30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Pemilih AS Pesimistis dengan Kepemimpinan Trump dan Hillary

Pemilih AS Pesimistis dengan Kepemimpinan Trump dan Hillary


Fiqhislam.com - Keyakinan calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump atau pesaingnya dari Partai Demokrat Hillary Clinton akan menjadi presiden yang baik masih rendah, sama seperti awal tahun ini menurut jajak pendapat Pew Research Center, Kamis (18/8).

Hanya 27 persen pemilih terdaftar yang menilai Trump bisa menjadi presiden yang baik atau hebat, sementara 55 persennya menilai miliarder New York yang suka bertengkar itu akan menjadi presiden yang buruk atau buruk sekali.

Pendapat tentang Clinton tidak senegatif itu, tapi tetap saja hanya 31 persen pemilih terdaftar yang mengatakan Clinton akan menjadi presiden yang baik atau hebat. Sementara 45 persen pemilih mengatakan Clinton akan menjadi presiden yang buruk atau buruk sekali.

Hasil jajak pendapat juga menunjukkan bagian besar pemilih yang mengkhawatirkan adanya kemungkinan jika terpilih kedua calon itu akan membuat kesalahan serius yang akan merusak negara. Sebanyak 55 persen pemilih terdaftar menyebut Trump punya peluang besar menimbulkan dampak itu dan 44 persen mengatakan hal yang sama tentang Clinton.

Namun pendapat para pendukung Trump dan Clinton berbeda tentang bagaimana hidup mereka dan kemana negara akan dibawa.

Menurut jajak pendapat nasional, para pendukung Trump sangat yakin hidup di negara itu lebih buruk dibandingkan separuh abad yang lalu bagi orang-orang seperti mereka dengan 81 persen berpendapat seperti itu dan hanya 11 persen yang mengatakan kehidupan sudah lebih baik.

Mayoritas pendukung Clinton punya pandangan sebaliknya, dengan 59 persen mengatakan hidup orang-orang seperti mereka sudah lebih baik dalam lima dekade terakhir. Sekitar satu dari lima pendukung Clinton berpikir hidup menjadi lebih buruk dan 18 persen lainnya melihat sedikit perubahan.

Tentang prospek masa depan, kebanyakan pendukung Trump pesimistis, 68 persen mengatakan kehidupan anak-anak mereka akan lebih buruk dari hari ini.

Sedangkan pendukung Clinton punya ekspektasi beragam dengan 38 persen di antaranya optimistis dan 30 persen mengatakan hidup generasi selanjutnya akan lebih buruk, demikian menurut hasil jajak pendapat yang dikutip dari Antaranews. [yy/republika]

Pemilih AS Pesimistis dengan Kepemimpinan Trump dan Hillary


Fiqhislam.com - Keyakinan calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump atau pesaingnya dari Partai Demokrat Hillary Clinton akan menjadi presiden yang baik masih rendah, sama seperti awal tahun ini menurut jajak pendapat Pew Research Center, Kamis (18/8).

Hanya 27 persen pemilih terdaftar yang menilai Trump bisa menjadi presiden yang baik atau hebat, sementara 55 persennya menilai miliarder New York yang suka bertengkar itu akan menjadi presiden yang buruk atau buruk sekali.

Pendapat tentang Clinton tidak senegatif itu, tapi tetap saja hanya 31 persen pemilih terdaftar yang mengatakan Clinton akan menjadi presiden yang baik atau hebat. Sementara 45 persen pemilih mengatakan Clinton akan menjadi presiden yang buruk atau buruk sekali.

Hasil jajak pendapat juga menunjukkan bagian besar pemilih yang mengkhawatirkan adanya kemungkinan jika terpilih kedua calon itu akan membuat kesalahan serius yang akan merusak negara. Sebanyak 55 persen pemilih terdaftar menyebut Trump punya peluang besar menimbulkan dampak itu dan 44 persen mengatakan hal yang sama tentang Clinton.

Namun pendapat para pendukung Trump dan Clinton berbeda tentang bagaimana hidup mereka dan kemana negara akan dibawa.

Menurut jajak pendapat nasional, para pendukung Trump sangat yakin hidup di negara itu lebih buruk dibandingkan separuh abad yang lalu bagi orang-orang seperti mereka dengan 81 persen berpendapat seperti itu dan hanya 11 persen yang mengatakan kehidupan sudah lebih baik.

