25 Syawal 1443  |  Jumat 27 Mei 2022

basmalah.png

Burung Merpati Bawa Pesan Ancaman untuk PM Modi


Fiqhislam.com - Kepolisian Punjab, India menahan seekor burung merpati di dekat perbatasan Pakistan. Burung merpati ini ditahan karena membawa catatan yang berisi pesan ancaman untuk Perdana Menteri Narendra Modi.

Disampaikan kepolisian setempat, seperti dilansir media lokal NDTV, Selasa (4/10/2016), Pasukan Keamanan Perbatasan (BSF) menemukan burung merpati itu di wilayah Pathankot, lokasi penyerangan militan Pakistan terhadap Pangkalan Udara India pada Januari lalu.

Inspektur Kepolisian setempat, Rakesh Kumar, menyebut burung merpati itu membawa sebuah catatan yang diikatkan padanya dan bertuliskan bahasa Urdu. Polisi menyebut isi catatan itu bernada ancaman.

"Isinya berbunyi seperti 'Modi, kita bukan orang yang sama dari tahun 1971. Sekarang setiap dan seluruh anak-anak siap bertempur melawan India'," sebut Kumar soal isi catatan itu. Tahun 1971 merujuk pada perang antara India dan Pakistan.

Lebih lanjut, Kumar menyebut pesan ancaman itu ditandatangani oleh Lashkar-e-Taiba (LeT), kelompok teror yang berbasis di Pakistan. "Jadi kami menyelidiki kasus ini secara serius," imbuhnya.

Perbatasan antara India dengan Pakistan yang ada di Punjab, Jammu dan Kashmir kini berada dalam pengamanan tinggi setelah serangan militan melanda pangkalan militer di Uri, Kashmir, dua pekan lalu. Serangan itu menewaskan 19 tentara setempat.

Ini bukan pertama kalinya burung terlibat dalam konflik berkepanjangan antara India dan Pakistan. Baru-baru ini, dua balon dengan pesan ancaman serupa untuk PM Modi dan dalam bahasa Urdu ditemukan di Punjab.

Tahun lalu, polisi India menahan seekor burung merpati yang dicurigai menjadi alat spionase oleh Pakistan. Burung merpati itu bahkan menjalani pemeriksaan sinar X untuk memeriksa keberadaan kamera mata-mata atau chip tersembunyi di dalam tubuhnya.

Sebelumnya pada tahun 2013, militer India menemukan sebuah kamera kecil dipasang pada seekor elang yang mati. [yy/news.detik]