2 Jumadil-Awal 1443  |  Senin 06 Desember 2021

basmalah.png

PM Irak Umumkan Merebut Shirqat || Irak Siap Rebut Mosul Oktober || Turki Persulit Pembebasan Mosul

PM Irak Umumkan Merebut Shirqat


PM Irak Umumkan Merebut Shirqat


Fiqhislam.com - Perdana Menteri (PM) Irak Haider al Abadi mengumumkan operasi militer untuk mengambil alih Shirqat dari tangan Islamic State (ISIS). Pengumuman itu disampaikan lewat siaran televisi dari New York, Amerika Serikat (AS) saat menghadiri Sidang Majelis Umum PBB.

Shirqat berada 100 kilometer (km) dari markas besar ISIS di Mosul. Selain Shirqat, Abadi juga memerintahkan pengambilalihan dua wilayah di Provinsi Anbar.

“Operasi-operasi ini akan memuluskan jalan untuk membersihkan setiap inci tanah Irak. Mosul dan seluruh tanah Irak bisa dibebaskan. Dengan begitu, ISIS akan berakhir,” ujar al Abadi, seperti dimuat Reuters, Selasa (20/9/2016).

Haider al Abadi berkali-kali berjanji untuk mengambil alih Mosul paling lambat akhir 2016. Komandan-komandan pasukan Irak memberi sinyal operasi akan dimulai paling cepat pada pertengahan Oktober 2016.

Sebelumnya, PM Haider al Abadi bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB. Kepada al Abadi, Presiden ke-44 Negeri Paman Sam itu berharap ada kemajuan pesat yang dicapai terkait Mosul pada penghujung 2016.

Kota kedua terbesar di Irak itu jatuh ke tangan ISIS pada 2014 setelah pasukan pemerintah dan polisi kabur dan meninggalkan persenjataan mereka. [yy/atjehcyber]

PM Irak Umumkan Merebut Shirqat


PM Irak Umumkan Merebut Shirqat


Fiqhislam.com - Perdana Menteri (PM) Irak Haider al Abadi mengumumkan operasi militer untuk mengambil alih Shirqat dari tangan Islamic State (ISIS). Pengumuman itu disampaikan lewat siaran televisi dari New York, Amerika Serikat (AS) saat menghadiri Sidang Majelis Umum PBB.

Shirqat berada 100 kilometer (km) dari markas besar ISIS di Mosul. Selain Shirqat, Abadi juga memerintahkan pengambilalihan dua wilayah di Provinsi Anbar.

“Operasi-operasi ini akan memuluskan jalan untuk membersihkan setiap inci tanah Irak. Mosul dan seluruh tanah Irak bisa dibebaskan. Dengan begitu, ISIS akan berakhir,” ujar al Abadi, seperti dimuat Reuters, Selasa (20/9/2016).

Haider al Abadi berkali-kali berjanji untuk mengambil alih Mosul paling lambat akhir 2016. Komandan-komandan pasukan Irak memberi sinyal operasi akan dimulai paling cepat pada pertengahan Oktober 2016.

Sebelumnya, PM Haider al Abadi bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB. Kepada al Abadi, Presiden ke-44 Negeri Paman Sam itu berharap ada kemajuan pesat yang dicapai terkait Mosul pada penghujung 2016.

Kota kedua terbesar di Irak itu jatuh ke tangan ISIS pada 2014 setelah pasukan pemerintah dan polisi kabur dan meninggalkan persenjataan mereka. [yy/atjehcyber]

Jenderal AS: Pasukan Irak Siap Rebut Mosul Oktober

Jenderal AS: Pasukan Irak Siap Rebut Mosul Oktober


Jenderal AS: Pasukan Irak Siap Rebut Mosul Oktober


Fiqhislam.com - Kepala Staf Gabungan militer AS itu mengatakan kepada sekelompok wartawan waktu diadakannya pergerakan akan ditentukan oleh Perdana Menteri Irak Haider Al Abadi.

"Mereka akan memiliki seluruh pasukan yang mereka perlukan dan itu akan menjadi sebuah keputusan politik milik Perdana Menteri Abadi terkait kapan operasi itu akan dilaksanakan," Dunford mengatakan saat dia dalam perjalanan kembali dari pertemuan dengan para sekutu AS di Eropa, Senin (19/9).

