23 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 28 Nopember 2021

basmalah.png

Aktivis Perempuan Coba Terobos Blokade Gaza

Aktivis Perempuan Coba Terobos Blokade Gaza


Fiqhislam.com - Sejumlah aktivis perempuan akan berlayar ke Gaza untuk menerobos blokade yang dilakukan oleh Israel. Dalam situsnya, para aktivis perempuan ini menyatakan akan menerobos blokade itu pada malam ini.

Berkomitmen pada gerakan anti kekerasan, para aktivis berharap untuk mencapai kantung Palestina secara damai. "Kami berkomitmen penuh untuk mencapai Gaza," kata Marama Davidson, seorang anggota parlemen Selandia Baru yang merupakan salah satu dari 13 perempuan di atas kapal Zaytouna-Oliva.

"Kami memiliki pesan yang dikirimkan oleh seorang perempuan dan menunggu untuk bertemu kami. Saya tidak sabar untuk memeluk beberapa bayi yang pernah kulihat berfoto di pantai. Tidak ada alasan untuk gugup. Kami hadir tanpa ancaman dan berkomitmen dengan anti kekerasan," sambungnya seperti dikutip dari Middle East Monitor, Rabu (5/10/2016).

Pada tahun 2010, aksi serupa berakhir dengan tragedi ketika enam kapal yang membawa bantuan ke Gaza diserbu oleh pasukan Israel. Dalam serangan itu, pasukan komando Israel menewaskan 10 aktivis Turki di kapal Mavi Marmara.

"Itu mengerikan, tidak perlu brutal menyerang warga sipil tak bersenjata. Ada seperti kemarahan publik setelah serangan di kapal Turki bahwa Israel tidak berani melakukan hal seperti itu lagi," kata Ann Wright, seorang pensiunan diplomat AS yang berada di atas kapal armada tersebut. Wright adalah pemimpin gerakan Kapal Boat Perempuan untuk Misi ke Gaza (Women's Boat to Gaza) dan berharap situasi yang sama tidak akan terulang.

Dalam kasus ditahan oleh pasukan Israel, Wright mengatakan para wanita kemungkinan besar akan dibawa ke darat, didata dan dideportasi. Wright sendiri telah delapan kali melamkukan misi ke Gaza,

Aktivis lainnya yang ada dalam kapal Zaytouna-Oliva adalah peraih Hadiah Nobel Perdamaian dari Irlandia Mairead Maguire, anggota parlemen dari Swedia dan Aljazair, seorang atlet Olimpiade dari Afrika Selatan dan seorang dokter Malaysia. Mereka berlayar dari Barselona pada bulan lalu. [yy/sindonews]