5 Jumadil-Awal 1443  |  Kamis 09 Desember 2021

basmalah.png

Pilih Donald Trump, Partai Republik Usung Dua Isu

Pilih Donald Trump, Partai Republik Usung Dua Isu

Fiqhislam.com - Konvensi Partai Republik di Cleveland, Amerika Serikat (AS) akhirnya resmi mengusung Donald Trump sebagai calon presiden pada pemilihan November mendatang. Trump bakal dicitrakan sebagai pemimpin yang kuat dan akan memberantas segala bentuk kriminalitas domestik hingga teror oleh kelompok militan Islam.

Deklarasi mengusung Trump disampaikan usai adanya peristiwa pembunuhan tiga polisi di Baton Rouge. Partai Republik mengatakan, bahwa mengusung Trump berarti akan memperkenalkan kembali ketegasan atas ketertiban dan keamanan nasional.

Konvensi Partai Republik pada Senin, 18 Juli 2016 waktu setempat tersebut mengangkat tema "Make America Safe Again" 'Membangun Kembali Amerika yang Aman'. Dalam konvensi itu dibahas pula berbagai serangan terhadap warga Amerika termasuk yang terjadi di Benghazi, Libya.

Republik sejak lama memang mengusung isu keamanan ini termasuk saat Hillary Clinton yang akan menjadi rival Trump itu, menjabat sebagai menteri luar negeri AS.

"Tema malam ini adalah membangun kembali Amerika yang aman, tujuan kami adalah memperkenalkan Donald Trump lebih dari sekadar kampanya pencitraan," kata Tim Sukses Donald Trump, Paul Manafort sebagaimana dilansir laman Reuters.

Sementara dalam Konvensi, Trump tampak hadir didamping sang istri, Melania dan beberapa pejabat dari partai tersebut. [yy/viva]

Pilih Donald Trump, Partai Republik Usung Dua Isu

Fiqhislam.com - Konvensi Partai Republik di Cleveland, Amerika Serikat (AS) akhirnya resmi mengusung Donald Trump sebagai calon presiden pada pemilihan November mendatang. Trump bakal dicitrakan sebagai pemimpin yang kuat dan akan memberantas segala bentuk kriminalitas domestik hingga teror oleh kelompok militan Islam.

Deklarasi mengusung Trump disampaikan usai adanya peristiwa pembunuhan tiga polisi di Baton Rouge. Partai Republik mengatakan, bahwa mengusung Trump berarti akan memperkenalkan kembali ketegasan atas ketertiban dan keamanan nasional.

Konvensi Partai Republik pada Senin, 18 Juli 2016 waktu setempat tersebut mengangkat tema "Make America Safe Again" 'Membangun Kembali Amerika yang Aman'. Dalam konvensi itu dibahas pula berbagai serangan terhadap warga Amerika termasuk yang terjadi di Benghazi, Libya.

Republik sejak lama memang mengusung isu keamanan ini termasuk saat Hillary Clinton yang akan menjadi rival Trump itu, menjabat sebagai menteri luar negeri AS.

"Tema malam ini adalah membangun kembali Amerika yang aman, tujuan kami adalah memperkenalkan Donald Trump lebih dari sekadar kampanya pencitraan," kata Tim Sukses Donald Trump, Paul Manafort sebagaimana dilansir laman Reuters.

Sementara dalam Konvensi, Trump tampak hadir didamping sang istri, Melania dan beberapa pejabat dari partai tersebut. [yy/viva]

Upaya Menjegal Trump di Konvensi Republik Gagal

Upaya Menjegal Trump di Konvensi Republik Gagal

Gelombang anti-Trump di konvensi nasional Partai Republik, AS gagal menjatuhkan Donald Trump dari kursi pencalonan partai, Senin (18/7). Delegasi anti-Trump melakukan protes melawan pencalonan Trump untuk pemilihan presiden AS pada November 2016.

Mereka menuntut 'Roll Call' setelah ketua konvensi mengumumkan pencalonan Trump. Namun pemungutan suara yang mengizinkan delegasi memilih kandidat itu tidak terlaksana karena tiga negara bagian keluar.

Sejumlah delegasi mengatakan Komite Nasional Republik (RNC) sengaja menyabotase upaya menjegal Trump. Padahal Roll Call adalah cara terakhir untuk melihat kandidat lain di Republik dalam nominasi calon presiden.

Ketegangan internal Republik itu telah membawa perpecahan pada konvensi di Cleveland. Mantan ketua parlemen New Gingrich mengatakan pada ABC News partai telah sangat baik pada keluarga Bush dan sekarang mereka tidak bersyukur.

Dua mantan presiden George HW Bush dan George W Bush menolak memberi dukungan pada Trump. Mantan kandidat Mitt Romney juga menolak menghadiri konvensi. Ketegangan sudah terasa sejak dimulainya acara nasional itu.

Pengamanan Cleveland diperketat menyusul sejumlah insiden dalam beberapa hari terakhir. Sekitar 50 ribu orang diperkirakan akan terbang ke sana dalam acara empat hari konvensi. Protes dan pawai tidak akan ketinggalan sepanjang pekan ini.

Konvensi dihadiri sekitar 2.472 delegasi. Selain itu 15 ribu jurnalis dan ribuan perwakilan partai, anggota parlemen juga tamu akan turut memeriahkan acara. Pada Senin, istri Trump Melania, Senator Iowa Joni Ernst dan mantan Wali Kota New York Rudi Giuliani menjadi pembicara.

Pada Selasa menjadi jadwal bagi Ketua Parlemen Paul Ryan dan Gubernur New Jersey Chris Christie. Rabu akan jadi hari bagi nominasi Wakil Presiden Mike Pence dan penutup pada Kamis adalah Donald Trump yang akan diperkenalkan oleh anaknya, Ivanka. [yy/republika]