23 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 28 Nopember 2021

basmalah.png

Akhir Pekan, Netanyahu Bakal Bertemu dengan Trump dan Hillary

Akhir Pekan, Netanyahu Bakal Bertemu dengan Trump dan Hillary


Fiqhislam.com - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berenacan akan bertemu dengan dua calon presiden Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton dan Donald Trump. Menurut para pejabat yang merencanakan pertemuan tersebut, mereka akan bertemu di New York pada akhir pekan ini.

Netanyahu saat ini tengah berada di AS untuk menghadiri Sidang Umum PBB. Ia diketahui memiliki hubungan yang tidak bagus dengan Presiden Barack Obama dan dituduh memihak Mitt Romney dalam kampanye presiden 2012 lalu.

Netanyahu mempunyai alasan tersendiri untuk bertemu dengan dua capres AS tersebut. Ia ingin kedua capres menekankan isu-isu penting tentang Israel dalam minggu-minggu terakhir kampanye. Israel selama ini belum menjadi subyek kampanye Hillary dan Trump dimana keduanya juga tidak mempunyai rencana mengunjungi Israel sebelum hari pemilihan seperti dikutip dari NBC News, Sabtu (24/9/2016).

Hillary, capres yang kenal baik dengan Netanyahu, mendukung solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina. Sebagai mantan ibu negara, senator, dan sekretaris negara, Hillary memiliki sejarah panjang bekerja dengan para pemimpin Israel. Ia sempat mengatakan salah satu hal pertama yang ia lakukan jika menang adalah akan mengundang perdana menteri Israel ke Gedung Putih.

Sedangkan Trump menyatakan akan tetap "netral" dalam konflik Israel-Palestina untuk membantu kedua belah pihak bernegosiasi. Namun pada Maret lalu kepada American Israel Public Affairs Committee, ia mengatakan Palestina harus datang ke negosiasi untuk mengetahui bahwa hubungan antara AS dan Israel bisa digoyahkan. Namun ia juga mengatakan Israel harus tetap melakukan pembangunan permukiman di Tepi Barat.

Trump sempat akan mengunjungi Israel tahun lalu, namun dibatalkan setelah Netanyahu mengkritik seruannya untuk melarang imigran Muslim. Trump juga telah dituduh gagal untuk memisahkan dirinya dengan pendukung anti-Semit. [yy/sindonews]