23 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 28 Nopember 2021

basmalah.png

Pengungsi Perempuan dan Anak Dipukuli di Hongaria

Pengungsi Perempuan dan Anak Dipukuli di HongariaFiqhislam.com - Human Rights Watch (HRW) merilis laporan terbaru terkait kekerasan terhadap pengungsi dan migran, Rabu (13/7). Laporan menyebut polisi dan tentara Hongaria memukuli sejumlah pengungsi sebelum mengirim mereka ke perbatasan Serbia.

Perbatasan antara Hongaria dan Serbia dibatasi oleh pagar tinggi sepanjang 175 km. Para pengungsi dan migran yang terjebak di sekitar 8 km perbatasan dikembalikan ke sisi Serbia sejak 5 Juli lalu.

Pagar itu dibuat oleh Hongaria pada September 2015 untuk mengurangi migrasi. Polisi mengatakan ada 621 migran yang dikirim kembali ke Serbia sejak peraturan perbatasan baru berlaku.

Laporan HRW menyebut ada sekitar 30-40 migran diantaranya dipukuli selama dua jam setelah ditahan Hongaria. Sejumlah korban adalah perempuan dan anak-anak. Seorang korban dalam laporan menyebut kekerasan yang diterimanya tidak terpikirkan. "Saya bahkan belum pernah melihat pemukulan seperti itu di film-film," katanya dilansir Aljazirah.

Ia bercerita sekitar lima atau enam tentara memukuli mereka satu persatu. Tangan mereka diikat kebelakang dengan borgol plastik. Mereka kemudian dipukul dengan berbagai cara.

"Mereka memukul kami dengan semuanya, kepalan, tendangan, tongkat polisi. Mereka sengaja memberi kami luka yang parah," kata dia. HRW juga melaporkan para pengungsi itu dikembalikan ke sisi Serbia melalui celah kecil di gerbang kawat.

Pada Rabu, AP mewawancarai pengungsi dan migran di Horgos, Serbia dekat salah satu zona transit Hongaria. Mereka menggambarkan perlakuan yang sama dari otoritas Hungaria.

"Saya pergi ke Hungaria tiga kali. Itu sangat sulit, mereka memukuli saya," kata Wahed Khan dari Afganistan. Menurutnya polisi Hungaria tak hanya memukuli pengungsi tapi juga menyemprotkan gas air mata dengan cara yang berbahaya.

Pemerintah Hongaria menyangkal tuduhan  tersebut. Kementerian Dalam Negeri mengatakan para migran tidak dilukai di perbatasan Hungaria. "Kami memperlakukan mereka secara manusiawi," kata kementerian dalam pernyataan.

Menurut Hungaria, hanya delapan orang dari 18 ribu pengungsi yang mengajukan keluhan terkait perlakuan polisi tahun ini. Meski peninjauan ulang internal menyebut klaim itu tidak berdasar. [yy/republika]