2 Jumadil-Awal 1443  |  Senin 06 Desember 2021

basmalah.png

Turki dan Israel Segera Bertukar Duta Besar

Turki dan Israel Segera Bertukar Duta Besar

Fiqhislam.com - Turki dan Israel telah sepakat untuk menormalisasikan hubungan. Salah satu bentuk keseriusan niat keduanya adalah melakukan pertukaran duta besar sesegera mungkin.

Diberitakan oleh Reuters, Senin, 27 Juni 2016, Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, mengatakan, kesepakatan dengan Israel akan ditandatangani pada Selasa, 28 Juni 2016. Penandatanganan kesepakatan antara Israel dan Turki mengakhiri kebekuan diplomatik antara kedua negara yang terjadi sejak Israel menyerbu kapal Mavi Marmara yang berbendera Turki pada tahun 2010.

Kapal yang mengangkut bantuan kemanusiaan itu diserang oleh militer Israel karena mencoba memasuki Jalur Gaza yang saat itu sedang diblokade Israel. Akibat aksi penyerbuan militer Israel tersebut, sekitar 10 warga Turki meninggal dunia, dan belasan lainnya luka-luka.

Berdasarkan kesepakatan damai, Yildirim mengatakan, Israel setuju untuk membayar sejumlah 20 juta dolar AS bagi korban meninggal dunia dan terluka dalam insiden tersebut. Berdasarkan kesepakatan itu juga, Turki akan mengirimkan bantuan kemanusiaan dan produk nonmiliter ke Gaza.

"Pengiriman bantuan kemanusiaan seberat 10.000 ton akan mulai dikirimkan pada Jumat mendatang," kata Yildirim, seperti dikutip dari Reuters, Senin, 27 Juni 2016. [yy/viva]

Turki dan Israel Segera Bertukar Duta Besar

Fiqhislam.com - Turki dan Israel telah sepakat untuk menormalisasikan hubungan. Salah satu bentuk keseriusan niat keduanya adalah melakukan pertukaran duta besar sesegera mungkin.

Diberitakan oleh Reuters, Senin, 27 Juni 2016, Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, mengatakan, kesepakatan dengan Israel akan ditandatangani pada Selasa, 28 Juni 2016. Penandatanganan kesepakatan antara Israel dan Turki mengakhiri kebekuan diplomatik antara kedua negara yang terjadi sejak Israel menyerbu kapal Mavi Marmara yang berbendera Turki pada tahun 2010.

Kapal yang mengangkut bantuan kemanusiaan itu diserang oleh militer Israel karena mencoba memasuki Jalur Gaza yang saat itu sedang diblokade Israel. Akibat aksi penyerbuan militer Israel tersebut, sekitar 10 warga Turki meninggal dunia, dan belasan lainnya luka-luka.

Berdasarkan kesepakatan damai, Yildirim mengatakan, Israel setuju untuk membayar sejumlah 20 juta dolar AS bagi korban meninggal dunia dan terluka dalam insiden tersebut. Berdasarkan kesepakatan itu juga, Turki akan mengirimkan bantuan kemanusiaan dan produk nonmiliter ke Gaza.

"Pengiriman bantuan kemanusiaan seberat 10.000 ton akan mulai dikirimkan pada Jumat mendatang," kata Yildirim, seperti dikutip dari Reuters, Senin, 27 Juni 2016. [yy/viva]

Erdogan-Abbas Bahas Kesepakatan Rekonsiliasi dengan Israel

Erdogan-Abbas Bahas Kesepakatan Rekonsiliasi dengan Israel

Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dilaporkan terlibat dalam percakapan telepon, semalam. Keduanya disebut membahas kesepakatan rekonsiliasi antara Turki dan Israel, yang dicapai kemarin.

Menurut sumber di kantor Kepresidenan Turki, dalam percakapan tersebut Erdogan mengatakan bahwa Israel telah menyetujui untuk memberikan kelonggaraan terhadap blokade di jalur Gaza. Hal ini diharapkan akan membuat situasi kemanusiaan di Gaza semakin membaik.

"Dalam percakapan itu, Presiden Abbas mengatakan rasa puas atas dicapainya kesepakatan tersebut," kata sumber itu yang berbicara dalam kondisi anonim, seperti dilansir  Al Arabiya pada Senin (27/6).

Sementara itu, seorang pejabat senior Turki menggambarkan kesepakatan itu sebagai kemenangan diplomatik bagi Turki, meskipun Israel tidak setuju untuk mengangkat blokade Gaza, salah satu syarat untuk kesepakatan.

"Berdasarkan kesepakatan itu, Turki diberikan kebebasan memberikan bantuan kemanusiaan dan produk non-militer lainnya ke Gaza dan melaksanakan proyek-proyek infrastruktur, seperti pembangunan tempat tinggal dan rumah sakit. Langkah-langkah untuk mengatasi krisis air dan listrik juga akan dilakukan," kata pejabat itu.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang saat ini berada di Roma, dan Perdana Menteri Turki Binali Yildirim di Ankara diharapkan akan membuat pernyataan mengenai kesepakatan tersebut pada hari ini. [yy/sindonews]

 

Tags: turki | israel | zionis | yahudi