25 Rabiul-Akhir 1443  |  Selasa 30 Nopember 2021

basmalah.png

Korut Sebut Presiden Korsel 'Psikopat' dan Tak Bisa Berbuat Apa-apa Tanpa AS

Korut Sebut Presiden Korsel 'Psikopat' dan Tak Bisa Berbuat Apa-apa Tanpa ASFiqhislam.com - Pemerintah Korea Utara (Korut) menyebut Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-Hye seorang "psikopat". Hal ini dilontarkan setelah Presiden Park mengecam ambisi nuklir Korut dan membela pengerahan sistem antirudal buatan Amerika Serikat.

Sebelumnya, dalam pidatonya yang disiarkan televisi pada Senin, 15 Agustus waktu setempat, Presiden Park menekankan, pengerahan sistem antirudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) merupakan respons atas berkembangnya program senjata nuklir Korut.

Pemerintah Korut geram atas pernyataan Park yang disebutnya "tidak masuk akal" dan "tidak berdasar" itu.

"Ini cuma alasan bodoh dan dia harusnya tahu bahwa tak seorang pun yang akan termakan dengan argumen keliru seperti itu dari boneka yang tak bisa berbuat apa-apa tanpa persetujuan induk AS-nya," cetus juru bicara Komite Reunifikasi Damai Negara Korut seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (17/8/2016).

"Ini tak lebih dari omong kosong yang disampaikan seorang psikopat," imbuh pejabat Korut tersebut seperti dilaporkan kantor berita resmi Korut, KCNA.

Sebelumnya, Korut telah mengancam akan mengambil "aksi fisik" terhadap pengerahan THAAD, dengan menyebut pelabuhan-pelabuhan Korsel dan lapangan udara yang menampung alat-alat militer AS bisa menjadi target serangannya.

Selain Korut, pemerintah China juga menentang langkah pengerahan sistem antirudal THAAD. Beijing menyebut pengerahan itu sebagai upaya AS melebarkan kekuatan militernya di wilayah tersebut. Namun Kepala Staf Angkatan Darat AS, Jenderal Mark Milley menegaskan, pengerahan sistem THAAD tersebut merupakan langkah defensif untuk melindungi warga Korsel dan AS dari ancaman rudal balistrik Korut. [yy/news.detik]

 

Tags: korut | korsel