30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Serang Pemberontak Suriah, AS Minta Penjelasan Rusia

Serang Pemberontak Suriah, AS Minta Penjelasan RusiaFiqhislam.com - Pentagon mempertanyakan serangan udara Moskow terhadap pasukan oposisi Suriah yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) pada awal pekan ini. Pentagon menyatakan, pasukan Rusia telah gagal mengindahkan peringatan AS untuk menghentikan serangan.

"Para pejabat Departemen menyatakan bahwa Rusia terus melakukan serangan, bahkan setelah AS mencoba untuk memberitahu pasukan Rusia melalui saluran yang tepat dari pasukan koalisi tentang pasukan kontra ISIS, menciptakan masalah keamanan untuk AS dan pasukan koalisi," kata juru bicara Pentagon, Peter Cook, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (19/6/2016).

Para pejabat pertahanan AS telah meminta Moskow untuk memberikan tanggapan atas keprihatinan AS itu. "Kedua belah pihak menegaskan kembali perlunya untuk mematuhi langkah-langkah guna meningkatkan keselamatan operasional dan menghindari kecelakaan dan kesalahpahaman di ruang udara di atas Suriah," kata Cook.

Sebelumnya, Rusia disebut telah menyerang basis pemberontak Suriah yang didukung oleh AS di al-Tanf, Suriah selatan. Sejumlah pemberontak Suriah tewas akibat serangan itu, setelah Rusia gagal mengindahkan panggilan AS lewat saluran darurat guna menghentikan serangan.

Terkait hal itu, Rusia menyatakan bahwa pemberontak moderat dan ekstremis Islam berjuang di lokasi yang berdekatan, sehingga sulit untuk membedakan diantara kedua kelompok. [yy/sindonews]

Serang Pemberontak Suriah, AS Minta Penjelasan RusiaFiqhislam.com - Pentagon mempertanyakan serangan udara Moskow terhadap pasukan oposisi Suriah yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) pada awal pekan ini. Pentagon menyatakan, pasukan Rusia telah gagal mengindahkan peringatan AS untuk menghentikan serangan.

"Para pejabat Departemen menyatakan bahwa Rusia terus melakukan serangan, bahkan setelah AS mencoba untuk memberitahu pasukan Rusia melalui saluran yang tepat dari pasukan koalisi tentang pasukan kontra ISIS, menciptakan masalah keamanan untuk AS dan pasukan koalisi," kata juru bicara Pentagon, Peter Cook, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (19/6/2016).

Para pejabat pertahanan AS telah meminta Moskow untuk memberikan tanggapan atas keprihatinan AS itu. "Kedua belah pihak menegaskan kembali perlunya untuk mematuhi langkah-langkah guna meningkatkan keselamatan operasional dan menghindari kecelakaan dan kesalahpahaman di ruang udara di atas Suriah," kata Cook.

Sebelumnya, Rusia disebut telah menyerang basis pemberontak Suriah yang didukung oleh AS di al-Tanf, Suriah selatan. Sejumlah pemberontak Suriah tewas akibat serangan itu, setelah Rusia gagal mengindahkan panggilan AS lewat saluran darurat guna menghentikan serangan.

Terkait hal itu, Rusia menyatakan bahwa pemberontak moderat dan ekstremis Islam berjuang di lokasi yang berdekatan, sehingga sulit untuk membedakan diantara kedua kelompok. [yy/sindonews]

AS Buat Kesalahan Besar Izinkan Rusia Kembangkan Kemampuan Rudal

AS Buat Kesalahan Besar Izinkan Rusia Kembangkan Kemampuan Rudal

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut Amerika Serikat (AS) telah melakukan kesalahan besar dengan memberikan izin kepada Rusia untuk mengembangkan kemampuan rudal mereka. AS memberikan lampu hijau pada Rusia diawal tahun 2000 untuk mengembangkan kemampuan rudal. Ketika itu Rusia berada dalam situasi keuangan yang sulit.
 
"Saya kira mereka berharap bahwa persenjataan dari zaman Soviet awalnya akan rusak," ucap Putin dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Russia Today pada Minggu (19/6).
 
"Hari ini Rusia telah mencapai prestasi yang signifikan dalam bidang ini. Kami telah memodernisasi sistem rudal dan berhasil mengembangkan rudal generasi baru. Belum lagi sistem pertahanan rudal. Langkah ini merupakan langkah pencegahan dan bukan tindakan agresi, seperti yang sering dituduhkan kepada Moskow," sambungnya.
 
Dirinya juga menambahkan, bahwa Rusia saat ini akan terus mengembangkan, bukan hanya kemampuan rudal mereka, tapi juga seluruh aspek militer. Ini, lanjut Putin dilakukan bukan hanya untuk melindungi Rusia dari ancaman, tapi juga untuk menjaga stabilitas dunia.
 
"Kami harus memberikan keamanan, tidak hanya untuk diri kita sendiri. Sangat penting untuk memberikan keseimbangan strategis di dunia, yang menjamin perdamaian di planet ini. Ada ancaman bersama yang mengancam keamanan global selama beberapa dekade terakhir," pungkasnya. [yy/sindonews]

Assad Bahas Kerjasama Militer dengan Menhan Rusia

Assad Bahas Kerjasama Militer dengan Menhan Rusia

Presiden Suriah, Bashar al-Assad bertemu dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia, Sergei Shoigu selama kunjungan ke ibukota Suriah. Dalam pertemuan ini, keduanya membahas kerjasama militer kedua negara.

Media pemerintah Rusia tidak mengungkapkan rincian dari kunjungan Shoigu yang tak diumumkan sebelumnya itu. Shoigu hanya mengatakan, ia dikirim ke Damaskus oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

Namun, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, kunjungan itu membahas kerjasama teknis militer antara kedua negara dan perang melawan pemberontak, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (19/6/2016).

Intervensi militer Rusia di Suriah pada bulan September membantu mengubah gelombang perang pendukung Assad, setelah berbulan-bulan keuntungan berada di pihak pemberontak. Kelompok pemberontak mendapat sokongan perlengkapan militer asing, termasuk rudal anti-tank buatan AS.

Rusia, yang telah secara intensif membom daerah oposisi di Suriah, disalahkan oleh aktivis oposisi dan HAM atas tewasnya ratusan warga sipil. Rusia juga dituding sengaja menargetkan rumah sakit, sekolah dan infrastruktur. Para aktivis HAM menuding Rusia melakukan serangan membabi buta.

Washington dan beberapa negara Barat lainnya, yang meminta Assad untuk mundur, menuduh Rusia memfokuskan serangan terhadap pasukan pemberontak moderat yang disebut Tentara Pembebasan Suriah (FSA) dan kurang menyerang ISIS. [yy/sindonews]

 

Tags: suriah | rusia | amerika | assad