"Namun tugas kami sebenarnya adalah membantu Irak mendapatkan pasukan dan dukungan yang diperlukan untuk operasi di Mosul dan kami akan telah siap pada Oktober."

Mosul menjadi pusat kota terbesar yang ada di bawah kendali para militan, dengan jumlah penduduk sebelum perang yang hampir dua juta jiwa. Dari Masjid Agung Mosul pada 2014 lalu, pemimpin kelompok ISIS Abu Bakr Al Baghdadi menyatakan pembentukan negara Islam di wilayah Irak dan Suriah.

Para perencana dari Pentagon telah memberikan peringatan pertempuran untuk Mosul dapat memberikan beragam gambaran bagi para perencana perang, dengan ISIS diperkirakan akan mundur dari beberapa lokasi di kota untuk memperkuat bagian kota lainnya.

Abadi telah menyatakan berulang kali dia akan merebut kembali Mosul pada akhir tahun, dan para komandan Irak telah mengindikasikan kegiatan itu dapat segera dilaksanakan dalam pertengahan akhir Oktober pada bulan lalu.

Presiden AS Barack Obama mengatakan pada Senin pemerintahannya akan meminta Kongres dan sejumlah negara lain untuk meningkatkan bantuan bagi Irak untuk membantu membangun kembali Mosul setelah dilaksanakannya operasi untuk mengusir ISIS.

Berbicara kepada para wartawan setelah bertemu dengan Abadi, Obama mengatakan bahwa dia berharap kemajuan di Mosul akan didapatkan pada akhir 2016 namun memahami itu akan menjadi sebuah pertempuran yang sulit. "Ini akan menjadi sebuah pertempuran yang menantang. Mosul adalah sebuah kota yang besar dan ISIS telah sangat mengakar dalam kota itu," kata Obama. [yy/republika]

Irak: Tentara Turki Persulit Pembebasan Mosul dari ISIS

Irak: Tentara Turki Persulit Pembebasan Mosul dari ISIS


Irak: Tentara Turki Persulit Pembebasan Mosul dari ISIS


Fiqhislam.com - Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi pada Ahad (18/9) menyatakan kehadiran tentara Turki di sekitar Mosul mempersulit upaya pembebasan kota Irak utara tersebut dari penguasaan ISIS.

"Yang ingin saya katakan adalah kehadiran tentara Turki di wilayah Irak mempersulit upaya kami mengalahkan ISIS. Jika Turki sungguh-sungguh ingin memerangi ISIS, maka mereka harus menarik pasukannya dari Irak. Tapi, Turki justru tidak ingin mengakhiri gerakan militer mereka di sini dan dengan demikian mengabaikan asas kedaulatan Irak sebagai negara merdeka," kata Abadi dalam jumpa pers di Baghdad.

Sebelumnya, Irak menuding pasukan Turki memasuki wilayahnya tanpa sepengetahuan Baghdad. Mereka menyebut ulah itu tindakan tidak bersahabat.

Meski demikian, pemerintah di Ankara justru menegaskan penarikan tentara Turki dari Irak sama sekali tidak bisa dilakukan. Mereka beralasan tentara-tentara itu melakukan misi pelatihan di negara asing.

Kejadian tersebut kemudian memunculkan perseteruan antara Irak dan Turki, di mana Baghdad menyebut kehadiran tentara asing di Mosul sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara. Abadi mengaku tidak mempunyai persoalan dengan pemerintahan Turki.

"Namun kami mempunyai masalah dengan mentalitas Turki yang menangani hubungan antara kedua negara. Turki harus menyadari Irak, sebagai negara tetangga, ingin menjaga hubungan baik berdasarkan persamaan kepentingan. Namun tindakan pengiriman tentara di kawasan utara Irak justru memperburuk hubungan antara kedua negara," kata dia.

Mengenai rencana pertempuran pembebasan Mosul dari ISIS, Abadi mengatakan pemerintahan Irak masih berkomitmen terhadap jangka waktu yang telah ditetapkan bagi operasi militer tersebut. Abadi tidak menjelaskan lebih jauh apakah kelompok paramiliter syiah Hashd Shaabi akan turut berpartisipasi dalam pertempuran pembebasan Mosul, yang sebagian besar warganya menganut suni. [yy/republika]

 

Tags: irak | mosul | tikrit | baghdad | isis | heidar