27 Rabiul-Akhir 1443  |  Kamis 02 Desember 2021

basmalah.png

AS tak Konsisten Antara Gulen dan Usamah Bin Laden

AS tak Konsisten Antara Gulen dan Usamah Bin LadenFiqhislam.com - Amerika Serikat hingga kini belum mau mengekstradisi Fethullah Gulen yang dituduh Pemerintah Turki sebagai dalang upaya kudeta.

Alasannya, Turki belum menunjukkan bukti jelas keterlibatan Gulen. AS juga menllai proses ekstradisi harus sesuai dengan perjanjian kedua negara yang ditandatangani pada 1979. 

Pengamat mengatakan kepada Anadolu Agency, Washington bersikap inkonsisten dengan kasus yang pernah dihadapi pascatragedi 11 September 2001.

Saat itu, AS meminta pemerintahan Taliban Afghanistan menyerahkan Usamah bin Ladin yang dituding berada di balik serangan. Duta besar Afghanistan untuk Pakistan Mullah Abdul Salam Zaeef mengatakan, Taliban bersedia menyidangkan Usamah di AS dengan syarat Paman Sam membuktikan tudingan itu.

AS tak memperdulikan permintaan Taliban. Kurang dari sebulan AS melancarkan serangan ke Afghanistan.

"AS meminta Taliban menyerahkan Taliban, tapi setahu saya mereka tidak melakukan langkah nyata," ujar Dr Barnett Rubin, analis senior dari Center on International Cooperation di Universitas New York kepada Anadolu Agency.

Rubin mengaku tidak tahu bukti apa yang dimiliki AS sehingga menunjuk Usama bin Ladin sebagai dalang serangan WTC. Kendati ada bukti jika Usamah terkait dengan serangan sebelumnya di Kedutaan AS di timur Afrika pada 1998.
"Saya yakin ada kasus pengadilan tentang pengeboman itu yang mengaitkan kembali Usamah dan Alqaidah," ujarnya.

Rubin juga berpendapat, AS kemungkinan memperoleh bukti keterlibatan Alqaidah itu beradasarkan informasi terselubung. "Itu adalah informasi intelijen dan mereka tak akan membagikannya," ujar Rubin.
 
Menurut Anadolu dalam kasus Gulen, Washington berada dalam posisi yang diminta. Mereka ditekan untuk menyerahkan Guelen yang mengancam keamanan nasional.

Pekan lalu, Ankara telah menyerahkan dokumen ekstradisi Gulen. Dokumen itu mengaikan Gulen dengan kelompok Fethullah Terrorist Organization (FETO) yang berada di balik kudeta gagal 15 Juli.

Binoy Kampmark, Cendekiawan yang pernah aktif di Cambridge College mengatakan, AS tidak mempermasalahkan bukti soal Usamah karena mereka menginginkannya. "Doktrin teror tak memperdulikan bukti kuat yang menghubungkan Usamah dan Taliban,' ujarnya.

Wakil Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Mark Toner mengatakan, keputusan mengekstradisi bukan berdasarkan alasan politik atau emosi, melainkan bukti kuat. [yy/republika]

 

Tags: erdogan | gulen | bin laden