5 Jumadil-Awal 1443  |  Kamis 09 Desember 2021

basmalah.png

Tiga Kapal Pengungsi Karam di Laut Mediterania 700 Orang Diperkirakan Tewas

Tiga Kapal Pengungsi Karam di Laut Mediterania 700 Orang Diperkirakan Tewas

Fiqhislam.com - Badan pengungsi PBB mengatakan lebih dari 700 pengungsi mungkin telah tenggelam setelah tiga kapal karam di Laut Mediterania selatan Italia dalam beberapa hari terakhir.

Berbicara kepada Al Jazeera dari Jenewa, Ahad (29/05/2016) William Spindler, jurubicara UNHCR untuk Eropa, mengatakan ada serentetan insiden di Mediterania pekan lalu.

“Insiden pertama terjadi hari Rabu, yang secara luas telah dilaporkan. Sebuah perahu terbalik, membawa sekitar 600 orang. Beberapa dari penumpangnya masih hilang,” kata Spindler.

“Lalu insiden kedua terjadi pada hari Kamis dan yang ketiga pada hari Jumat. Secara total, kami bahwa bahwa dalam tiga insiden ini lebih dari 700 orang hilang dan diduga tenggelam.

“Ada sejumlah kapal saat ini yang mencoba untuk melakukan perjalanan dari Libya ke Italia dan beberapa operasi penyelamatan sedang berlangsung.”

Spindler mengatakan perlu dilakukan upaya lebih untuk menghentikan pengungsi bepergian di laut dengan perahu kecil.

“Sangat sulit mencegah orang melakukan hal ini. Dalam pandangan kami, yang perlu dilakukan adalah menawarkan alternatif hukum bagi para pengungsi yang paling rentan melakukan perjalanan ke Eropa. Alasan orang melakukan perjalanan berbahaya ini adalah karena mereka tidak memiliki pilihan,” katanya.

Carlotta Sami, juru bicara UNHCR, mengatakan kepada kantor berita Associated Press melalui telepon bahwa sekitar 100 orang hilang dari kapal penyelundup yang terbalik pada hari Rabu.

Dia mengatakan sekitar 550 orang lainnya hilang dalam kapal yang tenggelam pada Kamis.

Pengungsi mengatakan bahwa perahu, yang membawa sekitar 670 orang, tidak memiliki mesin dan sedang ditarik oleh kapal penyelundup lain sebelum terbalik.

Sekitar 25 orang selamat dari insiden itu, 79 orang lainnya diselamatkan oleh kapal patroli, dan 15 mayat ditemukan.

Sami mengatakan 45 mayat lagi ditemukan dari kapal karam pada hari Jumat dan banyak lagi yang dilaporkan hilang.

Dalam perkembangan terpisah, 19 pengungsi diselamatkan dari sebuah kapal di Selat Inggris, kantor berita AFP melaporkan, mengutip para pejabat penjaga pantai. [yy/muslimdaily]

Tiga Kapal Pengungsi Karam di Laut Mediterania 700 Orang Diperkirakan Tewas

Fiqhislam.com - Badan pengungsi PBB mengatakan lebih dari 700 pengungsi mungkin telah tenggelam setelah tiga kapal karam di Laut Mediterania selatan Italia dalam beberapa hari terakhir.

Berbicara kepada Al Jazeera dari Jenewa, Ahad (29/05/2016) William Spindler, jurubicara UNHCR untuk Eropa, mengatakan ada serentetan insiden di Mediterania pekan lalu.

“Insiden pertama terjadi hari Rabu, yang secara luas telah dilaporkan. Sebuah perahu terbalik, membawa sekitar 600 orang. Beberapa dari penumpangnya masih hilang,” kata Spindler.

“Lalu insiden kedua terjadi pada hari Kamis dan yang ketiga pada hari Jumat. Secara total, kami bahwa bahwa dalam tiga insiden ini lebih dari 700 orang hilang dan diduga tenggelam.

“Ada sejumlah kapal saat ini yang mencoba untuk melakukan perjalanan dari Libya ke Italia dan beberapa operasi penyelamatan sedang berlangsung.”

Spindler mengatakan perlu dilakukan upaya lebih untuk menghentikan pengungsi bepergian di laut dengan perahu kecil.

“Sangat sulit mencegah orang melakukan hal ini. Dalam pandangan kami, yang perlu dilakukan adalah menawarkan alternatif hukum bagi para pengungsi yang paling rentan melakukan perjalanan ke Eropa. Alasan orang melakukan perjalanan berbahaya ini adalah karena mereka tidak memiliki pilihan,” katanya.

Carlotta Sami, juru bicara UNHCR, mengatakan kepada kantor berita Associated Press melalui telepon bahwa sekitar 100 orang hilang dari kapal penyelundup yang terbalik pada hari Rabu.

Dia mengatakan sekitar 550 orang lainnya hilang dalam kapal yang tenggelam pada Kamis.

Pengungsi mengatakan bahwa perahu, yang membawa sekitar 670 orang, tidak memiliki mesin dan sedang ditarik oleh kapal penyelundup lain sebelum terbalik.

Sekitar 25 orang selamat dari insiden itu, 79 orang lainnya diselamatkan oleh kapal patroli, dan 15 mayat ditemukan.

Sami mengatakan 45 mayat lagi ditemukan dari kapal karam pada hari Jumat dan banyak lagi yang dilaporkan hilang.

Dalam perkembangan terpisah, 19 pengungsi diselamatkan dari sebuah kapal di Selat Inggris, kantor berita AFP melaporkan, mengutip para pejabat penjaga pantai. [yy/muslimdaily]

13 Ribu Migran Timteng dan Afrika Diselamatkan Uni Eropa

13 Ribu Migran Timteng dan Afrika Diselamatkan Uni Eropa

Armada kapal gabungan dari negara-negara Uni Eropa berhasil menyelamatkan lebih dari 600 migran dari laut mediterania di Libia pada Sabtu (28/5) waktu setempat. Tercatat tiap pekan setidaknya sekitar 13 ribu orang yang telah diselamatkan.

Berdasarkan laman CBS News, penyelamatan ratusan migran di laut Mediterania dilakukan oleh kapal patroli  Italia, Jerman dan Irlandia. Kapal Irlandia menyelamatkan 123 orang migran dari penyeludup manusiA. Sedangkan penjaga pantai Italia mengatakan sebuah kapal Jerman melakukan empat operasi penyelamatan dari kapal yang tidak layak untuk digunakan itu.

Sementara itu, sekitar empat ribu migran yang diselamatkan dari lautan di awal pekan ini telah tiba di Italia pada Sabtu. Tetapi banyak juga yang tenggelam di laut. Dalam operasi dramatis yang terekam kamera penyelamat Italia pada Rabu lalu, kapal yang mengangkut migran terbalik usai diketahui oleh sebuah kapal patroli.

Namun beruntung, angkatan Laut Italia menyelamatkan 562 orang, sementara lima orang meninggal. Kapal patroli yang sama menyelamatkan sekitar 108 orang migran dalam insiden yang berbeda esok harinya.

"Kita coba apapun untuk menghentikan air. Selama dua jam, usaha kita sia-sia karena akhirnya air mulai membanjiri kapal. Perempuan, pria dan anak-anak terjebak sampai tenggelam," ujar salah satu saksi hidup seperti dikutip dari harian italian, La Stampa.

Diketahui, para migran didominasi berasal dari wilayah konflik dan miskin di Afrika dan Timur Tengah. Para migran berharap Eropa mampu memberikan harapan jaminan hidup yang lebih baik. [yy/republika]

 

 

Tags: pengungsi | migran | suriah