30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Presiden Filipina Ancam Keluar dari PBB

Presiden Filipina Ancam Keluar dari PBB


Fiqhislam.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mencela dan mengancam akan keluar dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan mengajak Cina serta negara lain membentuk organisasi baru, Ahad (21/8).

Duterte sempat mencela organisasi dunia tersebut karena meminta dirinya menghentikan pembunuhan yang dilakukan dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. Dua pengamat Hak Asasi Manusia (HAM) PBB pekan lalu mendesak Manila agar menghentikan eksekusi di luar proses pengadilan (ekstrayudisial) dan pembunuhan yang kian meningkat sejak Duterte yang berjanji akan memberantas narkoba setelah terpilih sebagai presiden.

Sekitar 900 tersangka penyelundup narkoba terbunuh sejak Duterte memenangi pemilihan presiden pada 9 Mei. Duterte dalam jumpa pers di kota asalnya, Davao, Jumat, menyangkal, pemerintah bertanggung jawab atas kematian tersebut.

Ia mengatakan, terbunuhnya para tersangka itu bukan pekerjaan polisi. Duterte mengundang para pengamat PBB untuk menyelidikinya sendiri.

Jumpa pers tersebut disiarkan media setempat dan versi lengkapnya diunggah ke Facebook oleh salah satu media, GMA News. "Saya akan membuktikan ke dunia Anda seorang pengamat yang bodoh," katanya, seraya mendesak agar mereka tidak sekadar menghitung jumlah tersangka gembong narkoba yang tewas, tetapi juga nyawa tak bersalah yang mati karena obat terlarang.

Ia menentang PBB dan negara anggotanya, termasuk sekutu lama Manila di Washington dan mengatakan, dirinya mungkin tidak dapat memenuhi mandat, tetapi ia "khawatir atas tulang-belulang para penjahat akan terus menumpuk".

"Saya tak ingin membuat Anda kesal. Akan tetapi, kami mungkin akan memutuskan keluar dari PBB. Mengapa kita harus mendengar pendapat para pengamat ini?," tambahnya.

Duterte mengkritik PBB karena tak cukup mengatasi bencana kelaparan dan terorisme, serta perang di Suriah dan Irak. Bahkan ia beranggapan, organisasi dunia itu membiarkan negara adidaya mengebom desa serta membunuh warga.

Alhasil, ia akan mengajak Cina dan negara Afrika untuk membentuk perserikatan dunia lainnya. "Anda tahu, PBB, jika kalian menyebut satu hal buruk tentang saya, maka saya dapat menyatakan 10 hal serupa (tentang PBB). Organisasi itu tak berguna karena jika kalian berpegang teguh pada mandat, maka PBB mestinya mampu menghentikan seluruh perang dan aksi pembunuhan," katanya. [yy/republika]

Presiden Filipina Ancam Keluar dari PBB


Fiqhislam.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mencela dan mengancam akan keluar dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan mengajak Cina serta negara lain membentuk organisasi baru, Ahad (21/8).

Duterte sempat mencela organisasi dunia tersebut karena meminta dirinya menghentikan pembunuhan yang dilakukan dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. Dua pengamat Hak Asasi Manusia (HAM) PBB pekan lalu mendesak Manila agar menghentikan eksekusi di luar proses pengadilan (ekstrayudisial) dan pembunuhan yang kian meningkat sejak Duterte yang berjanji akan memberantas narkoba setelah terpilih sebagai presiden.

Sekitar 900 tersangka penyelundup narkoba terbunuh sejak Duterte memenangi pemilihan presiden pada 9 Mei. Duterte dalam jumpa pers di kota asalnya, Davao, Jumat, menyangkal, pemerintah bertanggung jawab atas kematian tersebut.

Ia mengatakan, terbunuhnya para tersangka itu bukan pekerjaan polisi. Duterte mengundang para pengamat PBB untuk menyelidikinya sendiri.

Jumpa pers tersebut disiarkan media setempat dan versi lengkapnya diunggah ke Facebook oleh salah satu media, GMA News. "Saya akan membuktikan ke dunia Anda seorang pengamat yang bodoh," katanya, seraya mendesak agar mereka tidak sekadar menghitung jumlah tersangka gembong narkoba yang tewas, tetapi juga nyawa tak bersalah yang mati karena obat terlarang.

Ia menentang PBB dan negara anggotanya, termasuk sekutu lama Manila di Washington dan mengatakan, dirinya mungkin tidak dapat memenuhi mandat, tetapi ia "khawatir atas tulang-belulang para penjahat akan terus menumpuk".

"Saya tak ingin membuat Anda kesal. Akan tetapi, kami mungkin akan memutuskan keluar dari PBB. Mengapa kita harus mendengar pendapat para pengamat ini?," tambahnya.

Duterte mengkritik PBB karena tak cukup mengatasi bencana kelaparan dan terorisme, serta perang di Suriah dan Irak. Bahkan ia beranggapan, organisasi dunia itu membiarkan negara adidaya mengebom desa serta membunuh warga.

Alhasil, ia akan mengajak Cina dan negara Afrika untuk membentuk perserikatan dunia lainnya. "Anda tahu, PBB, jika kalian menyebut satu hal buruk tentang saya, maka saya dapat menyatakan 10 hal serupa (tentang PBB). Organisasi itu tak berguna karena jika kalian berpegang teguh pada mandat, maka PBB mestinya mampu menghentikan seluruh perang dan aksi pembunuhan," katanya. [yy/republika]

Presiden Duterte Ajak China dan Afrika Bikin PBB Tandingan

Presiden Duterte Ajak China dan Afrika Bikin PBB Tandingan


Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyampaikan ancaman kalau negaranya akan keluar dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Ancaman ini keluar karena PPB selalu menyampaikan kritik terkait cara pemberantasan narkoba yang dilakukan pemerintah Filipina.

Sejak Duterte terpilih sebagai presiden pada Mei lalu, perang terhadap narkoba gencar dilakukan dan telah merenggut nyawa 1.000 orang. Karena itu, PBB minta Duterte menghentikan metode kontroversialnya mengakhiri perdagangan narkoba.

Tapi Duterte tetap menyatakan perang terhadap narkoba. Pemberantas narkoba akan dilakukan meski harus menembak mati para pengedar dan bandar narkoba di Filipina. Masyarakat juga diminta untuk melawan para bandar.

Karena itu, desakan PBB terhadap Filipina untuk segera mengakhiri pemberantasan narkoba yang justru dengan pembunuhan di luar hukum ditolak tegas. Duterte menyatakan akan tetap melindungi warganya dari cengkeraman narkoba. Dan bila perlu dia harus memutuskan untuk keluar dari PBB.

"Mungkin kita hanya harus memutuskan untuk memisahkan diri dari PBB," kata Duterte seperti dikutip dari SBS.com, Minggu, 21 Agustus 2016.

Duterte juga mengancam akan mengundang China dan beberapa negara di Afrika untuk membentuk organisasi dunia yang baru. Ini agar PBB tidak mencampuri urusan dalam negeri mereka.

"Kalian (PBB) juga tidak pernah melakukan apa pun," kata Duterte seperti dilansur dari Sputnik.

Menurut Duterte, dirinya tidak pernah ditugaskan oleh hukum untuk melindungi para bandar narkoba. Polisi Filipinan akan tetap mengikuti instruksinya untuk menembak mati para bandar narkoba yang melakukan perlawanan. [yy/viva]

 

Tags: duterte | filipina