2 Jumadil-Awal 1443  |  Senin 06 Desember 2021

basmalah.png

AS Minta Turki Basmi ISIS, Bukan Kurdi

AS Minta Turki Basmi ISIS, Bukan Kurdi


Fiqhislam.com - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Ashton Carter mengatakan, Turki harusnya fokus untuk melawan ISIS di Suriah, dan tidak melakukan serangan terhadap Kurdi. Ini adalah pernyataan lanjutan, dimana sebelumnya utusan khusus AS untuk koalisi internasional mengeluarkan kecaman terhadap Turki, karena turut menargetkan Kurdi dalam operasi mereka.

"Kami telah meminta Turki untuk tetap fokus pada memerangi ISIS dan tidak melakukan serangan terhadap pasukan pemberontak Suriah," kata Carter dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Xinhua pada Selasa (30/8).

Dia mengatakan, seruan ini bukan hanya disampaikan kepada Turki, hal ini juga telah disampaikan kepada pihak Kurdi. Carter menyebut, dengan bekerjasama, upaya melawan ISIS akan lebih maksimal.

"Kami sudah meminta kedua belah pihak untuk tidak melawan satu sama lain, untuk terus fokus pada perang melawan ISIS. Itu dasar dari kerjasama kami dengan mereka berdua. Dan secara khusus, untuk tidak beperang satu sama lain dan untuk mempertahankan komitmen geografis yang telah mereka buat," sambungnya.

Sementara itu, Pemerintah Turki mengaku marah dengan kecaman AS, menyusul langkah Ankara yang memerangi pasukan oposisi (pemberontak) Suriah dan pasukan Kurdi YPG di Suriah utara. Turki menolak diatur AS untuk menentukan organisasi “teroris” mana yang harus diperangi.

Di mata Turki, pasukan Kurdi YPG adalah kelompok teroris. Tapi bagi AS, pasukan Kurdi YPG adalah sekutu yang diandalkan dalam memerangi kelompok Islamic State atau ISIS di Suriah. [yy/sindonews]

AS Minta Turki Basmi ISIS, Bukan Kurdi


Fiqhislam.com - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Ashton Carter mengatakan, Turki harusnya fokus untuk melawan ISIS di Suriah, dan tidak melakukan serangan terhadap Kurdi. Ini adalah pernyataan lanjutan, dimana sebelumnya utusan khusus AS untuk koalisi internasional mengeluarkan kecaman terhadap Turki, karena turut menargetkan Kurdi dalam operasi mereka.

"Kami telah meminta Turki untuk tetap fokus pada memerangi ISIS dan tidak melakukan serangan terhadap pasukan pemberontak Suriah," kata Carter dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Xinhua pada Selasa (30/8).

Dia mengatakan, seruan ini bukan hanya disampaikan kepada Turki, hal ini juga telah disampaikan kepada pihak Kurdi. Carter menyebut, dengan bekerjasama, upaya melawan ISIS akan lebih maksimal.

"Kami sudah meminta kedua belah pihak untuk tidak melawan satu sama lain, untuk terus fokus pada perang melawan ISIS. Itu dasar dari kerjasama kami dengan mereka berdua. Dan secara khusus, untuk tidak beperang satu sama lain dan untuk mempertahankan komitmen geografis yang telah mereka buat," sambungnya.

Sementara itu, Pemerintah Turki mengaku marah dengan kecaman AS, menyusul langkah Ankara yang memerangi pasukan oposisi (pemberontak) Suriah dan pasukan Kurdi YPG di Suriah utara. Turki menolak diatur AS untuk menentukan organisasi “teroris” mana yang harus diperangi.

Di mata Turki, pasukan Kurdi YPG adalah kelompok teroris. Tapi bagi AS, pasukan Kurdi YPG adalah sekutu yang diandalkan dalam memerangi kelompok Islamic State atau ISIS di Suriah. [yy/sindonews]

AS Terus Ingatkan Warganya Soal Ancaman Teroris di Turki

AS Terus Ingatkan Warganya Soal Ancaman Teroris di Turki


Pemerintah Amerika Serikat terus mengingatkan warga negara AS mengenai meningkatnya ancaman dari kelompok-kelompok teroris di seluruh wilayah Turki.

Dalam travel advisory yang dikeluarkan Senin, 29 Agustus waktu setempat, Departemen Luar Negeri (Deplu) AS juga menyerukan warga AS untuk tetap menghindari perjalanan ke wilayah tenggara Turki, khususnya ke wilayah-wilayah yang berdekatan dengan perbatasan Suriah.

Seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (30/8/2016), Deplu AS juga memperpanjang status "keberangkatan sukarela" bagi para anggota keluarga staf di Kedutaan AS di Ankara dan di Konsulat Jenderal di Istanbul hingga 23 September mendatang.

Dengan status "keberangkatan sukarela" ini berarti, para anggota keluarga staf Kedutaan AS yang ingin meninggalkan Turki bisa mengikuti penerbangan gratis pulang ke AS.

Keberangkatan sukarela ini pertama kali diumumkan Washington setelah upaya kudeta di Turki pada 15 Juli lalu, yang diikuti dengan keputusan pemerintah Turki mengumumkan keadaan darurat negara. [yy/news.detik]

AS: Turki dan Kurdi Sepakat Lakukan Gencatan Senjata

AS: Turki dan Kurdi Sepakat Lakukan Gencatan Senjata


Juru bicara komando pusat koalisi internasional melawan ISIS pimpinan Amerika Serikat (AS), Kolonel John Thomas menuturkan, Turki dan Kurdi telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata. Keduanya sepakat untuk fokus melawan ISIS di wilayah Suriah utara, dan tidak akan saling menyerang untuk beberapa waktu.

"Dalam beberapa jam terakhir, kami telah menerima jaminan bahwa semua pihak yang terlibat akan berhenti menembak satu sama lain dan fokus untuk melawan ancaman yang ditampilan oleh ISIS," ucap Thomas.

"Ini kesepakatan yang longgar, yang akan berlaku untuk setidaknya beberapa hari dan kami berharap kesepakatan ini akan terus diperkuat," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (31/8).

Kurdi di Suriah sebelumnya adalah salah satu sasaran operasi darat yang dilancarakan Turki di Jarablus, Suriah. Ankara menilai Kurdi di Suriah telah berafiliasi dengan Partai Pekerja Kurdi (PKK), yang masuk dalam daftar hitam kelompok teroris di Turki.

Langkah Turki ini mendapat kecaman keras dari pemerintah AS. Menteri Pertahanan AS Ashton Carter kemarin menegaskan bahwa Turki harusnya fokus memberangus ISIS, dan tidak ikut menargetkan Kurdi. [yy/sindonews]

 

Tags: turki | kurdi | kudeta