30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Setelah Washington, Pria Kulit Hitam Berondong Sekelompok Orang di Texas


Setelah Washington, Pria Kulit Hitam Berondong Sekelompok Orang di Texas


Fiqhislam.com - Sedikitnya tujuh terluka dalam penembakan yang terjadi di Houston, Amerika Serikat (AS). Laporan polisi menyebutkan pelaku penembakan telah berhasil dilumpuhkan oleh petugas keamanan.

Melalui akun Twitternya, Kepolisian Houston mengonfirmasi adanya situasi penembakan aktif di sebuah pusat perbelanjaan di Weslayan and Bissonet, di selatan Houston. Pelaku yang diduga beraksi sendirian dideskripsikan sebagai warga kulit hitam bersenjatakan sepucuk revolver.

Diwartakan Russia Today, Senin (26/9/2016), para korban terlihat bergelatakan di jalanan dengan luka tembak di tubuhnya. Sejumlah mobil ambulans telah tiba di lokasi dan Weslayan Street kini telah ditutup.

Media setempat menyebutkan pelaku penembakan telah dilumpuhkan, namun beberapa menduga dia menembak dirinya sendiri. Keterangan polisi juga mengatakan lokasi penembakan telah diamankan namun meminta warga menghindari daerah sekitarnya karena penyelidikan masih berlangsung. [yy/atjehcyber]


Setelah Washington, Pria Kulit Hitam Berondong Sekelompok Orang di Texas


Fiqhislam.com - Sedikitnya tujuh terluka dalam penembakan yang terjadi di Houston, Amerika Serikat (AS). Laporan polisi menyebutkan pelaku penembakan telah berhasil dilumpuhkan oleh petugas keamanan.

Melalui akun Twitternya, Kepolisian Houston mengonfirmasi adanya situasi penembakan aktif di sebuah pusat perbelanjaan di Weslayan and Bissonet, di selatan Houston. Pelaku yang diduga beraksi sendirian dideskripsikan sebagai warga kulit hitam bersenjatakan sepucuk revolver.

Diwartakan Russia Today, Senin (26/9/2016), para korban terlihat bergelatakan di jalanan dengan luka tembak di tubuhnya. Sejumlah mobil ambulans telah tiba di lokasi dan Weslayan Street kini telah ditutup.

Media setempat menyebutkan pelaku penembakan telah dilumpuhkan, namun beberapa menduga dia menembak dirinya sendiri. Keterangan polisi juga mengatakan lokasi penembakan telah diamankan namun meminta warga menghindari daerah sekitarnya karena penyelidikan masih berlangsung. [yy/atjehcyber]

Polisi Belum Tahu Motif Penembakan di Mal Washington

Polisi Belum Tahu Motif Penembakan di Mal Washington


Polisi Belum Tahu Motif Penembakan di Mal Washington


Fiqhislam.com - Laki-laki yang menembak mati lima orang di Mal Cascade, Washington telah ditangkap pada Sabtu (24/9). Kepolisian setempat menyebutkan laki-laki yang melakukan penembakan brutal tersebut bernama Arcan Cetin (20 tahun) yang tinggal di Oak Harbor, Washington.

Polisi mengatakan, Cetin sudah ditangkap di Oak Harbor tanpa melakukan perlawanan. Cetin melakukan penembakan brutal di mal Cascade pada Jumat malam di bagian kosmetik. Ia menembak mati empat wanita dan satu pria.

Namun hingga Ahad, (25/9), polisi belum tahu apa motif penembakan. Polisi juga belum tahu apakah motinya terorisme atau bukan. Namun yang jelas Cetin menembak tanpa perasaan seperti zombie.

Cetin merupakan laki-laki kelahiran Turki. Namun ia mendapatkan status penduduk permanen yang sah di Amerika.

Pejabat kepolisian belum mengidentifikasi siapa saja korbannya. Namun para korban meninggal antara remaja hingga seorang ibu dan anak perempuannya. Polisi menyebutkan, Cetin akan dibawa pengadilan pada Senin.

