuan. Saya pikir semua orang tahu setelah mendengar rekaman itu dengan jelas," kata Hillary. [yy/republika]

Trump: Saya tidak Tahu Apa Pun tentang Putin

Trump: Saya tidak Tahu Apa Pun tentang Putin


Trump: Saya tidak Tahu Apa Pun tentang Putin


Fiqhislam.com - Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Donald Trump mengatakan tidak mengetahui banyak hal tentang Presiden Rusia Vladimir Putin. Namun, ia menekankan kerja sama yang dibangun dengan negara itu sangat baik untuk dilakukan.

"Saya tidak tahu tentang Putin. Tapi, saya pikir negara ini akan sangat besar jika bekerja sama dengan Rusia untuk melawan ISIS," ujar Trump, dalam debat capres kedua di St Louis, Missouri, Ahad (9/10) dikutip dari The New York Times.

Ia juga menanggapi saingannya, calon presiden AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton yang menudingnya memiliki investasi skala besar di Rusia. Miliarder itu mengatakan tidak pernah punya urusan bisnis di negara tersebut, termasuk meminta pinjaman khusus, seperti yang disebutkan.

"Anda bisa memeriksa hal itu kepada pejabat Pemerintah AS dan menemukan tidak ada ikatan terkait pinjaman yang saya miliki terhadap Rusia," jelas Trump.

Topik mengenai Rusia muncul karena sebelumnya Trump pernah memberi pujian terhadap Putin. Sikap yang ia tunjukkan jauh berbeda dengan pasangannya dalam pemilihan, Mike Pence. Pekan lalu dalam debat wapres, Pence menunjukkan kritik keras terhadap negara itu serta pemimpinnya. [yy/republika]

 

Tags: trump | obama | hillary | clinton