25 Rabiul-Akhir 1443  |  Selasa 30 Nopember 2021

basmalah.png

Mantan Bos Mossad: Perang Saudara Hantui Israel

Mantan Bos Mossad: Perang Saudara Hantui Israel


Fiqhislam.com - Mantan Kepala Badan Intelijen Israel atau Mossad, Tamir Pardo menuturkan, perang saudara saat ini sedang menghantui Israel. Ini disebabkan oleh terus meningkatnya ketegangan antara warga Yahudi dan Arab di Israel.

"Tidak ada ancaman dari luar yang eksistensial ke Israel, satu-satunya ancaman eksistensial yang nyata adalah perpecahan internal. Perpecahan ini dapat menggiring kita pada perang saudara," kata Pardo, seperti dilansir Russia Today pada Rabu (31/8).

Selain adanya ketegangan antara Yahudi dan Arab, Pardo menuturkan, bahwa di dalam tubuh masyarakat Yahudi juga mulai terjadi perpecahan. Menurutnya, ada beberapa kelompok masyarakat Yahudi yang mencari eksistensi, dan mencoba memisahkan diri dari masyarkat lainnya.

Pernyataan Pardo ini diperkuat oleh penelitian Pew Research Center, dimana disebutkan kelompok Yahudi di Israel secara garis besar terbagi menjadi dua. Kelompok pertama ada penganut Yahudi ortodox, sedangkan kedua adalah kelompok pengikut Yudaisme kontemporer. Selain itu ada pula kelompok kecil kelompok ekstrimis Yahudi.

"Perbedaan ini tercermin dalam posisi kontras starkly pada banyak pertanyaan kebijakan publik, termasuk pernikahan, perceraian, konversi agama, wajib militer, pemisahan gender dan angkutan umum," bunyi laporan Pew. 

"Haredi dan Dati Yahudi (yang dianggap Ortodoks) mengungkapkan pandangan bahwa pemerintah Israel harus mempromosikan keyakinan dan nilai-nilai agama, sementara orang-orang Yahudi sekuler sangat mendukung pemisahan agama dari kebijakan pemerintah," sambungnya.

Pardo dalam pernyataannya menambahkan, pemerintah Israel harus secepatnya menyelesaikan masalah dengan Palestina. Tanpa adanya perdamaian dengan Palestina, maka Israel akan sulit untuk membina hubungan dengan negara-negara Arab.

"Perdana menteri telah mengatakan, akan ada dua negara antara Laut Mediterania dan sungai Jordan dan dia benar. Menurut saya, kita tidak akan dapat mencapai kesepakatan dengan negara manapun di luar apa yang kita miliki sekarang jika kita tidak memecahkan masalah Palestina," tukasnya. [yy/sindonews]