Mayoritas pendukung Clinton punya pandangan sebaliknya, dengan 59 persen mengatakan hidup orang-orang seperti mereka sudah lebih baik dalam lima dekade terakhir. Sekitar satu dari lima pendukung Clinton berpikir hidup menjadi lebih buruk dan 18 persen lainnya melihat sedikit perubahan.

Tentang prospek masa depan, kebanyakan pendukung Trump pesimistis, 68 persen mengatakan kehidupan anak-anak mereka akan lebih buruk dari hari ini.

Sedangkan pendukung Clinton punya ekspektasi beragam dengan 38 persen di antaranya optimistis dan 30 persen mengatakan hidup generasi selanjutnya akan lebih buruk, demikian menurut hasil jajak pendapat yang dikutip dari Antaranews. [yy/republika]

Jajak Pendapat, Hillary Unggul 6 Poin dari Trump

Jajak Pendapat, Hillary Unggul 6 Poin dari Trump


Calon presiden AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton unggul 6% poin atas lawannya dari Partai Republik, Donald Trump, berdasarkan survei terbaru Reuters.

Hasil jajak pendapat pada 11-15 Agustus itu menunjukkan dukungan terhadap Clinton naik dari 41% menjadi 44% sejak akhir Juli lalu.

Sebaliknya dukungan Trump mencapai 35% suara. Dukungan terhadap Trump sendiri relatif naik karena pada pekan-pekan belakangan dia mencatat dukungan 33% sampai 39% suara.

Trump telah menciptakan perpecahan dalam tubuh Partai Republik atas pandangannya yang anti-imigran dan anti-muslim, serta retorika-retorika kontroversial lainnya belakangan ini seperti menghina sebuah keluarga muslim veteran perang AS yang tewas di Irak beberapa tahun lalu.

Pekan lalu, 70 politisi Republik, termasuk para mantan anggota Kongres dan staf Komite Nasional Republik (RNC), melayangkan surat ke RNC bahwa tindakan-tindakan Trump adalah memecah belah dan berbahaya.

Pada jajak pendapat terakhir itu, suara yang tidak memilih baik Trump maupun Clinton adalah 24%.

Untuk kandidat alternatif, Gary Johnson dari Libertarian dan calon Partai Hijau Jill Stein masing-masing mendapat 8% dan 2% poin.

Survei terakhir dilakukan kepada 1.132 warga berpotensi menjadi pemilih, dengan interval kredibilitas 3% poin, demikian Reuters melaporkan. [yy/inilah]

Kelompok Seniman Permalukan Trump

Kelompok Seniman Permalukan Trump


Sebuah patung tanpa busana Donald Trump didirikan di New York, San Fransisco, Los Angeles, Cleveland dan Seattle, Kamis (18/8) malam. Patung dibuat oleh kelompok seni INDECLINE.

"Ini menjadi hal terbaik yang terjadi kepada saya sepanjang pekan," kata Jeanne-Marie Patrick saat berlutut untuk mengambil gambar. Ia datang melihat patung pada jam istirahat setelah melihat sekilas di Facebook. Meski kecewa karena wajah patung tidak cukup mirip, ia mengaku kagum.

Union Square penuh sesak dengan orang-orang dari segala usia. Mereka berfoto narsis sembari tertawakan perut Trum yang menggembung.

Dalam sebuah wawancara dilansir dari the Guardian, INDECLINE menjelaskan bahwa mereka ingin mempermalukan Trump. Ia menyindir Trump dengan kecenderungan otoriter dan seperti diktator yang sering tegak seperti patung mereka sendiri.

Kelompok ini juga meletakkan nama-nama orang kulit hitam yang dibunuh polisi pada bintang Hollywood dan melukis mural anti-Trump di perbatasan AS-Meksiko. Patung telanjang Trump juga secara bersamaan dipamerkan di San Fransisco, Los Angeles, Cleveland dan Seattle.

Namun keberadaan patung tidak berlangsung lama karena Departemen Pertamanan merobohkannya sementara kerumunan bersemangat mencemooh patung Trump. NYPD mengawasi pembongkaran. Salah satu petugas mengatakan, properti tersebut tanpa pengawasan dan harus disingkirkan. [yy/republika]

 

Tags: trump | hillary | clinton