30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Penyerang Gereja di Prancis Pemuda Berumur 19 Tahun

Penyerang Gereja di Prancis Pemuda Berumur 19 Tahun

Fiqhislam.com - Otoritas Prancis telah mengetahui identitas pelaku pembantaian di gereja di kota Saint-Etienne-du-Rouvray di wilayah Normandy, Prancis Utara. Salah seorang pelaku adalah pemuda yang berusia 19 tahun.

Jaksa Prancis Francois Molins mengatakan Selasa (26/7/2016) bahwa salah satu dari dua pelaku yang menyerang sebuah gereja dan menggorok leher seorang pendeta, adalah Adel Kermiche yang berumur 19 tahun. Kermiche masuk ke radar petugas keamanan setelah dua kali ditangkap dalam perjalanan ke Suriah, dan berada di bawah tahanan rumah. Dia mengenakan gelang pemantauan elektronik pada saat serangan itu terjadi.

Molins, seperti dikutip AFP mengatakan Kermiche dan anak buahnya yang belum diketahui identitasnya, bersenjatakan pisau, telah menyerbu gereja di Saint-Etienne-du-Rouvray. Mereka menyandera pendeta 86 tahun, tiga biarawati dan dua jamaah.

Salah satu biarawati berhasil melarikan diri dan memanggil polisi. Polisi yang datang beberapa saat kemudian sempat mencoba untuk bernegosiasi dengan penyandera melalui sebuah pintu kecil. Molins mengatakan polisi awalnya tidak dapat melancarkan serangan karena tiga sandera berbaris di depan pintu.

Dua biarawati dan satu jamaah kemudian keluar gereja diikuti oleh dua penyerang, satu membawa pistol, yang diarahkan ke polisi sambil berteriak "Allahu Akbar". Kedua pelaku membawa bahan peledak palsu yang dibungkus kertas alumunium.

Pendeta ditemukan tewas dengan luka gorok, dan seorang korban berumur 86 tahun menderita luka parah, kata Molins. [yy/news.detik]

Penyerang Gereja di Prancis Pemuda Berumur 19 Tahun

Fiqhislam.com - Otoritas Prancis telah mengetahui identitas pelaku pembantaian di gereja di kota Saint-Etienne-du-Rouvray di wilayah Normandy, Prancis Utara. Salah seorang pelaku adalah pemuda yang berusia 19 tahun.

Jaksa Prancis Francois Molins mengatakan Selasa (26/7/2016) bahwa salah satu dari dua pelaku yang menyerang sebuah gereja dan menggorok leher seorang pendeta, adalah Adel Kermiche yang berumur 19 tahun. Kermiche masuk ke radar petugas keamanan setelah dua kali ditangkap dalam perjalanan ke Suriah, dan berada di bawah tahanan rumah. Dia mengenakan gelang pemantauan elektronik pada saat serangan itu terjadi.

Molins, seperti dikutip AFP mengatakan Kermiche dan anak buahnya yang belum diketahui identitasnya, bersenjatakan pisau, telah menyerbu gereja di Saint-Etienne-du-Rouvray. Mereka menyandera pendeta 86 tahun, tiga biarawati dan dua jamaah.

Salah satu biarawati berhasil melarikan diri dan memanggil polisi. Polisi yang datang beberapa saat kemudian sempat mencoba untuk bernegosiasi dengan penyandera melalui sebuah pintu kecil. Molins mengatakan polisi awalnya tidak dapat melancarkan serangan karena tiga sandera berbaris di depan pintu.

Dua biarawati dan satu jamaah kemudian keluar gereja diikuti oleh dua penyerang, satu membawa pistol, yang diarahkan ke polisi sambil berteriak "Allahu Akbar". Kedua pelaku membawa bahan peledak palsu yang dibungkus kertas alumunium.

Pendeta ditemukan tewas dengan luka gorok, dan seorang korban berumur 86 tahun menderita luka parah, kata Molins. [yy/news.detik]

ISIS Mengaku Serang Gereja Prancis

ISIS Mengaku Serang Gereja Prancis

Kelompok militan ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan di sebuah gereja Prancis yang menewaskan seorang pendeta, Selasa (26/7). Hal tersebut disampaikan ISIS melalui kantor berita yang berafiliasi dengannya.

"Kantor berita yang berafiliasi dengan ISIS, Amaq melaporkan serangan hari ini di Prancis dilakukan dua anggota ISIS," cicit Editor Keamanan Berita Rohit Kachroo melalui Twitter dilansir ITV News.

Dua pria dengan pisau menyerang sebuah gereja Prancis. Selain menewaskan seorang pendeta, mereka juga melukai sandera perempuan sebelum kemudian ditembak mati polisi Prancis.

Ini merupakan serangan terbaru yang terjadi di negara tersebut setelah insiden penabrakan truk di Nice pada malam perayaan nasional. Ini juga merupakan serangan paling baru dalam rentetan serangan di Eropa. [yy/tempo]