25 Rabiul-Akhir 1443  |  Selasa 30 Nopember 2021

basmalah.png

Presiden Filipina Tidak Menyesal Panggil Dubes AS 'Anak Pelacur'

Presiden Filipina Tidak Menyesal Panggil Dubes AS 'Anak Pelacur'

 

Fiqhislam.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Jumat 12 Agustus, menyatakan bahwa ia tidak menyesal telah memanggil Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat sebagai gay dan anak pelacur. Duterte juga menolak meminta maaf atas kata-katanya tersebut.

Pernyataan kontroversial ini sebenarnya membuat ketegangan diplomatis antara AS dan Filipina. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) AS pada Senin 8 Agustus telah memanggil charge d’affaires Filipina untuk mempertanyakan maksud Duterte mengatakan kalimat kasar tersebut kepada Philip Goldberg.

Dilaporkan, pihak Kedubes AS di Filipina juga sudah memberikan pernyataan bahwa ucapan Duterte tersebut sangatlah tidak pantas dan tidak bisa diterima. Namun, Presiden Filipina yang terkenal keras tersebut tidak mempedulikan jika pernyataannya itu dapat membuat masalah diplomatik antara Filipina-AS.

“Saya tidak akan meminta maaf untuk apa pun. Ia tidak meminta maaf kepada saya ketika kita bertemu. Kenapa saya harus meminta maaf kepadanya?” ucap Duterte, sebagaimana dikutip dari The Star, Sabtu (13/8/2016).

Duterte mengklaim bahwa yang memulai permasalahan ini adalah Goldberg, sehingga seharusnya yang meminta maaf adalah Dubes AS untuk Filipina tersebut. Permasalahan ini muncul usai Goldberg mengkritik keras Duterte (pada masa pemilu Filipina) ketika ia berkelakar terkait misionaris Australia yang dibunuh dan mengalami pelecehan seksual pada 1989 ketika terjadi kerusuhan penjara di Davao. [yy/okezone]