20 Jumadil-Akhir 1443  |  Minggu 23 Januari 2022

basmalah.png
BERITA INTERNASIONAL

Assad Tuding Pasukan Elit Jerman dan Perancis Keliaran di Suriah

Assad Tuding Pasukan Elit Jerman dan Perancis Keliaran di SuriahFiqhislam.com - Pemerintahan Basyar Assad di Suriah, Rabu (15/06/2016), mengatakan bahwa pasukan Prancis dan Jerman berada di Suriah utara. Namun, tuduhan itu segera dibantah Jerman.

Media pemerintah Suriah mengatakan pemerintah mengecam keras kehadiran pasukan Prancis dan Jerman di Ain al-Arab, yang juga dikenal dengan nama Kobani, dan Manbij.

"Suriah menilai itu sebagai agresi nyata dan tidak bisa dibenarkan terhadap kedaulatan dan kemerdekaan Suriah," kata kantor berita SANA mengutip pernyataan Kementerian Luar Negeri Suriah.

Kementerian Pertahanan Jerman membantah bahwa pasukan khusus Jerman berada di Suriah utara dan mengatakan pernyataan berulang Suriah atas hal itu tidak benar.

"Tidak ada pasukan khusus Jerman di Suriah. Tuduhan itu keliru," kata juru bicara Kemenhan.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS saat ini melancarkan serangan terhadap IS di dekat Manbij, sementara Kobani berada di bawah kendali milisi YPG suku Kurdi Suriah, bagian dari SDF. [yy/rimanews]


Jerman Kirim 500 Pasukan Elit Ke Suriah

Seorang sumber lapangan Sputnik mengungkapkan kehadiran unit pasukan khusus militer Jerman di kota Manbej, Suriah, setelah sebelumnya direbut pasukan Peshmarga Kurdistan dari tangan Negara Islam pada pekan kemarin.

“Pasukan khusus militer Jerman telah tiba di kota Manbej sejak hari Selasa (14/06) kemarin,” ujar sumber yang minta dirahasiakan namanya kepada Sputnik.

Sumber tersebut menjelaskan bahwa kedatangan tentara ini adalah untuk berperang bersama pasukan Peshmarga Kurdistan Suriah di garis terdepan melawan milisi Negara Islam, serta menghubungkan dan mengkoordinasikan operasi udara koalisi internasional dengan pasukan di darat.

“Saya tidak tahu jumlah pasti berapa tentara militer Jerman yang di kirim ke Suriah, akan tetapi informasi yang di dapat menyatakan bahwa ada sekitar 500 tentara elit,” sumber tersebut menambahkan.

Sementara itu dalam perkembangan terkait, beberapa sumber mengindikasikan Perancis kini sedang membangun sebuah pangkalan udara rahasia di provinsi Kobani (Ayn al-Arab), yang akan digunakan untuk mengangkut pasukan militer mereka dari wilayah utara Irak menuju Suriah, untuk ditempatkan di sebuah pangkalan militer di wilayah tersebut. [yy/eramuslim]

Assad Tuding Pasukan Elit Jerman dan Perancis Keliaran di SuriahFiqhislam.com - Pemerintahan Basyar Assad di Suriah, Rabu (15/06/2016), mengatakan bahwa pasukan Prancis dan Jerman berada di Suriah utara. Namun, tuduhan itu segera dibantah Jerman.

Media pemerintah Suriah mengatakan pemerintah mengecam keras kehadiran pasukan Prancis dan Jerman di Ain al-Arab, yang juga dikenal dengan nama Kobani, dan Manbij.

"Suriah menilai itu sebagai agresi nyata dan tidak bisa dibenarkan terhadap kedaulatan dan kemerdekaan Suriah," kata kantor berita SANA mengutip pernyataan Kementerian Luar Negeri Suriah.

Kementerian Pertahanan Jerman membantah bahwa pasukan khusus Jerman berada di Suriah utara dan mengatakan pernyataan berulang Suriah atas hal itu tidak benar.

"Tidak ada pasukan khusus Jerman di Suriah. Tuduhan itu keliru," kata juru bicara Kemenhan.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS saat ini melancarkan serangan terhadap IS di dekat Manbij, sementara Kobani berada di bawah kendali milisi YPG suku Kurdi Suriah, bagian dari SDF. [yy/rimanews]


Jerman Kirim 500 Pasukan Elit Ke Suriah

Seorang sumber lapangan Sputnik mengungkapkan kehadiran unit pasukan khusus militer Jerman di kota Manbej, Suriah, setelah sebelumnya direbut pasukan Peshmarga Kurdistan dari tangan Negara Islam pada pekan kemarin.

“Pasukan khusus militer Jerman telah tiba di kota Manbej sejak hari Selasa (14/06) kemarin,” ujar sumber yang minta dirahasiakan namanya kepada Sputnik.

Sumber tersebut menjelaskan bahwa kedatangan tentara ini adalah untuk berperang bersama pasukan Peshmarga Kurdistan Suriah di garis terdepan melawan milisi Negara Islam, serta menghubungkan dan mengkoordinasikan operasi udara koalisi internasional dengan pasukan di darat.

“Saya tidak tahu jumlah pasti berapa tentara militer Jerman yang di kirim ke Suriah, akan tetapi informasi yang di dapat menyatakan bahwa ada sekitar 500 tentara elit,” sumber tersebut menambahkan.

Sementara itu dalam perkembangan terkait, beberapa sumber mengindikasikan Perancis kini sedang membangun sebuah pangkalan udara rahasia di provinsi Kobani (Ayn al-Arab), yang akan digunakan untuk mengangkut pasukan militer mereka dari wilayah utara Irak menuju Suriah, untuk ditempatkan di sebuah pangkalan militer di wilayah tersebut. [yy/eramuslim]

Jerman Bantah Pasukannya Ada di Suriah

Jerman Bantah Pasukannya Ada di Suriah

Kementerian Pertahanan Jerman menyangkal keberadaan pasukannya di Suriah, seperti yang ditudingkan oleh Damaskus. Berlin menyatakan bahwa tuduhan tersebut palsu.

"Tidak ada pasukan khusus Jerman di Suriah. Tuduhan itu palsu," kata seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman, seperti dikutip dari laman Al Jazeera, Rabu (15/6/2016).

Pemerintah Suriah melemparkan kecaman keras terhadap pemerintah Jerman dan Prancis. Kedua negara tersebut dikabarkan telah mengirimkan sejumlah personel militer mereka ke Suriah.
 
Kementerian Luar Negeri Suriah menuturkan, tindakan Jerman dan Prancis tersebut masuk ke dalam kategori pelanggaran kedaulatan wilayah. Ini dikarenakan, baik Jerman ataupun Prancis tidak meminta izin terlebih dahulu kepada pemerintah Suriah.
 
"Suriah menganggap hal ini merupakan agresi eksplisit dan tidak dapat dibenarkan terhadap kedaulatan dan kemerdekaan Suriah," kata Kementerian Luar Negeri Suriah. [yy/sindonews]

 

Tags: assad | suriah | prancis | jerman