2 Jumadil-Awal 1443  |  Senin 06 Desember 2021

basmalah.png

Ketua Perunding Oposisi Suriah Mundur

Ketua Perunding Oposisi Suriah MundurFiqhislam.com - Mohammad Alloush, Ketua perunding perdamaian dari oposisi utama Suriah mengatakan pada Ahad ia mengundurkan diri atas kegagalan pembicaraan perdamaian Jenewa dukungan PBB membawa penyelesaian politik dan meredakan nasib orang-orang Suriah yang tinggal di kawasan-kawasan yang dikuasai pemberontak.

Alloush, yang juga wakil dari Jaish al Islam, faksi pemberontak yang kuat dalam Komite Perundingan Tinggi (HNC) yang berkedudukan di Arab Saudi, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke Reuters bahwa pembicaraan perdamaian itu juga gagal untuk menjamin pembebasan ribuan tahanan atau mendesak Suriah menuju transisi politik tanpa Presiden Bashar al-Assad.

Pihak-pihak yang didukung PBB belum menetapkan tanggal untuk dimulainya kembali pembicaraan perdamaian setelah HNC menangguhkan keikutsertaannya hingga situasi di lapangan berubah secara radikal.

Asaad al-Zoubi, ketua delegasi oposisi utama Suriah juga mengatakan kepada saluran TV al Hadath bahwa ia juga ingin melepaskan jabatannya di HNC tetapi tidak mengonfirmasi ia telah mengambil langkah serupa.

Sebuah sumber di kalangan oposisi mengatakan Zoubi digantikan dalam perombakan tim perundingan HNC yang mencakup faksi-faksi militer dan kelompok-kelompok politik.

Zoubi mengatakan tak ada pembicaraan perdamaian ril yang terjadi selama empat bulan sejak babak-babak paling akhir pembicaraan perdamaian Jenewa diluncurkan dan permintaan-permintaan oposisi untuk mendapatkan proses dukungan PBB itu menekan pihak berwenang Suriah mengizinkan bantuan kemanusiaan ke kawasan-kawasan terkepung tak diperhatikan.

Oposisi Suriah menangguhkan pada April partsipiasi resminya dalam pembicaraan perdamaian deengan menyatakan meraka hanya akan kembali jika sistuasi secara redikal berubah di lapangan. Mereka memprotes ofensi-ofensif tentara Suriah yang mereka katakan beraRti gencatan senjata secara efektif berakhir. Namun, mereka berada di bawah tekanan kuat jangan mundur. [yy/antaranews]

Ketua Perunding Oposisi Suriah MundurFiqhislam.com - Mohammad Alloush, Ketua perunding perdamaian dari oposisi utama Suriah mengatakan pada Ahad ia mengundurkan diri atas kegagalan pembicaraan perdamaian Jenewa dukungan PBB membawa penyelesaian politik dan meredakan nasib orang-orang Suriah yang tinggal di kawasan-kawasan yang dikuasai pemberontak.

Alloush, yang juga wakil dari Jaish al Islam, faksi pemberontak yang kuat dalam Komite Perundingan Tinggi (HNC) yang berkedudukan di Arab Saudi, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke Reuters bahwa pembicaraan perdamaian itu juga gagal untuk menjamin pembebasan ribuan tahanan atau mendesak Suriah menuju transisi politik tanpa Presiden Bashar al-Assad.

Pihak-pihak yang didukung PBB belum menetapkan tanggal untuk dimulainya kembali pembicaraan perdamaian setelah HNC menangguhkan keikutsertaannya hingga situasi di lapangan berubah secara radikal.

Asaad al-Zoubi, ketua delegasi oposisi utama Suriah juga mengatakan kepada saluran TV al Hadath bahwa ia juga ingin melepaskan jabatannya di HNC tetapi tidak mengonfirmasi ia telah mengambil langkah serupa.

Sebuah sumber di kalangan oposisi mengatakan Zoubi digantikan dalam perombakan tim perundingan HNC yang mencakup faksi-faksi militer dan kelompok-kelompok politik.

Zoubi mengatakan tak ada pembicaraan perdamaian ril yang terjadi selama empat bulan sejak babak-babak paling akhir pembicaraan perdamaian Jenewa diluncurkan dan permintaan-permintaan oposisi untuk mendapatkan proses dukungan PBB itu menekan pihak berwenang Suriah mengizinkan bantuan kemanusiaan ke kawasan-kawasan terkepung tak diperhatikan.

Oposisi Suriah menangguhkan pada April partsipiasi resminya dalam pembicaraan perdamaian deengan menyatakan meraka hanya akan kembali jika sistuasi secara redikal berubah di lapangan. Mereka memprotes ofensi-ofensif tentara Suriah yang mereka katakan beraRti gencatan senjata secara efektif berakhir. Namun, mereka berada di bawah tekanan kuat jangan mundur. [yy/antaranews]

Rakyat Suriah terancam kelaparan

Rakyat Suriah Terancam Kelaparan

Banyak warga sipil Suriah terancam kelaparan jika pemerintah negara tersebut dan berbagai kelompok pemberontak bersenjata tidak memberikan akses yang lebih besar bagi konvoi bantuan kemanusiaan, menurut keterangan utusan khusus PBB, Kamis (26/5).

"Ada banyak warga sipil saat ini terancam kelaparan," ujar Staffan de Mistura kepada awak media menyusul rapat mingguan organisasi bantuan kemanusiaan dukungan PBB yang mengadapi masalah dalam mengoordinasikan pengiriman suplai bantuan di berbagai wilayah Suriah.

Wakil de Mistura sekaligus ketua badan kemanusiaan, Jan Egeland, mengungkapkan situasi pada bulan ini lebih sulit dari perkiraan untuk dapat menjangkau warga di berbagai daerah yang dikepung oleh pasukan pemberontak atau pemerintah Suriah.

"Dari total satu juta warga yang semestinya menerima bantuan melalui darat pada Mei, kami baru dapat menjangkau 160 ribu orang," ujar Egeland.

Menurut laporan PBB, lebih dari 400 ribu warga sipil Suriah terkepung. Sebagian besar dari mereka tinggal di daerah-daerah yang dikepung pasukan pemerintah. 

Selain itu, lebih dari empat juta warga tinggal di kawasan yang sulit dijangkau dan berlokasi dekat medan tempur atau pos pemeriksaan, demikian seperti dikutip dari AFP. [yy/antaranews]

 

 

Tags: oposisi | suriah | assad