2 Jumadil-Awal 1443  |  Senin 06 Desember 2021

basmalah.png

Korut Kembali Uji Coba Nuklir, Daya Ledaknya Terbesar || Picu Gempa 5,3 SR || Jepang Periksa Radiasi

Korut Kembali Uji Coba Nuklir, Daya Ledaknya Terbesar || Picu Gempa 5,3 SR || Jepang Periksa Radiasi

Ilustrasi


Fiqhislam.com - Uji coba nuklir terbaru yang digelar Korea Utara (Korut) pada Jumat (9/9) ini ditaksir berdaya ledak 20-30 kiloton. Pengamat memperkirakan uji coba nuklir kelima itu memiliki kekuatan terbesar dibandingkan uji coba sebelumnya yang pernah dilakukan Korut.

"Itu merupakan uji coba DPRK (Korut) terbesar yang pernah dilakukan, 20-30 kiloton setidaknya. Ini bukan hari yang menyenangkan," sebut Jeffrey Lewis, pengamat dari Institut Kajian Internasional Middlebury yang berbasis di California, Amerika Serikat, kepada Reuters, Jumat (9/9/2016).

Daya ledak 20-30 kiloton setara dengan 20 juta-30 juta kilogram peledak. "Perkiraan daya ledak selalu didasarkan perkiraan. Namun intinya, ini memiliki daya ledak terbesar yang pernah tercatat, kecuali mereka merevisi daya ledaknya menjadi lebih rendah," imbuh Lewis.

Sejauh ini, Korut tercatat telah menggelar lima kali uji coba nuklir yang selalu memicu kecaman. Terakhir kali, Korut menggelar uji coba nuklir pada Januari 2016 lalu dan daya ledak saat itu diperkirakan hanya mencapai 6 kiloton saja.

Pengukuran daya ledak didasarkan pada besarnya kekuatan gempa dan level permukaan terjadinya gempa buatan tersebut. Dikatakan Lewis, jika terkonfirmasi, daya ledak itu berarti lebih besar dari bom nuklir yang dijatuhkan AS di Hiroshima dan Nagasaki pada era Perang Dunia II silam.

"Hal pentingnya adalah, dari lima uji coba, mereka (Korut) sekarang memiliki banyak pengalaman untuk uji coba nuklir. Mereka bukan negara terbelakang lagi," ucap Lewis.

Uji coba nuklir terbaru Korut itu memicu getaran yang terdeteksi oleh badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) sebagai gempa 5,3 SR. Pusat gempa dilaporkan berada di sekitar Punggye-ri, yang diketahui merupakan lokasi uji coba nuklir Korut.

Secara terpisah, militer Korea Selatan meyakini daya ledak yang lebih rendah dari perkiraan Lewis, yakni 10 kiloton. Namun tetap saja daya ledak itu tercatat sebagai daya ledak terbesar dari seluruh uji coba nuklir yang pernah dilakukan Korut.

Profesor ahli nuklir pada Universitas Nasional Seoul, Kune Y Suh, menyatakan uji coba terbaru Korut memiliki daya ledak dua hingga tiga kali lebih besar dari uji coba sebelumnya. Kune memperkirakan daya ledaknya melebihi 10 kiloton.

"Jadi Korut sekarang bisa memamerkan kemampuan nuklir mereka dengan bangga," ujarnya. [yy/news.detik]

Korut Kembali Uji Coba Nuklir, Daya Ledaknya Terbesar || Picu Gempa 5,3 SR || Jepang Periksa Radiasi

Ilustrasi


Fiqhislam.com - Uji coba nuklir terbaru yang digelar Korea Utara (Korut) pada Jumat (9/9) ini ditaksir berdaya ledak 20-30 kiloton. Pengamat memperkirakan uji coba nuklir kelima itu memiliki kekuatan terbesar dibandingkan uji coba sebelumnya yang pernah dilakukan Korut.

"Itu merupakan uji coba DPRK (Korut) terbesar yang pernah dilakukan, 20-30 kiloton setidaknya. Ini bukan hari yang menyenangkan," sebut Jeffrey Lewis, pengamat dari Institut Kajian Internasional Middlebury yang berbasis di California, Amerika Serikat, kepada Reuters, Jumat (9/9/2016).

Daya ledak 20-30 kiloton setara dengan 20 juta-30 juta kilogram peledak. "Perkiraan daya ledak selalu didasarkan perkiraan. Namun intinya, ini memiliki daya ledak terbesar yang pernah tercatat, kecuali mereka merevisi daya ledaknya menjadi lebih rendah," imbuh Lewis.

Sejauh ini, Korut tercatat telah menggelar lima kali uji coba nuklir yang selalu memicu kecaman. Terakhir kali, Korut menggelar uji coba nuklir pada Januari 2016 lalu dan daya ledak saat itu diperkirakan hanya mencapai 6 kiloton saja.

Pengukuran daya ledak didasarkan pada besarnya kekuatan gempa dan level permukaan terjadinya gempa buatan tersebut. Dikatakan Lewis, jika terkonfirmasi, daya ledak itu berarti lebih besar dari bom nuklir yang dijatuhkan AS di Hiroshima dan Nagasaki pada era Perang Dunia II silam.

"Hal pentingnya adalah, dari lima uji coba, mereka (Korut) sekarang memiliki banyak pengalaman untuk uji coba nuklir. Mereka bukan negara terbelakang lagi," ucap Lewis.

Uji coba nuklir terbaru Korut itu memicu getaran yang terdeteksi oleh badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) sebagai gempa 5,3 SR. Pusat gempa dilaporkan berada di sekitar Punggye-ri, yang diketahui merupakan lokasi uji coba nuklir Korut.

