30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Iran: Kami Berbagi Fasilitas dengan Rusia untuk Gempur ISIS

Iran: Kami Berbagi Fasilitas dengan Rusia untuk Gempur ISISFiqhislam.com - Pemerintah Iran mengaku telah berbagi fasilitas militer dengan Rusia. Menurut Teheran, langkah ini diambil untuk memperkuat upaya kedua negara dalam memberangus ISIS dan kelompok teroris lainnya yang berada di Suriah.

"Kerjasama Iran-Rusia dalam perang melawan terorisme di Suriah adalah salah satu kebijakan strategis kedua dan kami berbagi fasilitas potensial di bidang ini," ucap Kepala Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Shamkhani, sepeti dilansir Reuters pada Selasa (16/8).

Rusia sendiri diketahui telah meluncurkan operasi anti-teror pertama dengan menggunakan pangakalan udara Iran. Rusia setidaknya meluncurkan dua pesawat pembom mereka untuk menyerang basis teroris dari Iran.

"Serangan udara terhadap basis militan di Suriah telah dilakukan oleh pesawat pembom jarak jauh Tupolev-22M3 dan pembom tempur Sukhoi-34, yang diluncurkan dari pangkalan udara Hamadan Iran," kata Kementerian Pertahanan Rusia.

Kementerian itu menambahkan, serangan yang berlangsung pagi tadi tersebut menargetkan basis ISIS dan al-Nusra yang berada di provinsi Aleppo, Idlib dan juga Deir al Zour. [yy/sindonews]

Iran: Kami Berbagi Fasilitas dengan Rusia untuk Gempur ISISFiqhislam.com - Pemerintah Iran mengaku telah berbagi fasilitas militer dengan Rusia. Menurut Teheran, langkah ini diambil untuk memperkuat upaya kedua negara dalam memberangus ISIS dan kelompok teroris lainnya yang berada di Suriah.

"Kerjasama Iran-Rusia dalam perang melawan terorisme di Suriah adalah salah satu kebijakan strategis kedua dan kami berbagi fasilitas potensial di bidang ini," ucap Kepala Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Shamkhani, sepeti dilansir Reuters pada Selasa (16/8).

Rusia sendiri diketahui telah meluncurkan operasi anti-teror pertama dengan menggunakan pangakalan udara Iran. Rusia setidaknya meluncurkan dua pesawat pembom mereka untuk menyerang basis teroris dari Iran.

"Serangan udara terhadap basis militan di Suriah telah dilakukan oleh pesawat pembom jarak jauh Tupolev-22M3 dan pembom tempur Sukhoi-34, yang diluncurkan dari pangkalan udara Hamadan Iran," kata Kementerian Pertahanan Rusia.

Kementerian itu menambahkan, serangan yang berlangsung pagi tadi tersebut menargetkan basis ISIS dan al-Nusra yang berada di provinsi Aleppo, Idlib dan juga Deir al Zour. [yy/sindonews]

Rusia Gunakan Pangkalan Iran untuk Serang Suriah

Rusia Gunakan Pangkalan Iran untuk Serang Suriah

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan menggunakan pangkalan di barat Iran untuk melakukan serangan udara di Suriah.

Dilansir dari BBC, Selasa (16/8), pesawat pengebom jarak jauh Tupolev-22M3 dan pesawat penyerang Sukhoi-34 tinggal landas dari Hamedan, Irak pada Rabu lalu. Pesawat tersebut menyerang militan di Provinsi Aleppo, Idlib dan Deir al-Zour.

Serangan itu dilaporkan merupakan pertama kalinya Rusia menyerang target di Suriah dari negara dunia ketiga sejak memulai serangan di Suriah tahun lalu.

Iran merupakan sekutu utama kawasan bagi Bashar al-Assad. Iran memberikan dukungan militer dan keuangan yang signifikan sejak 2011.

Beberapa bulan terakhir, pejabat senior Rusia dan Iran mendiskusikan meningkatkan kerja sama militer mereka. Pekan lalu, Rusia meminta persetujuan Iran dan Iran untuk meluncurkan rudal melalui wilayah udara mereka yang menyerang sasaran di Suriah.

Pernyataan kementerian pertahanan Rusia mengatakan serangan udara Rabu lalu menewaskan cukup banyak militan. Selain itu, lima gudang besar berisi senjata, amunisi dan bahan bakar, dan kamp pelatihan di Aleppo dan Idlib juga hancur.

Tiga pusat komando di Provinsi Deir al-Zour juga terkena serangan. [yy/republika]

Alasan Rusia Gunakan Pangkalan Udara Iran untuk Serang ISIS

Alasan Rusia Gunakan Pangkalan Udara Iran untuk Serang ISIS

Rusia mengungkapkan alasan mengapa mereka mulai menggunakan pangkalan militer Hamadan yang berada di Iran untuk melakukan operasi anti-teror di Suriah. Selain untuk memperluas upaya anti-terorisme, ini juga dilakukan untuk meminimalkan resiko yang ditimbulkan oleh operasi anti-teror tersebut.

Anggota Federasi Dewan Pertahanan dan Komite Keamanan Rusia, Viktor Ozerov menyatakan, sebelumnya Rusia hanya menggunakan satu pangkalan militer untuk melawan ISIS, yakni pangkalan militer Hmeymim yang berada di Latakia, Suriah. Hal ini membuat operasi anti-teror Rusia sangat berisko, baik bagi kesuksesan operasi, ataupun bagi personel militer Rusia.

"Kita tahu bahwa kemungkinan Daesh (ISIS) dan organisasi teroris lainnya memperoleh senjata anti-pesawat sangat kecil. Namun demikian, hanya menggunakan satu pangkalan militer menanggung beberapa risiko yang terbatas untuk Angkatan Udara kami," ucap Ozerov.

"Memiliki basis militer di Iran akan memberikan pasukan Rusia lebih banyak pilihan untuk melakukan serangan terhadap kelompok-kelompok teroris di Suriah," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (16/8).

Dia juga menambahkan, dibolehkan Rusia menggunakan pangkalan militer Iran menunjukan betapa dekat dan kuatnya kerjasama kedua negara. Kerjasama kedua negara, lanjut Ozerof akan memberikan banyak manfaat bagi situasi di kawasan Timur Tengah.

"Kerjasama Rusia dengan negara yang terletak di sebuah wilayah yang mudah tersulut konflik akan membawa manfaat bagi situasi keseluruhan di Timur Tengah," tukasnya. [yy/sindonews]

 

Tags: iran | rusia