24 Rabiul-Akhir 1443  |  Senin 29 Nopember 2021

basmalah.png

Oposisi Tak Mau Diwakili AS dalam Negosiasi Damai Suriah || Rusia Hanya Ingin Amankan Assad, Bukan Berangus ISIS

Oposisi Tak Mau Lagi Diwakili AS dalam Negosiasi Damai Suriah


Oposisi Tak Mau Lagi Diwakili AS dalam Negosiasi Damai Suriah


Fiqhislam.com - Syria's Tomorrow, salah satu kelompok Oposisi Suriah menuturkan, mereka berharap posisi mediator dalam upaya damai di Suriah bisa diganti. Selama ini, mediator upaya damai di Suriah diperankan oleh Amerika Serikat (AS) dan Rusia. Dalam negosiasi-negosiasi sebelumnya, AS mewakili pihak oposisi, sedangkan Rusia mewakili kubu pemerintah Suriah. 

Syria's Tomorrow berharap, posisi AS bisa digantikan oleh Friends of the Syrian People, sebuah kelompok internasional yang terdiri dari organisasi internasional dan juga sejumlah negara. Juru bicara Syria's Tomorrow, Monzer Akbik mengatakan, saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengganti mediator dalam upaya damai itu. Alasannya, AS dan Rusia telah gagal unuk menjembatani perbedaan antara oposisi dan Damaskus.

Selain itu hubungan antara Moskow dan Washington membuat hal ini menjadi semakin sulit. "Tampaknya relevan untuk kembali ke kelompok pendukung Suriah, yang juga termasuk negara-negara Eropa, serta negara-negara regional dalam rangka upaya untuk mensukseskan upaya damai, di mana Washington dan Moskow telah gagal melakukannya, meski masih ada sedikit harapan," kata Akbik.

"Ketegangan antara Moskow dan Washington mengakibatkan ketidakmampuan untuk mencapai kesepakatan jangka panjang, meskipun semua upaya diplomatik telah dilakukan," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (20/9).

The Friends of Syria adalah kelompok yang beranggotakan negara-negara dan organisasi-organisasi internasional yang bersidang untuk membahas topik krisis Suriah di luar Dewan Keamanan PBB. Kelompok ini terdiri dari sejumlah negara-negara regional, seperti Yordania, Qatar dan Arab Saudi, serta negara-negara Eropa, seperti Inggris dan Italia.

Syria's Tomorrow sendiri adalah kelompok gabungan dari sejumlah oposisi Suriah yang terbentuk pada bulan Maret lalu, sebagai upaya baru untuk menyatukan kekuatan oposisi liberal di bawah satu payung organisasi. Kelompok ini dipimpin oleh Ahmad Jarba, mantan kepala Koalisi Nasional untuk Revolusi Suriah dan Pasukan Oposisi, yang lebih dikenal sebagai Koalisi Nasional Suriah (SNC). [yy/sindonews]

Tags: oposisi | assad | suriah