Secara terpisah, militer Korea Selatan meyakini daya ledak yang lebih rendah dari perkiraan Lewis, yakni 10 kiloton. Namun tetap saja daya ledak itu tercatat sebagai daya ledak terbesar dari seluruh uji coba nuklir yang pernah dilakukan Korut.

Profesor ahli nuklir pada Universitas Nasional Seoul, Kune Y Suh, menyatakan uji coba terbaru Korut memiliki daya ledak dua hingga tiga kali lebih besar dari uji coba sebelumnya. Kune memperkirakan daya ledaknya melebihi 10 kiloton.

"Jadi Korut sekarang bisa memamerkan kemampuan nuklir mereka dengan bangga," ujarnya. [yy/news.detik]

Korut Uji Coba Nuklir, Picu Gempa 5,3 SR

Korut Uji Coba Nuklir, Picu Gempa 5,3 SR


Otoritas Korea Utara (Korut) diyakini kembali melakukan uji coba nuklir untuk kelima kalinya pada Jumat (9/9). Keyakinan ini diperoleh setelah otoritas Jepang dan Korea Selatan (Korsel) mendeteksi gempa bumi buatan berkekuatan 5,3 Skala Richter (SR) di wilayah Korut.

Seperti dilansir AFP, Jumat (9/9/2016), gempa bumi itu terdeteksi di dekat lokasi uji coba nuklir Korut yang diketahui ada di Punggye-ri, saat negara tersebut merayakan Hari Pendirian yang menandai ulang tahun berdirinya negara komunis tersebut pada tahun 1948 lalu.

Otoritas Jepang dan Korsel menyebut getaran yang terdeteksi oleh badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) sebagai gempa 5,3 SR itu, memiliki kemiripan dengan uji coba nuklir yang dilakukan Korut di Punggye-ri pada 6 Januari lalu.

"Gempa bumi buatan di Korut... kemungkinan besar adalah uji coba nuklir," sebut seorang pejabat Badan Meteorologi Korsel yang enggan disebut namanya, seperti dikutip kantor berita Yonhap.

"Ada kemungkinan besar bahwa itu adalah uji coba nuklir, merujuk pada lokasi dan kekuatan gempa," timpal pejabat pemerintahan Korsel lainnya juga kepada Yonhap.

Secara terpisah, Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga menyatakan pihaknya langsung mengumpulkan informasi segera untuk soal hal tersebut. "Kami pikir memang ada kemungkinan bahwa gempa ini terjadi karena Korut melakukan uji coba nuklir," ucapnya.

Televisi nasional Jepang, NHK, melaporkan Kementerian Pertahanan Jepang bersiap mengerahkan pesawatnya untuk menganalisis sampel udara di sekitar wilayahnya demi mendeteksi radiasi. Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida bersumpah Jepang akan melontarkan protes keras jika benar Korut kembali melakukan uji coba nuklir.

"Akan melayangkan protes keras terhadap Korut dan segera melapor ke Dewan Keamanan PBB," tegasnya.

Sedangkan Pusat Jaringan Gempa Bumi China, seperti dilansir Reuters, menyebut getaran yang juga terdeteksi oleh pihaknya itu merupakan ledakan yang disengaja. Kementerian Lingkungan China mulai melakukan pemantauan radiasi di sepanjang perbatasannya dengan Korut. [yy/news.detik]

Jepang Kerahkan Jet-jet Militer Periksa Radiasi

Jepang Kerahkan Jet-jet Militer Periksa Radiasi


Jepang mengerahkan jet-jet militer untuk memeriksa kemungkinan radiasi dari uji coba nuklir Korea Utara (Korut) yang baru saja dilakukan.

Sumber-sumber militer Jepang seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (9/9/2016), tiga pesawat T-4 yang biasanya digunakan untuk melatih pilot-pilot tempur, telah dikerahkan. Pesawat-pesawat itu akan menganalisis sampel udara di sekitar wilayah Jepang untuk mendeteksi radiasi.

Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida bersumpah Jepang akan melontarkan protes keras jika benar Korut kembali melakukan uji coba nuklir.

"Akan melayangkan protes keras terhadap Korut dan segera melapor ke Dewan Keamanan PBB," tegasnya.

Hal yang sama dilakukan otoritas China. Kementerian Lingkungan Hidup China juga telah mulai melakukan pemantauan radiasi di wilayah-wilayah sepanjang perbatasan di China timur laut.

Otoritas Korut diyakini kembali melakukan uji coba nuklir untuk kelima kalinya pada Jumat (9/9) ini. Keyakinan ini diperoleh setelah otoritas Jepang dan Korea Selatan (Korsel) mendeteksi gempa bumi buatan berkekuatan 5,3 Skala Richter (SR) di wilayah Korut.

Seperti dilansir AFP, Jumat (9/9/2016), gempa bumi itu terdeteksi di dekat lokasi uji coba nuklir Korut yang diketahui ada di Punggye-ri, saat negara tersebut merayakan Hari Pendirian yang menandai ulang tahun berdirinya negara komunis tersebut pada tahun 1948 lalu.

Otoritas Jepang dan Korsel menyebut getaran yang terdeteksi oleh badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) sebagai gempa 5,3 SR itu, memiliki kemiripan dengan uji coba nuklir yang dilakukan Korut di Punggye-ri pada 6 Januari lalu.

"Gempa bumi buatan di Korut... kemungkinan besar adalah uji coba nuklir," sebut seorang pejabat Badan Meteorologi Korsel yang enggan disebut namanya, seperti dikutip kantor berita Korsel, Yonhap.

"Ada kemungkinan besar bahwa itu adalah uji coba nuklir, merujuk pada lokasi dan kekuatan gempa," timpal pejabat pemerintahan Korsel lainnya juga kepada Yonhap. [yy/news.detik]

 

Tags: korut | nuklir