Wali Kota Burlington, Steve Sexton mengatakan penembakan brutal yang dilakukan Cetin merupakan tindakan yang amat tak manusiawi. "Kita harus mendorong agar pelaku kejahatan ini dibawa ke pangadilan, ia harus mendapatkan hukumannya."

Serangan di mal sering terjadi di Amerika, termasuk penusukan terhadap sembilan orang di Minnesota Center akhir pekan lalu.

Asisten FBI di Seattle Michael Knutson mengatakan, dalam serangan brutal oleh Cetin di mal itu tak ada indikasi keterlibatan aksi terorisme. "Saya belum tahu motifnya apa, namun itu bukan aksi terorisme yang jelas."

Keluarga Cetin merupakan imigran dari Turki ketika Cetin masih anak-anak. Keluarganya juga dinilai cukup koorperatif terhadap kepolisian.

Saat ini Mal Cascade masih tutup karena para penyidik masih melakukan penyidikan dan untuk mereka ulang tempat perkara kejadian (TKP). [yy/republika]

Pelaku Penembakan Mal Washington Punya Masalah Kejiwaan

Pelaku Penembakan Mal Washington Punya Masalah Kejiwaan


Pelaku Penembakan Mal Burlington Punya Masalah Kejiwaan


Fiqhislam.com - Pelaku penembakan di mal Cascade Burlington memiliki masalah kejiwaan. Pada Senin (26/9) ia muncul di pengadilan dan mengakui perbuatannya. Ia menewaskan empat orang di Macy's departement store dan satu orang di area terpisah.

Meski mengakui perbuatannya, motif penembakan masih tetap buram. Arcan Cetin didakwa melakukan lima pembunuhan terencana tingkat pertama. Saat dijelaskan soal hak-haknya, Cetin hanya menjawab iya tanpa emosi.

Jaminannya diputuskan sebesar dua juta dolar AS. Pengacaranya tidak berbicara apa pun pada reporter. Menurut sejumlah laporan, Cetin terkenal aneh. Ia tinggal di sebuah apartemen dan cukup mengganggu bagi tetangganya.

Ayah tiri Cetin, David Marshall yang hadir di pengadilan dengan ibu Cetin mengatakan putra tirinya itu punya masalah kesehatan mental. Ia tidak menjelaskan lebih lanjut.

"Satu hal yang ingin saya katakan saat ini adalah kami sangat terpukul dengan apa yang terjadi," kata Marshall.

Dokumen pengadilan mengatakan kedua orang tua Cetin berusaha membuatnya tetap dalam jalur meski menderita penyakit yang belum jelas.

Otoritas mengatakan Cetin datang ke AS dari Turki. Ia saat ini adalah penduduk permanen sah AS. Dokumen pengadilan menunjukkan Cetin pernah melakukan sejumlah tindak kriminal sejak 2013.

Ia menghadapi tiga dakwaan karena menyerang Marshall. Ia juga pernah ditangkap karena mabuk. Pada Desember lalu, pengadilan melarangnya memiliki senjata.

Marshall mengatakan Cetin tinggal di apartemen terpisah dengan rumahnya. Mereka membantu biaya sewanya. Ayah Cetin membelikan laptop dan ibunya rajin mengunjunginya.

Pada hari kejadian, Marshall bahkan makan bersama dengan Cetin sebelum insiden penembakan. Salah satu tetangga Cetin, Amber Cathey mengatakan mereka tinggal bersebelahan sejak tiga bulan lalu.

Ia mengaku selalu ketakutan dengan tingkah Cetin yang aneh. Ia juga mengajukan keluhan pada pihak apartemen dan menyimpan senjata kejut listrik di rumahnya. Pacar Cetin yang menolak disebutkan nama mengatakan pria 20 tahun itu pernah bekerja di Macy's namun di mal yang berbeda. [yy/republika]