2 Jumadil-Awal 1443  |  Senin 06 Desember 2021

basmalah.png

AS Jatuhkan Sanksi, Korut: Ini Deklarasi Perang

AS Jatuhkan Sanksi, Korut: Ini Deklarasi Perang

Fiqhislam.com - Pemerintah Korea Utara (Korut) angkat bicara mengenai penjatuhan sanksi terhadap 10 pejabat Korut, termasuk Kim Jong-un oleh Amerika Serikat (AS). Korut menyebutnya sebagai tindakan tidak bersahabat, dan merupakan deklarasi perang.

Ini adalah kali pertama AS menjatuhkan sanksi kepada pemimpin tertinggi Korut karena dituding telah melakukan pelanggaran terhadap hak asasi manusia.

Sanksi itu sendiri berupa pembekuan harta para pejabat Korut yang berada dalam yurisdiksi AS dan melarang orang atau badan di AS untuk melakukan transaksi dengan para pejabat atau entitas tersebut.

"Penjatuhan sanksi adalah tindakan permusuhan terburuk yang pernah dilakukan AS dan deklarasi perang terbuka," kata Kementerian Luar Negeri Korut dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Russia Today pada Jumat (8/7).

"Apa yang AS lakukan saat ini, tidak puas hanya dengan terus mengeluarkan fitnah terhadap Korut, adalah kejahatan terburuk yang tidak akan pernah bisa diampuni," sambungnya.

Pemerintah China menentang sanksi yang dijatuhkan AS terhadap Kim Jong-un. Menurut China, tindakan unilateral semacam itu tidak bisa diterima.

"Kami menentang sanksi sepihak yang dijatuhkan oleh AS," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Kamis (7/7).

AS Minta Korut Tahan Diri

Amerika Serikat (AS) langsung menanggapi pernyataan keras Korea Utara (Korut) terkait penjatuhan sanksi. Korut dalam responnya mengatakan, apa yang dilakukan AS adalah deklarasi perang, dan penjatuhan sanksi pada pemimpin Korut Kim Jong-un adalah sesuatu yang tidak bisa dimaafkan.

Menanggapi respon berbau ancaman itu, Kementerian Luar Negeri AS mendesak Korut untuk menahan diri dari melakukan tindakan provokatif lainnya. Tindakan provokatif dinilai hanya akan memperburuk situasi.

"Kami, sekali lagi menyerukan Korut untuk menahan diri dari tindakan dan retorika yang hanya lebih meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut, dan saya tidak bisa melihat bagaimana retorika menimbulkan hal lain selain itu (ketengan)," kata juru bicara Kemlu AS John Kirby, seperti dilansir Russia Today pada Jumat (8/7). [yy/atjehcyber]